Cangkang Sawit

Sorotan terbaru dari Tag # Cangkang Sawit

PLN Indonesia Power UBP Berau Uji Coba Co-Firing Cangkang Sawit dan Woodchip Sawit
Sawit
Kamis, 16 Oktober 2025 | 20:00 WIB

PLN Indonesia Power UBP Berau Uji Coba Co-Firing Cangkang Sawit dan Woodchip

Berau, katakabar.com - Guna mendukung percepatan pemanfaatan renewable energy, PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Berau uji coba co-firing dengan menggunakan cangkang sawit dan woodchip sebagai bahan bakar alternatif pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Berau. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan perkuat pasokan listrik yang menopang sekitar 35 persen kebutuhan energi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Uji coba ini wujud nyata komitmen PLN Indonesia Power dalam mendukung program pemerintah menuju Net Zero Emission (NZE) tahun 2060 mendatang. Melalui penerapan teknologi co-firing, pembangkit listrik dapat mengurangi emisi karbon secara bertahap dengan memanfaatkan biomassa sebagai bahan bakar pengganti sebagian batubara. Di periode 2024, uji coba kembali dilanjutkan menggunakan biomassa sawdust sebesar 5 persen hingga 10 persen dari total bahan bakar, untuk mendukung produksi listrik hingga 1.600 megawatt-jam (MWh). “Kami kembali melakukan uji coba penggunaan cangkang sawit 100 persen, serta uji bakar bertahap woodchip sebesar 10 persen dan 20 persen dari 7 hingga 10 Oktober 2025. Diharapkan hasil uji coba ini mampu mendukung pembangkitan daya sebesar 14 MW serta membuka peluang penerapan biomassa secara lebih luas di masa mendatang,” kata Ricky, dilansir dari laman Beraupost, Kamis (16/10).

Wow! SKY Investasi Rp1,7 Triliun di KITB Siak, Fokus Usaha Energi Terbarukan dari Cangkang Sawit Sawit
Sawit
Rabu, 01 Oktober 2025 | 10:12 WIB

Wow! SKY Investasi Rp1,7 Triliun di KITB Siak, Fokus Usaha Energi Terbarukan dari Cangkang Sawit

Siak, katakabar.com - Perusahaan gabungan Indonesia-Jepang, yakni PT Sinergi Kharisma Yuda (SKY) berencana ekspansi usaha di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kabupaten Siak, Riau, senilai Rp1,7 triliun. Fokus utama usaha PT SKY ini energi terbarukan dengan memanfaatkan cangkang sawit sebagai bahan bakar biomassa, serta mengembangkan produk turunan seperti pellet biomassa. PT SKY menjalin kerja sama dengan BUMD Siak PT KITB, dan anak perusahaannya PT Samudra Siak (SS). Kerja sama ini ditandai dengan penandatangan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), Rabu (1/10) kemarin. Bupati Siak, Afni Zulkifli menuturkan, investasi dari perusahaan Jepang ini langkah maju untuk daerah. Ia juga berkomitmen permudah setiap investor yang masuk ke Kabupaten Siak. "Pada prinsipnya perusahaan ini mengekspor cangkang. Nantinya, usaha ini bakal berkembang menjadi multi usaha, terutama di Pelabuhan Tanjung Buton," ujar Afni, dilansir dari laman EMG, Rabu sore. Luas lahan yang dibutuhkan PT SKY untuk kembangkan usahanya 7 hektar. Saat ini, lahan yang sudah tersedia setengah hektar yang digunakan perusahaan untuk menampung cangkang sawit. Pemerintah daerah menyiapkan lahan ini sebagai bentuk kolaborasi dengan investor. "Insya Allah KITB mulai berdenyut luar biasa. Kami ingin investasi ini memberikan efek pada ekonomi daerah dan masyarakat, termasuk Pelabuhan Tanjung Buton. Kami mau BUMD berada di depan. Investor memberi support investasi, dan kami menyediakan lahannya, inilah kolaborasi kami," jelas Afni. Sementara, Presiden Direktur PT SKY, Yoshiyuki Kawamura, menegaskan MoU ini momentum penting perkuat kerja sama, dan pastikan keberlanjutan investasi. “Ini langkah penting bagi kami. Setelah empat tahun kami beroperasi di Siak, kami melihat Pelabuhan Tanjung Buton memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih jauh," ulas CEO asal Jepang. Ia pastikan kerja sama ini bukan hanya soal pelabuhan, tapi membangun ekosistem industri yang terintegrasi dari hulu ke hilir, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan nilai tambah komoditas yang selama ini hanya di ekspor mentah.

