Industri Sawit
Sorotan terbaru dari Tag # Industri Sawit
Kala Industri Sawit Capai Titik Jenuh di Sumut, Pengamat Sebut Investor Baru Sulit Masuk
Medan, katakabar.com - Industri kelapa sawit dinilai telah mencapai titik jenuh di Sumatera Utara. Situasi dan kondisi atau Sikon ini tentu membuat daerah yang dipimpin Bobby Nasution sulit menarik investor baru, dan mesti mengandalkan kekuatan ekonomi sendiri. Demikian disampaikan Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin dilansir dari laman mistar.id, Ahad (26/10). Di Sumatera Utara, ujar Gunawan, industri saat ini mayoritas terfokus pada pengolahan sumber daya alam, seperti sawit, karet, kakao, dan kopi, dengan kelapa sawit sebagai primadona. “Industri kelapa sawit saat ini sudah mengalami titik jenuh. Lantaran serapan produk minyak kelapa sawit stabil dan cenderung naik tipis belakangan ini,” ucap Gunawan, Jumat (24/10) lalu. Kondisi ini terlihat dari produksi Crude Palm Oil (CPO) yang relatif tidak banyak berubah. Meski industri pengolahan utama tengah jenuh, Gunawan melihat adanya peluang investasi terbatas, yakni pada pengembangan biodiesel. Ada peluang pengembangan biodiesel yang bisa ditawarkan ke investor asing karena domestic demand-nya cukup menjanjikan. Penerapan biodiesel untuk campuran BBM sangat potensial karena dibarengi dengan kebijakan politis pemerintah,” terangnya. Ditegaskan Gunawan, bakal sulit menarik investasi baru di tengah kejenuhan industri. Ia mengutip pernyataan Menkeu RI, Purbaya yang menyebut investor datang untuk menikmati pertumbuhan, bukan menciptakan pertumbuhan. Hal ini menandakan realisasi investasi di Sumut pada tahun ini dan tahun depan akan lebih banyak mengandalkan perusahaan yang sudah mapan atau pembiayaan dari perbankan.
Multi Pihak Dorong Kesetaraan gender dan Praktik Kerja Inklusif Industri Sawit
Samarinda, katakabar.com - Kabupaten Paser dan Kutai Timur jadi pilot projeck kolaborasi multi pihak dorong kesetaraan gender, perlindungan perempuan, dan praktik kerja inklusif di industri sawit. Adalah Solidaridad bersama Jaringan Ketenagakerjaan Sawit Berkelanjutan (JAGASAWITAN), sebuah inisiatif bersama antara Jejaring Serikat Pekerja/Serikat Buruh Sawit Indonesia (JAPBUSI) dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), inisiasi sebuah sinergi multi-pihak. Sinergi ini bertujuan mendorong kesetaraan gender, perlindungan perempuan, dan praktik kerja inklusif di industri sawit. Sinergi ini diimplementasikan melalui program Powerrr, yakni Kesetaraan Perempuan dan Kelapa Sawit melalui Sumber Daya, Hak, dan Keterwakilan di Indonesia. Program ini menjadikan Kalimantan Timur, dengan fokus utama di Kabupaten Paser dan Kutai Timur, sebagai pilot project percontohan nasional. Keberhasilan model yang dikembangkan di sini diharapkan dapat menjadi cetak biru untuk transformasi praktik kerja yang lebih luas di industri sawit Indonesia. Peluncuran program ini sangat relevan dengan momentum transformasi ekonomi Kalimantan Timur, yang menjadikan sektor sawit berkelanjutan sebagai salah satu pilar strategisnya. Di tengah upaya daerah memenuhi standar keberlanjutan global (RSPO) dan nasional (ISPO), isu sosial dan ketenagakerjaan, khususnya terkait posisi pekerja perempuan, masih menjadi tantangan serius. Program POWERRR hadir untuk menjawab tantangan tersebut, sekaligus memperkuat narasi positif industri sawit. Program ini hadir untuk mengatasi tantangan mendesak di Kalimantan Timur, di mana sektor sawit masih menghadapi segregasi gender di pasar kerja. Perempuan