Hatabosi

Sorotan terbaru dari Tag # Hatabosi

Mantap! Hatabosi dan Sawit Berkelanjutan Tapsel Terbaik 1 I-SIM For Regencies Nasional
Nasional
Sabtu, 11 November 2023 | 17:13 WIB

Mantap! Hatabosi dan Sawit Berkelanjutan Tapsel Terbaik 1 I-SIM For Regencies

Jakarta, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara berhasil raih peringkat terbaik pertama ajang Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) Sustainable Development Goal's (SDG's) For Regencies tahun 2023 yang digelar Kementerian PPN/Bappenas bekerja sama dengan PT Surveyor Indonesia, Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), dan Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) untuk menggerakkan pembangunan berkelanjutan di kabupaten seluruh Indonesia. "Alhamdulillah, proses awal sebanyak 416 kabupaten yang ada di Indonesia ikut seleksi. Lalu, terjaring 103 kabupaten. Kami lolos Top 10, terus masuk Top 3 Program I-SIM For Regencies," ujar Bupati Tapanuli Selatan Dolly Pasaribu lewat keterangan resmi, kemarin, dilansir dari laman elaeis.co, pada Sabtu (11/11). Pemkab Tapsel meraih peringkat satu terbaik nasional Indonesia's SDGs Action Award 2023 dengan mengusung program "Hatabosi dan Kelapa Sawit Berkelanjutan, Integrasi Upaya Pelestarian SDA di Hulu dan Hilir Sungai Batang Toru". "Kami membawa Hatabosi dan FOKSBI sebagai kearifan lokal yang berjalan 120 tahun dari nenek moyang kita. Bagaimana mengalirkan air untuk memanfaatkan lahan persawahan," ceritanya. Pelestarian kearifan lokal Hatabosi mendukung pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan, ketersediaan sumber energi baru terbarukan, sekaligus rumah bagi berbagai keanekaragaman hayati, salah satunya orang utan tapanuli (Pongo tapanuliensis) spesies endemik indonesia. "Untuk Kelapa Sawit Berkelanjutan dalam bentuk 3R, yakni rewetting, revegetation dan revitalization agar sawit di lahan gambut yang rawan terbakar, produktivitas rendah, berubah menjadi lahan sawit yang dijaga ketinggian air, sehingga mengurangi emisi karbon yg sekaligus meningkatkan produksi sawit dan early warning system," bebernya. Terima kasih kepada para juri, kata Dolly, telah memberikan penilaian dan kepercayaan secara akuntabel kepada pihaknya termasuk kepada seluruh pihak yang telah bekerja maksimal hingga program kearifan lokal Hatabosi dan Sawit Berkelanjutan berhasil membawa Pemkab Tapanuli Selatan Juara Satu I-SIM For Regencies tahun 2023. Penghargaan diberikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa. Setelah Pemkab Tapsel, Kabupaten Bandung terpilih sebagai terbaik kedua, dan disusul Kabupaten Temanggung sebagai terbaik ketiga. Suharso mengatakan, melalui Konferensi Tahunan SDGs tahun ini, kita dapat meneguhkan kembali komitmen pencapaian TPB/SDGs dengan seluruh pihak berperan aktif dan berkolaborasi. "Saya mengharapkan Indonesia's SDGs Action Awards makin menguatkan motivasi seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk terus bersama-sama bekerja secara nyata dan konkret demi tercapainya target-target TPB/SDGs yang berarti tercapainya target-target pembangunan nasional," tuturnya. Direktur Utama PT Surveyor Indonesia, M. Haris Witjaksono menimpali, I-SIM For Regencies gerakan inisiatif untuk mendukung keberlanjutan multi-stakeholders guna mengelola aspek pembangunan berkelanjutan, lingkungan, sosial dan tata kelola, termasuk akselerasi pencapaian SDGs di tingkat Kabupaten. Lewat program ini, pemerintah Kabupaten dapat mengungkapkan data dan mengukur capaian dalam akselerasi performa capaian tersebut. "Selamat kepada tiga kabupaten terbaik dan terima kasih serta apresiasi yang tinggi kepada seluruh pemerintah kabupaten yang telah mengikuti setiap tahapan dari proses awarding I-SIM for Regencies," katanya. Berkaca pada proses yang telah dijalani, sambung Haris, maka tanggung jawab capaian SDG's tidak hanya bertumpu pada program yang digelar pemerintah, tapi perlu peran serta stakeholder pada tingkat tapak untuk membangun kolaborasi yang baik agar terjadi akselerasi pencapaian setiap indikatornya. "Di sini peran Surveyor Indonesia untuk memberikan inspirasi setiap unsur anak bangsa harus mampu memberikan kontribusi positif kepada perusahaan, masyarakat, dan negara. SDGs harus menjadi gerakan bersama," tegasnya. Menurut Harris, penilaian yang dilakukan bisa memberikan bantuan dari pihak lain agar bisa mendanai program-program yang berkelanjutan. Salah satunya, melalui program-program TJSL yang dilaksanakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). "Ini bisa digunakan badan-badan usaha, salah satunya BUMN dalam konteks kita membuat program, disebut program matching. Antara pemerintah kabupaten dan kota, serta target-target dalam penyusunan TJSL," sebutnya. Harapannya, program TJSL kita bisa nyambung dengan program pemerintah kabupaten dan kota, dan selanjutnya akan dimonitor capaiannya seperti apa. Nah, capaian ini bagian dari kontribusi BUMN, bagian dari ESG dari BUMN itu sendiri," tandasnya.