Ulah Cangkang Sawit Berserakan di Jalan Wali Kota Dumai Tegur Tiga Perusahaan Sawit
Sawit
Kamis, 04 September 2025 | 17:35 WIB

Ulah Cangkang Sawit Berserakan di Jalan Wali Kota Dumai Tegur Tiga Perusahaan

Dumai, katakabar.com - Ulah cangkang kelapa sawit berserakan di Jalan Wali Kota Dumai, H Paisal tegur tiga perusahaan. Berawal dari banyaknya laporan masyarakat soal cangkang sawit berserakan di bilangam Jalan Soekarno-Hatta, dan Jalan Putri Tujuh, Wali Kota Dumai H. Paisal, melaksanakan inspeksi mendadak atau Sidak. Ketika Sidak, Ia tak sendiriam tapi didampingi Dandim 0320 Dumai, Letkol Arh Hermansyah Tarigan, Plt Kadishub, Said Effendi, SE, Kepala Satpol PP Dumai, Yuda Pratama Putra, S.STP, dan Kepala DLH Dumai, Hj. Dameria, dilakukan di tiga perusahaan pengepul cangkang sawit yang beroperasi di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Kota Dumai, di penghujung Agustus 2025 lalu. Di mana tiga perusahaan cangkang yang disidak, yakni PT Jatim Propertindo Jaya, PT New Energy Developmen Dumai dan PT Komodo. Saat Sidak, Wali Kota Dumai bertemu langsung dengan masing-masing pengelola cangkang sembari mengingatkan agar tidak ada lagi cangkang berserakan di sepanjang jalan. Menurut Wali Kota Dumai, cangkang sawit yang berserakan sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor, dan merusak keindahan kota. "Saya minta kepada pengusaha angkutan cangkang agar memberi alas di bak mobilnya, dan menutup lobang yang ada agar cangkang tidak berceceran di sepanjang jalan," tegasnya, dilansir dari lamam website resmi Pemko Dumai, Kamis (4/9) sore. Di salah satu perusahaan cangkang, H Paisal, periksa salah satu truk pengangkut cangkang yang dinilai melebihi kapasitas bak. Melihat itu, H Paisal meminta sopir untuk membuka terpal mobil dan mendapati muatan cangkang melebihi kapasitas. Ia meminta sopir untuk merapikan muatan, dan menutup bak mobil truk dengan terpal agar cangkang tidak berserakan di jalan. Kepada Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Dumai, H Paisal meminta, agar menindak tegas perusahaan yang memuat cangkang melebihi tonase. "Nanti tolong ditindak tegas, perusahaan yang mengangkut cangkang melebihi tonase," terangnya. Masih Wali Kota Dumai, semua perusahaan cangkang sudah disurati. Mulai September 2022 kita tidak mau lagi melihat cangkang berserakan di jalan. "Setelah disurati, bila ada angkutan cangkang yang melebihi tonase membuat cangkang berserakan di jalan, mobil truk kita tahan, dan meminta mereka membongkar kelebihan muatannya lalu meratakan cangkang sesuai ketinggian bak," ucapnya.