seringkali menjadi mayoritas pekerja harian lepas (BHL), tidak diakui secara formal sebagai 'petani'. Akibatnya, mereka sulit mengakses kepemilikan lahan, serta menghadapi risiko kesehatan kerja (K3), upah tidak setara, dan kekerasan berbasis gender (GBV). Country Manager Solidaridad Indonesia, Yeni Fitriyanti, menyatakan kolaborasi ini momentum penting untuk beralih dari sekadar wacana menjadi aksi konkret. “Kami memulai dari Kalimantan Timur, khususnya Paser, sebagai pilot untuk menciptakan model yang teruji. Fokus kami pada '3R', yakni Resources, Rights, and Representation, bertujuan memastikan petani dan pekerja perempuan di rantai pasok kelapa sawit Kaltim memiliki akses setara terhadap sumber daya, hak-hak mereka di tempat kerja dilindungi, dan suara mereka terwakili dalam pengambilan keputusan,” ucap Yeni, dilansir dari laman agrofarm.co.id, Jumat (24/10) sore. Kata Yeni, ini bukan hanya tentang keadilan sosial, tetapi tentang meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan industri sawit, yang terhubung langsung dengan pemenuhan standar ISPO dan RSPO. Model percontohan di Kalimantan Timur ini akan menjadi landasan untuk penguatan sawit berkelanjutan di seluruh Indonesia. Dukungan penuh datang dari mitra strategis, yakni Sumarjono Saragih, Presidensi JAGASAWITAN, sekaligus Ketua GAPKI Bidang Pengembangan SDM, menegaskan meski industri sawit adalah pilar ekonomi penting, sektor ini tidak bisa menutup mata terhadap tantangan sosial. “Kegiatan ini adalah langkah konkret untuk menyatukan pemahaman dan membangun sinergi. GAPKI terbuka dan aktif berkolaborasi dengan multipihak; termasuk dengan mitra terbaru kami, Solidaridad. Kami memulai inisiatif baru ini untuk memastikan adanya kesetaraan dan keadilan gender. Hak pekerja perempuan harus dipenuhi, dihormati, dan mereka terhindar dari kekerasan. Dengan cara itu, akan terwujud sawit Indonesia ramah perempuan yang merupakan indikator penting dalam sawit berkelanjutan,” tegasnya. Di sisi lain, Sumarjono mengutarakan serikat pekerja bukan hanya mitra dialog sosial, tetapi aktor penggerak perubahan di tingkat kebun. “Kami berkomitmen untuk memastikan suara perempuan pekerja sawit dan perempuan petani sawit didengar dalam setiap proses pengambilan keputusan yang menyangkut kesejahteraan mereka,” jelasnya. “Melalui program Powerrr, kami akan memperkuat kapasitas serikat di tingkat perusahaan agar dapat mengintegrasikan perspektif gender ke dalam perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan mekanisme perlindungan dari kekerasan dan pelecehan di tempat kerja,” imbuhnya. Peluncuran program ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan strategis, termasuk perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinas PPPA), Dinas Tenaga Kerja, dan Dinas Perkebunan dari tingkat Provinsi Kaltim, Kabupaten Paser, dan Kutai Timur. Turut hadir pula perwakilan dari GAPKI, serikat pekerja F HUKATAN, 15 perusahaan kelapa sawit, serta organisasi masyarakat sipil. Program Powerrr dirancang untuk menjangkau, memberi manfaat, dan memberdayakan secara langsung 3.500 perempuan di rantai pasok kelapa sawit Kalimantan Timur, dengan fokus khusus pada mereka yang berasal dari kelompok terpinggirkan. Target ini terbagi menjadi 1.500 petani perempuan dan 2.000 pekerja perempuan. Seluruh 3.500 perempuan ini akan menerima pelatihan literasi keuangan dari Syngenta, Solidaridad, dan anggota konsorsium Powerrr lainnya, seperti Perempuan Mahardika dan Pusat Studi Gender/PSG Universitas Mulawarman, Kalimantan Timur.