Cerita Hatabosi Kearaifan Lokal dan Sawit Berkelanjutan Masuk Top 10 Nasional I-SIM Nasional
Nasional
Rabu, 01 November 2023 | 20:47 WIB

Cerita Hatabosi Kearaifan Lokal dan Sawit Berkelanjutan Masuk Top 10 Nasional I-SIM

Jakarta, katakabar.com - Hatabosi komunitas masyarakat yang mendiami Desa Haunatas, Tanjung Dolok, Bonan Dolok, dan Dusun Siranap di Desa Aek Sabaon, berada di hulu Sungai Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Hatabosi sebuah kearifan lokal dari 120 tahun lampau masih memanfaatkan dan mengelola air untuk persawahan di Kabupaten Tapanali Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Di sana, Forum Komunikasi Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (FoKSBI) menjalankan program Sawit Berkelanjutan. Berkat capaian itu mengantarkan Kabupaten Tapanuli Selatan top 10 nasional integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) for Regency Award 2023. Itu setelah melewati proses validasi dan verifikasi lapangan. Tim juri I-SIM Award mengundang Bupati Tapani Selatan, Dolly Pasaribu ke Jakarta untuk mempersentasikan program unggulan sedang dijalankan daerahnya. Presentasi berlangsung di Gedung Graha Surveyor Indonesia, pada Senin (30/10) lalu. Di momen itu, Dolly memaparkan integrasi pelestarian hulu hingga hilir Sungai Batangtoru lewat kearifan lokal masyarakat Hatabosi dan Program Sawit Berkelanjutan yang dijalankan Forum Komunikasi Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (FoKSBI). Hatabosi komunitas masyarakat yang mendiami Desa Haunatas, Tanjung Dolok, Bonan Dolok, dan Dusun Siranap di Desa Aek Sabaon. Hatabosi berada di hulu Sungai Batangtoru. FoKSBI Tapanuli Selatam sudah berhasil membina 597 petani kelap sawit mandiri di kawasan hilir Sungai Batangtoru hingga memperoleh sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Mereka mengelola 859,51 hektar lahan sawit secara berkelanjutan. “Terimakasih kepada panitia I-SIM yang telah memberikan kesempatan kepada Tapanuli Selatan. Inilah Hatabosi dan FoKSBI sebagaimana yang kami bersama masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya lakukan selama ini di sana,” ujar Dolly lewat keterangan resmi, dilansir dari laman elaeis.co, pada Rabu (1/11). Hatabosi, cerita Dolly, kearifan lokal sejak 120 tahun lalu memanfaatkan dan mengelola air untuk persawahan. “Pemanfaatan Sungai Batangtoru lewat pengaturan air Hatabosi ini mengairi sawah seluas 300 hektar. Secara otomatis moyang kami menjaga 5000 hektar hutan cagar alam Sibual-buali habitat keanekaragaman hayati termasuk satwa endemik, orang utan pongo Tapanuliencies,” jelasnya. Menurutnya, untuk pelestarian penanaman Sawit Berkelanjutan di Kecamatan Muara Batang Toru, sekitar 33 perswn dari lebih 16 ribu hektar lahan gambut sudah ditanami sawit petani mandiri. Tapi, masyarakat bersama pemerintah tetap berkomitmen bahwa keberadaan kelapa sawit tetap menjaga kelestarian gambut. Lahan gambut dijaga tetap basah di tengah kebun sawit yang ada. Ini menjadi solusi untuk mengatasi ketersedian air di daerah dan sangat berpengaruh pada sektor pertanian lainnya. “Guna penjagaan lingkungan dan produktivitas sawit, masyarakat menerapkan 3R. Pertama Rewetting dengan tujuan membuat lahan tetap basah dan diatur ketinggian airnya agar akar sawit tidak tergenang. Terus, Revegetation dengan menanam jelutung di sela-sela tanaman kelapa sawit, dan Revitalitation dengan usaha masyarakat seperti ternak lele,” bebernya. Diketahui, I-SIM adalah gerakan untuk meningkatkan akselerasi ketercapaian Sustainable Development Golds (SDGs) kabupaten dan kota pada tahun 2030 serta mendorong kapasitas pemerintah daerah untuk menerapkan standar keberlanjutan internasional. Untuk masuk ke posisi top 10, Tapanuli Selatam bersaing dengan 400 kabupaten se Indonesia yang terdaftar dalam program I-SIM for Regencies 2023. Di mana 9 kabupaten lain yang lolos ke penjurian akhir I-SIM for Regencies 2023, meliputi Tapanuli Utara, Karo, Sinjai, Bandung, Temanggung, Bantul, Bogor, Gowa, dan Magelang. Tim juri I-SIM 2023, yakni DR (Cand) Billy Mambrasar (duta DGs/Staf Presiden), Dr Hendricus A. Simarmata (Presiden of Indonesian Association of Urban and Regional Planners/IAP), Prof. Zuzi Anna, MSi (Direktur SDGs Center Universitas Padjajaran), dan Dr Vivi Yulaswati (Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam) selaku Ketua Tim Pelaksana Nasional SDGs.