Cangkang Sawit Sepuluh Ribu Ton Lebih Diekspor dari Belang-Belang ke Jepang Sawit
Sawit
Jumat, 17 Januari 2025 | 15:07 WIB

Cangkang Sawit Sepuluh Ribu Ton Lebih Diekspor dari Belang-Belang ke Jepang

Parepare, katakabar.com - Lagi, Bea Cukai Parepare, Sulawesi Selatan, memberikan layanan ekspor komoditas sawit yang dikirim ke Jepang melalui Pelabuhan Belang-Belang, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. Sebelumnya, di pekan lalu, Bea Cukai Parepare telah memberikan layanan ekspor untuk komoditas palm kernel expeller atau bungkil sawit ke Korea Selatan sebanyak 5.194 metric ton dari pelabuhan tersebut. Tak berselang lama, Bea Cukai Parepare kembali memberikan layanan ekspor untuk produk sawit. Kali ini, pelayanan ekspor diberikan kepada PT Jambi Semesta Biomassa yang mengekspor 10.002,15 metric ton komoditas palm kernel shell atau cangkang sawit ke Jepang. Atas ekspor komoditas cangkang sawit tersebut, bea keluar yang dihasilkan mencapai Rp1.620.949.000 dengan devisa ekspor sebesar USD 960.260,40, serta penerimaan atas pungutan sawit sebesar Rp486,285,000. “Geliat ekspor di awal tahun ini menjadi sinyal positif untuk kegiatan ekspor selama tahun 2025,” kata Kepala Kantor Bea Cukai Parepare, Dawny Marbagio, lewat siaran persnya, dilansir dari laman EMG, Jumat (17/1). Geliat ekspor pada awal tahun ini, harap Dawny, mampu menggerakkan kontinuitas komoditas serupa, sembari terus meningkatkan asistensi dan pendampingan yang diupayakan oleh Bea Cukai Parepare, agar ekspor komoditas serupa mampu melakukan hal yang sama. “Melalui peningkatan asistensi dan perbaikan pelayanan ekspor yang terus diupayakan Bea Cukai Parepare, ekspor komoditas unggulan berupa produk turunan sawit ini akan terus meningkat mengingat potensi pasarnya yang sangat tinggi,” jelasnya.

Mantap! Bea Cukai Parepare Layani Ekspor Cangkang Sawit ke Korsel Sawit
Sawit
Rabu, 08 Januari 2025 | 17:18 WIB

Mantap! Bea Cukai Parepare Layani Ekspor Cangkang Sawit ke Korsel

Parepare, katakabar.com - Bea Cukai Parepare, Sulawesi Selatan, melayani ekspor komoditas palm kernel shell atau cangkang sawit milik PT Awana Sawit Lestari (ASL) ke Korea Selatan. Kepala Kantor Bea Cukai Parepare, Dawny Marbagio mengutarakan, terus meningkatnya performa kinerja ekspor tentunya harus diiringi dengan kinerja layanan kepabeanan yang semakin baik. “Hal ini kami wujudkan dengan pelayanan ekspor cangkang sawit milik PT ASL," ujarnya lewat siaran pers Ditjen Bea Cukai, dilansir dari laman EMG, Rabu (8/1).

Ekspor Cangkang Sawit Turun di Dermaga Pulau Baai Bengkulu, Kok Bisa! Nasional
Nasional
Kamis, 21 Desember 2023 | 19:20 WIB

Ekspor Cangkang Sawit Turun di Dermaga Pulau Baai Bengkulu, Kok Bisa!