Digitalisasi Dorong Kinerja Industri Sawit Penopang Ekonomi Rakyat
Palu, katakabar.com - Suka tidak suka, dan mau tidak mau, serta harus diakui digitalisasi telah masuk ke semua lini dan sektor, termasuk sektor kelapa sawit. Digitalisasi ini penting mendorong kinerja industrialisasi kelapa sawit salah satu sektor penopang ekonomi pemerintah dan masyarakat. Beranjak dari situ, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Sulawesi gelar Celebes Forum 2025. “Digitalisasi menjadi salah satu solusi untuk mempercepat proses dalam industri perkebunan sawit,” tutur Ketua GAPKI Cabang Sulawesi, Dony Yoga Perdana di Palu, dilansir dari laman sawitsetara.co, Kamis sore. Ia meyakini teknologi bisa berdampak positif, kalau dikembangkan lebih baik lagi di industri kelapa sawit secara berkelanjutan. Di mana 70 persen anggota GAPKI Sulawesi, telah menerapkan proses digitalisasi dalam industri perkebunan kelapa sawit. “Saat ini sudah mulai dari proses panen, merawat, mengolah sudah banyak menggunakan digitalisasi,” cerita Dony. Diketahui, digitalisasi proses mengubah informasi dari bentuk analog (tercetak, audio, video) atau proses manual menjadi bentuk digital menggunakan teknologi. Proses ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, aksesibilitas, dan kolaborasi dalam berbagai bidang seperti bisnis, pemerintahan, dan kehidupan sehari-hari. Contoh penerapannya meliputi pembayaran digital, perpustakaan digital, dan otomatisasi proses bisnis. Menurutnya, pemerintah terus memperkuat strategi hilirisasi industri sebagai langkah kunci dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Salah satu fokus utamanya adalah pada komoditas kelapa sawit, yang dinilai memiliki potensi besar untuk mendorong diversifikasi produk turunan dan memperkuat peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di dalam negeri. Staf Ahli Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dida Gardera, menegaskan pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 8 persen pada tahun 2029. Untuk mencapai ambisi tersebut, strategi percepatan hilirisasi industri menjadi kunci, terutama pada sektor komoditas strategis seperti kelapa sawit. “Komoditas kelapa sawit menjadi salah satu fokus utama pemerintah untuk mendorong percepatan hilirisasi produk turunan,” timpal Dida. Diversifikasi produk hilir sawit, sebut Dida, tidak hanya berdampak pada peningkatan nilai tambah dan keuntungan finansial, tetapi juga menyentuh aspek strategis lain, seperti ketahanan energi, penghematan devisa, hingga kontribusi terhadap isu lingkungan global. Salah satu contoh konkret dari upaya tersebut adalah penerapan program biodiesel berbasis sawit yang kini telah memasuki tahap B40, yakni campuran 40 persen biodiesel dalam solar. Program ini diproyeksikan menyerap crude palm oil (CPO) hingga 15,6 juta kiloliter.
Nyata! PalmCo: Industri Sawit Bisa Seirama dengan Areal Konservasi Tinggi Hingga Satwa Langka
Jambi, katakabar.com - Sub Holding PTPN III (Persero), PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo, menegaskan komitmennya menjaga keanekaragaman hayati, dan kelestarian satwa langka melalui pengelolaan kawasan hutan bernilai konservasi tinggi (High Conservation Value/HCV). Perusahaan sawit ini mengelola lebih dari 14.000 hektare kawasan HCV yang tersebar di 96 lokasi di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Kawasan tersebut menjadi habitat penting bagi flora fauna langka dan terancam punah, seperti Gajah Sumatera, Harimau Sumatera, serta berbagai jenis primata, unggas, dan tumbuhan endemik lainnya. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyatakan orientasi bisnis perusahaan tidak hanya berfokus pada efisiensi dan profitabilitas, tetapi pada keberlanjutan jangka panjang. “Kami percaya pertumbuhan ekonomi harus berjalan selaras dengan kelestarian alam, karena masa depan perusahaan juga bergantung pada kesehatan ekosistem,” ujarnya. Diceritakan Jatmiko, sejak awal hingga saat menerapkan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) sekitar dua dasawarsa lalu, PalmCo telah menjalankan prinsip NDPE (No Deforestation, No Peat, No Exploitation) sebagai panduan utama operasionalnya. Prinsip tersebut menjadi landasan bagi perusahaan dalam mengelola perkebunan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. PalmCo mencatat nihil kasus kebakaran di seluruh arealnya. Termasuk di lahan gambut seluas 13.694,98 hektare, berkat penerapan kebijakan tanpa bakar (zero burning policy) di seluruh wilayah kerja. “Sejak awal kami komit zero burning. Jadi sampai kapanpun, PalmCo akan bebas bakar dalam segala operasinya,” tegasnya. Sebagai upaya konservasi satwa, PTPN IV PalmCo telah menjalankan sejumlah inisiatif pelestarian sejak beberapa tahun terakhir. Salah satunya adalah pengalokasian 50 hektare area perkebunan di Pesikaian, Indragiri Hulu, Riau, sebagai zona konservasi Gajah Sumatera. Perusahaan bekerja sama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau untuk menciptakan jalur aman dan rumah singgah bagi Gajah Sumatera. “Program ini juga melibatkan penanaman pakan alami dan pembentukan tim tanggap darurat konflik satwa,” bebernya. Selain di Riau, PalmCo kini memperluas komitmennya ke Pulau Kalimantan melalui dukungan terhadap program rehabilitasi Orangutan, yang dijalankan bersama lembaga konservasi dan masyarakat sekitar. Perlindungan area HCV, dukungan terhadap rehabilitasi orangutan, dan kolaborasi dengan lembaga konservasi adalah wujud integrasi aspek lingkungan dan sosial di setiap rantai nilai bisnis. Jatmiko menegaskan seluruh upaya tersebut merupakan bagian dari strategi besar PalmCo dalam membangun industri sawit yang berkelanjutan.
Permintaan Global Meningkat: Industri Sawit Dituntut Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan
Jakarta, katakabar.com - Deputy Secretary General Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC), Dr. Musdhalifah Machmud, saat diskusi 2nd International Palm Oil Research and Innovation Conference (IPORICE) 2025 di Jakarta, menyatakan permintaan minyak sawit global saat ini meningkat seiring pemulihan ekonomi global. Tetapi peluang ini bisa dimanfaatkan secara optimal, bila industri sawit bertransformasi lebih ramah lingkungan, dan berkelanjutan. “Permintaan kelapa sawit dunia saat ini melonjak. Ini peluang besar, tetapi hanya bisa berkelanjutan melalui transformasi sawit ramah lingkungan,” kata Dr. Musdhalifah, dilansir dari laman media perkebunan.id, Jumat siang. Dijelaskannya, negara produsen kelapa sawit harus mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian hutan. Data terbaru menunjukkan Indonesia masih memiliki 63 persen tutupan hutan, Malaysia 62 persen, Kolombia 68 persen, Kongo 69 persen, dan Nigeria 23 persen. Angka ini membuktikan perkebunan sawit tidak serta merta identik dengan deforestasi. “Tidak terbukti sawit merusak hutan, justru membantu ekonomi masyarakat sekitar,” ulasnya. Menurutnya, isu keberlanjutan mesti ditegaskan melalui keunggulan siklus produksi kelapa sawit. Dengan masa produktif hingga 25 tahun hanya dari satu kali penanaman, sawit dinilai lebih efisien dibanding tanaman minyak nabati lain. Selain itu, kata Dr. Musdhlifah, perkembangan teknologi telah memungkinkan pemanfaatan limbah cair maupun padat menjadi produk bernilai tambah. “Kalau kita bicara green economy, maka palm oil merupakan produk green economy,” ucapnya. Soal tudingan hilangnya keanekaragaman hayati akibat perkebunan sawit, ia menepis klaim tersebut dengan menekankan populasi satwa endemik seperti gajah di Indonesia relatif stabil meski perkebunan berkembang. Dari 2014 silam, Indonesia telah mengembangkan skema sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) untuk memastikan praktik perkebunan memenuhi standar keberlanjutan. Lalu, Dr. Musdhalifah soroti tantangan baru dari kawasan Amerika Latin yang mulai melirik kelapa sawit sebagai komoditas unggulan. Lantaran itu, penting bagi negara-negara produsen untuk menunjukkan bahwa minyak sawit dapat dikembangkan tanpa mengganggu lingkungan. “Kalau ada pihak yang menyebarkan isu deforestasi, kita tunjukkan datanya,” tegasnya. Ia menutup paparannya dengan ajakan kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan lembaga penelitian nasional.