Bengkulu, katakabar.com - Kegiatan ekspor cangkang sawit lewat Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu turun lumayan drastis kisaran 85 persen di tahun 2023 ini bila dibanding Tahun 2022 lalu. Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Ir Win Rizal menjelaskan, turunnya geliat ekspor bisa jadi lantaran sulitnya perusahaan memindahkan cangkang sawit ke kapal pengangkut. Ini disebakan, masih sulitnya memperoleh BBM jenis solar di Bengkulu. "Boleh jadi disebabkan hal itu ekspor cangkang sawit masih belum maksimal tahun ini," ujae Win, kemarin, dilansir dari laman elaeis.co, pada Kamis (21/12). Perkiraan Kepala BPS Bengkulu ini ternyata diaminkan Penanggung Jawab PT Inti Persada, Ali Akbar. Truk pengangkut cangkang sawit sangat sulit memperoleh solar hingga menyebabkan angkutan ke atas tongkang terhambat. "Hingga saat ini baru sekitar 70 persen atau 8.500 ton cangkang sawit yang bisa diangkut," jelas Ali. Diceritakan Ali, mestinya dalam bulan ini pihaknya sudah melakukan pengiriman sebanyak 8.500 ton cangkang ke Thailand. Tapi, angkutan truk tidak ada sebabkan pengiriman harus ditunda beberapa hari hingga seluruh cangkang sawit bisa diangkut ke kapal tongkang di Pelabuhan Pulau Baai Kota Bengkulu. "Biasanya truk standby di sini, tapi mereka sulit dapat solar, banyak dari mereka stand bye di SPBU menunggu giliran dapat solar subsidi," bebernya. Selain permasalahan angkutan cangkang sawit ke kapal tongkang, Ali mengaku, banyak cangkang di pabrik kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, dan Mukomuko tidak bisa dibawa ke Stockpile di Pelabuhan Pulau Baai. Bahkan saat ini hanya sekitar 30 truk yang bisa membawa cangkang atau mengalami penurunan dibandingkan sebelum solar langka. "Biasanya ada 60 truk yang mengantar cangkang ke sini, tapi ini bisanya 30 truk saja. Itu pun sudah banyak," terangnya. Permasalahan langkanya solar subsidi ini, harap Ali, dapat segera dibereskan. Soalnya, tidak hanya berdampak pada pelaku usaha cangkang kelapa sawi tapi pada batu bara. Jadi, harus ada penyelesaian masalah ini. Itu tadi dampaknya tidak hanya di kita saja, tapi juga di batu bara," tegasnya lagi. Area Manager Communication Relations & CSR Sumbagsel PT Pertamina Patra Niaga, Tjahyo Nikho Indrawan buru-buru bantah permasalahan solar langka. Solar subsidi tidak langka di Bengkulu, sebut Niko, hanya penyaluran dibatasi agar kuota solar cukup hingga akhir tahun 2023 di Provinsi Bengkulu. "Penyalurannya dibatasi agar kuotanya cukup hingga akhir tahun 2023," tandasnya singkat.

Dukung Transisi Energi, PLN EPI Pasok Cangkang Sawit dan Woodchip ke PLTU Sintang Tekno
Tekno
Minggu, 17 Desember 2023 | 15:14 WIB

Dukung Transisi Energi, PLN EPI Pasok Cangkang Sawit dan Woodchip ke PLTU Sintang

Jakarta, katakabar.com - Subholding PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dukung PLN Indonesia Power menjalankan pembakaran (Firing) 100 persen biomassa di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sintang Unit 1 selama 24 Jam Non Stop. Direktur Utama PLN EPI, Iwan Agung Firstantara menuturkan, PLN EPI bakal memasok kebutuhan biomassa dari cangkang sawit dan kepingan-kepingan kayu atau woodchip dari Sintang dsk. Di mana, PLN EPI sediakan stock 1000 ton cangkang kelapa sawit dan woodchip sebesar 250 ton. "PLN EPI sebagai Sub Holding Penyediaan Energi Primer mensupport pelaksanaan Firing Biomassa 100 persen ini dengan menyediakan pasokan harian cangkang kelapa sawit sebesar 150 ton dan woodchip sebesar 15 ton," kata Iwan lewat keterangan tertulis, dilansir dari laman warta ekonomi, pada Ahad (17/12). Dijelaskan Iwan, pelaksanan Firing biomassa ini butuh sebanyak 180 ton biomassa per hari. Maka, dengan volume penyediaan dan stok biomassa yang tersedia implementasi Firing biomassa 100 persen direncanakan selama 20 hari atau hingga 2 Januari 2024 nanti. "PLN EPI dukung Program Transisi Energi PLN Grup melalui program Co-Firing PLTU PLN dengan penyediaan pasokan bahan bakar biomassa dengan kualitas dan volume yang cukup," ucapnya. Hasil implementasi Firing biomassa 100 persen di hari ke dua menunjukkan hasil yang positif, seperti pemakaian rata-rata bahan bakar turun 10 persen, biaya bahan bakar turun 20 persen dan penurunan kadar emisi SOx, NOx dan CO2. PLTU Sintang Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) terletak di Kalimantan Barat untuk memasok kebutuhan listrik di Sistem Khatulistiwa, dengan daya terpasang pembangkit 3 x 7 MW. Beroperasi dari tahun 2018, dan telah melaksanakan Co-Firing Biomassa dari tahun 2021. PLTU Sintang ini jadi percontohan untuk implementasi Firing biomassa 100 persen menggunakan biomassa berkualitas tinggi dan menjadi PLTU Hybrid yang bisa secara flexible switching dari bahan bakar batubara ke bahan bakar biomassa.