BPDP, PASPI dan Himasep Bedah Buku Kupas Tuntas Fakta Industri Sawit di Universitas LM
Banjarbaru, katakabar.com - Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian atau Himasep Universitas lambung Mangkurat, bekerja sama dengan Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute atau PASPI, dan Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP, gelar acara bedah, dan diseminasi buku, serta lomba berfokus pada industri minyak sawit Indonesia. Kegiatan itu bertujuan untuk meluruskan persepsi dan menegaskan perannya yang krusial bagi kesejahteraan bangsa. Acara yang berlangsung di Gedung Serbaguna Universitas Lambung Mangkurat ini menjadi wadah bagi para ahli dan pelaku industri untuk mengupas tuntas fakta di balik berbagai isu terkait sawit, sekaligus menyebarluaskan informasi penting kepada masyarakat. Wakil Rektor Universitas Lambung Mangkurat sekaligus anggota Komite Penelitian dan Pengembangan BPDP, Dr. Ir. Arief Rahmad Maulana Akbar, membuka wawasan. Ia mengingatkan mitos dan fakta akan selalu berdampingan. Tapi, sawit adalah komoditas yang luar biasa efisien dan menjadi sumber pendapatan utama bagi banyak orang, bahkan menjadi penghasil minyak terbesar di dunia. "Tantangannya kini, bagaimana pemerintah, dan semua pihak bisa mengelolanya dengan lebih efektif agar potensi ini tidak sia-sia," ujarnya, dilansir dari laman Duta TV, Senin (22/9) siang. Prof. Dr. Ir. Ika Sumantri, S.Pt., M.Si., M.Sc., IPM, dari Fakultas Pertanian ULM, aminkan Wakil Rektor Universitas Lambung Mangkura. Ia menegaskan industri sawit punya peran besar menjaga ketahanan pangan, dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. "Seminar ini bisa membuka mata kita semua akan kontribusi nyata sawit dibandingkan komoditas lain," harapnya. Sedang Helmi Muhansyah, Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, membeberkan data yang mencengangkan. Minyak sawit adalah pahlawan di balik surplus neraca non-migas Indonesia, sekaligus penyelamat devisa negara. Selain itu, kata Helmi, BPDP punya program keren untuk UMKM di sektor sawit, mulai dari membantu ekspor produk hasil inkubasi bisnis hingga meluncurkan Katalog UMKM Sawit 2025. Ini semua demi memberdayakan ekonomi masyarakat kecil!
Mahasiswa Politeknik Aceh Ikuti Kuliah Umum Industri Sawit Dari BPDPKS
Banda Aceh, katakabar.com – Total 400 mahasiswa Politeknik Aceh mengikuti kulian umum disampaikan Kepala Divisi Program Pelayanan, Direktorat Penyaluran Dana BPDPKS, Arfie Thahar di aula Kampus Politeknik Aceh, di pekan kedua Februari 2024 lalu. Kegiatan itu, bagian dari upaya Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) terus melakukan sosialisasi sawit baik kepada masyarakat. Direktur Politeknik Aceh, Hilmi yang buka acara, diikuti perwakilan dari Dinas Perkebunan Aceh, GAPKI Aceh dan KADIN Aceh selaku perwakilan dunia usaha. Pada kuliah umum, Arfie Thahar bahas tentang peran industri kelapa sawit di sektor perekonomian Indonesia. Pengetahuan diberikan kepada mahasiswa Politeknik Aceh tentang praktik semangat sawit baik, kata Thahar, itu tujuannya. Apalagi kegiatan ini bertepatan dengan monitoring dan evaluasi terhadap penerima beasiswa pengembangan SDM PKS tahun 2023, di mana Politeknik Aceh salah satu kampus mitra di Aceh untuk penyelenggara beasiswa sawit dari BPDPKS. Menurutnya, penting peran industri kelapa sawit di bidang perekonomian Indonesia. Sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia, Indonesia berharap dapat memproduksi lebih dari 50 juta ton minyak sawit pada tahun 2025. Hal ini bakal memberikan lebih banyak pasokan untuk industri makanan, termasuk minyak goreng dan makanan berbasis minyak sawit serta bioenergi untuk domestik dan ekspor pasar global. Selain itu, Arfie mengulas capaian, manfaat dan penyaluran dana untuk program SDM sawit baik untuk kegiatan pelatihan dan beasiswa meningkat sangat signifikan. Direktur Politeknik Aceh, Hilmi menjabarkan beasiswa sawit yang dibiayai BPDPKS diharapkan dapat memberikan manfaat luas, baik bagi industri kelapa sawit, pemerintah, masyarakat, maupun kalangan petani sawit itu sendiri. “Saya berharap ke depan Politeknik Aceh dipercaya untuk mengelola beasiswa SDM PKS lebih banyak lagi,” sebut Hilmi, dilansir dari laman serambinews.com, pada Ahad (10/3) lalu. Kuliah umum ini dihadiri Darmansyah Basyaruddin dan Sri Gunawan selaku Komite Pengembangan SDM PKS, serta Sulthan M Yusa, Rangga Rahmananda, Lucki Bagus S dari Tim BPDPKS.
Semarak UKMK BPDPKS Medan, CEO Sm-art Batik: Ada Dua Potensi Proses Pembuatan Batik
Medan, katakabar.com - CEO Sm-art batik, Miftahudin Nur Ihsan, yang didaulat jadi narasumber talkshow Peluang Usaha berbasis UKMK Sawit di kegiatan Semarak UKMK Sawit menceritakan perjalanan pengembangan batik sawit, mulai bertemu dengan BPDPKS hingga berbagai upaya dan progres yang dilakukan untuk pengembangan industri batik sawit. Menurut pengusaha muda asal Kota Yogyakarta tersebut, ada setidaknya dua potensi dari industri sawit yang dapat dioptimalkan untuk proses pembuatan batik. “Hasil industri sawit hingga kini setidaknya dapat diolah menjadi lilin batik dan pewarna batik. Kami saat ini masih terus melakukan riset untuk pemanfaatan hasil industri sawit di industri batik,” ulas Alumni UNY dan UGM tersebut. Kepala Divisi UKMK, Helmi Muhansah, memberikan apresiasi terkait progres perjalanan Sm-art Batik selama 7 bulan ini menjadi mitra BPDPKS. “Kami sangat mengapresiasi mas Ihsan dan Sm-art Batik yang terus menunjukkan progres dalam pengembangan industri batik sawit. Harapannya dapat diikuti setiap UKMK yang menjadi mitra kami, agar hilirisasi produk sawit dapat lebih optimal," jelasnya. Di akhir sesi, Ihsan memberikan pesan untuk peserta agar dapat terus belajar dan menggali potensi dari tanaman dan industri sawit, sehingga nantinya serapan sawit dalam negeri meningkat dan banyak UKMK-UKMK Sawit baru bertumbuh yang dapat menambah serapan tenaga kerja. “Mari kita bersama terus menggali potensi sawit dalam negeri, mari mulai berwirausaha berbasis produk turunan sawit dan terus kampanyekan kebaikan sawit," imbau penerima beasiswa LPDP tersebut. Diketahui,Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) gelar rangkaian kegiatan Semarak UKMK Sawit di Gedung Keuangan Negara, Medan pada 28 Februari hingga dengan 1 Maret 2024 lalu. Kegiatan ini buah kolaborasi antara BPDPKS dengan Kemenkeu Satu Sumatera Utara yang diikuti UKMK Mitra BPDPKS UKMK sawit mewakili Asosiasi Petani Sawit, yakni dari ASPEKPIR, Apkasindo, Apkasindo Perjuangan, SPKS, Samade, dan Santriprenur UKMK Sawit, serta mitra UKMK dari berbagai Perguruan Tinggi. Salah satu rangakaian di kegiatan Semarak UKMK Sawit Talkshow Peluang Usaha berbasis UKMK Sawit, yang menghadirkan tiga narasumber, CEO Sm-art Batik, perwakilan dari LPEI, dan Pokja UMKM Kemenkeu Satu.