Lolos Karantina, Total 9.500 Ton Cangkas Sawit Terbang ke Thailand Nasional
Nasional
Kamis, 09 November 2023 | 20:42 WIB

Lolos Karantina, Total 9.500 Ton Cangkas Sawit Terbang ke Thailand

Palembang, katakabar.com - Karantina Pertanian Palembang, Provinsi Sumatera Selatan melakukan pemeriksaan sebanyak 9.500 ton cangkang kelapa sawit hendak diekspor ke 'Negeri Gajah Putih' nama lain dari Thailand. Rencananya, produk samping pengolahan TBS menjadi Crude Palm Oil (CPO) ini digunakan pembeli di negara tersebut sebagai bahan bakar ramah lingkungan. "Cangkang sawit ini memiliki nilai mencapai Rp17,1 miliar. Setelah diperiksa, dan dipastikan bebas dari Organisme Penganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), yakni life insect," jelas Analis Perkarantinaan Tumbuhan Muda, Wita Despalina, lewat keterangan resmi Karantina Pertanian Palembang, dilansir dari laman elaeis.co, pada Kamis (9/11). Selepas itu, pejabat karantina pertanian baru menerbitkan Phytosanitary Certificate (PC) sebagai bukti cangkang sawit telah menjalani serangkaian tindakan karantina. "Tindakan yang dilkukan mulai dari pemeriksaan fisik media pembawa, alat angkut, dan pengawasan proses fumigasi, telah dilakukan sebagai pemenuhan persyaratan negara tujuan," ujarnya. Kepala Karantina Pertanian Palembang, Azhar Ismail menimpali, produk dari sawit memiliki banyak manfaat selain menjadi CPO. Misalnya cangkang sawit, dapat dimanfaatkan menjadi sumber bioenergi. "Saat ini kebutuhan bahan bakar ramah lingkungan di luar negeri sangat tinggi," ucapnya. Selain Thailand, negara yang impor cangkang sawit dari Sumatera Selatan, yakni Jepang. Usai tragedi Fukushima, negeri Sakura tersebut beralih pilihan kepada energi biomassa yang salah satunya bersumber dari cangkang sawit. Pada Januari 2023 lalu, Karantina Pertanian Palembang telah mensertifikasi 24.000 ton cangkang sawit asal Sumatera Selatan dengan nilai Rp36 miliar yang diekspor ke Jepang. "Ekspor cangkang sawit peluang yang harus dijaga kontinuitasnya. Rangkaian tindakan karantina untuk menjaga kualitas, menjadi penentu keberlanjutan ekspor sumber energi terbarukan," imbuh Azhar.

Menggali Potensi PAD Dari Cangkang Kelapa Sawit di Mukomuko Serba Serbi
Serba Serbi
Senin, 30 Oktober 2023 | 13:24 WIB

Menggali Potensi PAD Dari Cangkang Kelapa Sawit di Mukomuko

Mukomuko, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko, Provinsi Bengkulu berusaha menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perkebunan kelapa sawit, berupa pajak atau retribusi penjualan cangkang kelapa sawit. "Memang ada arah kami ke sana, ada sumber pendapatan baru dari cangkang kelapa sawit," ujar Kepala Dinas Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Mukomuko Juni Kurniadiana, di Mukomuko, kemarin, dilansir dari laman ANTARA, pada Senin (30/10). Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Mukomuko telah meminta pabrik minyak kelapa sawit menghentikan bisnis ilegalnya, yakni menjual cangkang kelapa sawit tanpa izin. "Permintaan dinas tersebut, ditindaklanjuti oleh pihak kejaksaan negeri setempat berkoordinasi dengan instansi terkait di daerah ini dan perusahaan," jelasnya. Pihaknya sudah dimintai keterangan terkait masalah tersebut, kata Juni, kalau bisa ada regulasi dari pemerintah daerah untuk menarik pajak atau retribusi penjualan cangkang sawit. Menurut Juni, pihak kejaksaan negeri sangat merespons membantu pemerintah daerah untuk meningkatkan PAD melalui berbagai sektor, termasuk sumber pendapatan baru. "Setahu kami, selama ini perusahaan membayar pajak minyak mentah kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) dan minyak inti kelapa sawit atau CPKO, belum ada pajak penjualan cangkang sawit," jelasnya. Instansinya, lanjut Juni, masih mengkaji terkait perizinan usaha penjualan cangkang sawit di daerah ini. Sementara, total 14 pabrik minyak kelapa sawit di daerah ini, dan semua pabrik ini hanya mengantongi izin penjualan minyak mentah kelapa sawit atau CPO dan minyak inti kelapa sawit atau CPKO. "Dari laporan dan pembukuannya tidak ada hasil jual beli cangkang kelapa sawit dan alasannya selalu memindahkan," bebernya. Terkait limbah pabrik berupa cangkang kelapa sawit, juni menambahkan, pabrik hanya berhak memindahkan, dan mereka memindahkan limbahnya dengan cara membayar uang transportasi angkutan kendaraan. "Kerja sama atau bermitra dengan perusahaan lain memindahkan ke tempat lain. Biaya transportasi perusahaan membayar kepada orang lain," tandasnya.

Cangkang Sawit Indonesia Berlayar Dari Parepare ke Jepang Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 06 September 2023 | 19:18 WIB

Cangkang Sawit Indonesia Berlayar Dari Parepare ke Jepang

Sulawesi Barat, katakabar.com - Bea Cukai terus berupaya optimalkan layanan kepabeanan, terutama layanan ekspor untuk meningkatkan perekonomian nasional. Usaha itu terwujud lewat pelayanan dan pengawasan ekspor Bea Cukai Parepare untuk PT Jambi Semesta Biomassa. Lihat, perusahaan itu mengekspor komoditas palm kernell shell (cangkang sawit) ke Jepang, pada Minggu (3/9) lalu "Total 10.906,66 MT cangkang sawit telah dimuat di atas kapal MV. Green Future dengan tujuan bongkar Pelabuhan Maizuru Jepang, via pelabuhan Belang-Belang Sulawesi Barat. Lewat eksportasi ini, negara meraih devisa ekspor sebanyak USD 1.254.266,59," kata Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Parepare, Muh. Daud M, dilansir dari laman Antara, pada Rabu (6/9). Selain penerimaan dari sisi devisa ujar Daud, eksportasi ini turut membantu penerimaan negara dari sisi bea keluar serta pungutan sawit sebesar Rp834 juta lebih dan Rp500 juta lebih. Ini kabar baik meningkatnya volume ekspor indonesia. Produk turunan cangkang sawit asal Indonesia tutur Daud, memang diminati oleh pasar Jepang sebagai sumber energi primer yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. "Cangkang sawit sendiri biomassa potensial yang bisa diolah menjadi produk hilir," ulasnya. Dari data Kemenperin lanjutnya, di Indonesia, potensi produksi cangkang sawit mencapai 11 juta ton per tahun, tapi masih diekspor sekitar 3,5 juta ton per tahun dalam bentuk komoditas setengah jadi. "Pasar ekspor produk industri biomassa cangkang sawit asal Indonesia diharapkan dapat berkembang untuk mendukung program hilirisasi industri kelapa sawit nasional," harapnya. Tapi, untuk mendukung perkembangan tersebut jelasnya, sekaligus menjalankan tugas kami sebagai industrial assistance dan trade facilitator, Bea Cukai Parepare terus berupaya melakukan perbaikan layanan ekspor. Hal itu termasuk dengan menyediakan program asistensi ekspor untuk para pelaku industri biomassa cangkang sawit dan memberikan pelayanan serta pengawasan ekspor yang optimal, tandasnya.