BPKP Minta Pemda Papua Perbaiki Tata Kelola Sawit Sesuai Hasil ATT
Manokwari, katakabar.com - Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Papua memperbaiki tata kelola industri kelapa sawit sesuai hasil Audit Tujuan Tertentu (ATT) Permintaan perwakilan BPKP itu terungkap saat Focus Group Discussion (FGD) atas Hasil Audit Tujuan Tertentu (ATT) atas Tata Kelola Industri Kelapa Sawit dan Optimalisasi Penerimaan Negara Tahun 2023, di wilayah Provinsi Papua Barat dan Provinsi Papua Barat Daya secara hybrid (luring dan daring). Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Papua Barat, Lepot Setyanto buka acara secara resmi itu. Menurutnya, tata kelola industri kelapa sawit dan optimalisasi penerimaan negara harus ditingkatkan dan dilakukan secara maksimal. "Kita sokong Pemerintah Daerah (Pemda) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta instansi terkait lainnya agar dapa menindaklanjuti hasil audit yang telah dilakukan BPKP," ujar Lepot lewat keterangan resmi Kominfo BPKP Pabar, kemarin, dilansir dari laman elaeis.co, pada Jumat (15/12). Kami minta komitmen dan kesungguhan dari Bapak Ibu, kata Lepot, untuk dapat menindaklanjuti hasil audit. Kita sama-sama memiliki niat baik agar tata kelola industri kelapa sawit menjadi lebih baik, dapat memberikan hasil yang optimal sehingga masyarakat di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya dapat merasakan manfaat dari industri kelapa sawit,” jelasnya. Diketahui, Provinsi Papua Barat dan Provinsi Papua Barat Daya miliki areal perkebunan kelapa sawit rakyat seluas 10.294,60 hektar. Di kedua provinsi itu terdapat 11 perusahaan perkebunan kelapa sawit dengan areal kebun seluas 65.641,60 hektar. Peserta FGD secara langsung (luring), Kanwil Badan Pertanahan Nasional Provinsi Papua Barat, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Papua Barat, DPMPTSP Kabupaten Manokwari, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manokwari, Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah XVII Manokwari, serta Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum LHK Wilayah Maluku dan Papua. Sedang, peserta FGD secara daring melalui aplikasi zoom, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Maybrat, Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Dinas Pertanian Kabupaten Teluk Bintuni, Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Sorong, DPMPTSP Kabupaten Teluk Bintuni serta Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak.
Anak Petani Lulusan Beasiswa BPDPKS Balik Kampung Kembangkan Industri Sawit
Pekanbaru, katakabar.com - Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Riau, Djono Albar Burhan mengapresiasi program beasiswa Sumber Daya Manusia (SDM) kelapa sawit yang masih terus berlanjut. Program yang didanai Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) saat ini telah membantu ribuan anak petani sawit untuk mengenyam pendidikan yang lebih baik. "Kami sangat apresiasi BPDPKS konsisten program beasiswa dari tahun ke tahun menjadi wadah bagi anak petani kelapa sawit untuk mengemban pendidikan yang lebih baik," ujar Djono dikutil dari laman elaeis.co, pada Selasa (5/9). Kata Djono, anak-anak Riau yang terpilih dan menerima beasiswa kelapa sawit belajar dengan baik dan meningkatkan kemampuan diri. "Harapannya, setelah lulus mereka bisa kembali ke kampung halaman dan mengembangkan daerah asal menggunakan ilmu-ilmu yang telah diserap selama masa pendidikan," serunya. Dengan begitu sambungnya Djono, diyakini dapat membantu meningkatkan industri kelapa sawit secara signifikan dan mendorong pentani kelapa sawit menuju intensifikasi dengan meningkatkan produktivitas dengan lahan yang ada. Endingnya dapat membantu meningkatkan kesejahteraan dari petani kelapa sawit, khususnya orang-orang tua mereka," sebutnya.