Kegiatan Didanai DBH Sawit Dievaluasi di Kalimantan Barat Sawit
Sawit
Jumat, 06 Desember 2024 | 13:34 WIB

Kegiatan Didanai DBH Sawit Dievaluasi di Kalimantan Barat

Pontianak, katakabar.com - Pemerintah Provinsi atau Pemprov Kalimantan Barat gelar rapat Pembahasan Kegiatan Dana Bagi Hasil atau DBH Sawit Tahun Anggaran 2024 dan Usulan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) DBH Sawit Tahun Anggaran 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Rapat Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Barat. Asisten Perekonomian dan Pembanguan, ignasius yang pimpin kegiatan, didampingi Damianus Kans Pangaraya MSc selaku Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Barat.

Sanggau Contoh Pembelajaran RAN KSB di Kalimatan Barat Sawit
Sawit
Jumat, 29 November 2024 | 20:10 WIB

Sanggau Contoh Pembelajaran RAN KSB di Kalimatan Barat

Pontianak, katakabar.com - Kabupaten Sanggau menjadi contoh pembelajaran Rencana Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan atau RAN KSB, sekaligua akselerasi penyusunan Rencana Aksi Daerah atau RAD KSB di Provinsi Kalimantan Barat. Itu diketahui saat sosialisasi Inpres Nomor 6 tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAN KSB), sekaligus akselerasi penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD KSB)” digelar di Pontianak, Kalimantan Barat.

Siap-siap! Dua Pabrik Minyak Makan Merah Bakal Beroperasi di Kalimantan Barat Sawit
Sawit
Minggu, 03 November 2024 | 16:05 WIB

Siap-siap! Dua Pabrik Minyak Makan Merah Bakal Beroperasi di Kalimantan Barat

Pontianak, katakabar.com - Pabrik minyak makan merah bakal dibangun sekaligus dua di Provinsi Kalimantan Barat. Pabrik minyak makan merah pertama dibangun di Desa Palem Jaya, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau. Peletakan batu pertama telah dilakukan, Jumat (4/10) lalu.

Gokomodo Tambah 5 Cabang 'Toko Tani Modern' di Kalimantan Barat Lifestyle
Lifestyle
Senin, 16 September 2024 | 18:06 WIB

Gokomodo Tambah 5 Cabang 'Toko Tani Modern' di Kalimantan Barat

Kalbar, katakabar.com - Setelah cabang ketiga dibuka di Nanga Tayap, Gokomodo luncurkan 5 cabang GokoMart baru lagi di beberapa daerah Kalimantan Barat di sepanjang bulan Juli 2024 lalu. Cabang Balai Karangan, Tayan dan Ngabang resmi beroperasi di pekan pertam Juli 2024, disusul cabang Sosok dan Mukok di pekan keempat Juli 2024. Penambahan secara masif cabang “toko tani modern serba ada” ini bentuk komitmen Gokomodo untuk meningkatkan produktivitas agrikultur daerah melalui distribusi agri-input berkualitas yang merata, yang sebelumnya telah bekerja sama dengan lebih dari 1100 Toko Tani dan KUD hingga 9 provinsi di Indonesia.

Dinilai Berkontribusi Tingkatkan Produksi Sawit PTPN IV Regional V Diganjar Penghargaan Sawit
Sawit
Minggu, 18 Februari 2024 | 12:05 WIB

Dinilai Berkontribusi Tingkatkan Produksi Sawit PTPN IV Regional V Diganjar Penghargaan

Kalimantan Barat, katakabar.com - PT Perusahaan Nusantara IV Regional V diganjar penghargaan oleh Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) Provinsi Kalimantan Barat, lantaran dinilai telah berkontribusi positif meningkatkan produktivitas kelapa sawit petani lewat program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Ketua Aspekpir Provinsi Kalimantan Barat, YS Marjitan yang serahkan penghargaan diterima oleh Region Head PTPN IV Regional V, Khayamuddin Panjaitan. Menurut Ketua Aspekpir Provinsi Kalimantan Barat, YS Marjitan lewat keteranganya, pada Rabu lalu, dilansir dari laman ANTARA, pada Ahad (18/2), penghargaan diserahkan kepada PTPN IV Regional V di kegiatan 'Pengukuhan Aspekpir Kabupaten Landak dan Sanggau serta Awarding Komitmen Mewujudkan Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat dan Kemitraan Berkelanjutan Bagi Kesejahteraan Bersama Menuju Indonesia Emas 2045' yang digelar di salah satu hotel di Pontianak. "Keberadaan PTPN IV Regional V tidak dinafikan menjadi nafas baru penguatan petani kelapa sawit, terutama di Kalimantan Barat. Penghargaan ini bentuk dukungan kami atas komtimen PTPN IV untuk terus memperkuat petani sawit. Kemitraan ini mudah-mudahan terus berjalan dengan baik di masa mendatang," ujar Marjitan. Terima kasih kepada berbagai pihak, ucap Marjitan, atas kontribusi positifnya dalam memperkuat para petani rakyat, tak terkecuali PTPN IV. "Keberadaan PTPN baginya telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam meningkatkan kesejahteraan para petani kelapa sawit sejak lama," jelasnya. Cerita Marjitan, perkebunan kelapa sawit masyarakat di Kalimantan Barat sudah memasuki umur generasi kedua, terutama di Landak dan Sanggau. Makanya perlu sinergi seluruh pihak untuk memperkuat petani kelap sawit rakyat di masa datang. Di momen iru, Aspekpir Provinsi Kalimantan Barat melakukan pengukuhan pengurus Aspekpir Landak dan Aspekpir Sanggau. "Pelantikan Aspekpir memperkokoh keberadaan Aspekpir di Provinsi Kalimantan Barat," tutur Marjitan Keberadaan Aspekpir Kabupaten Landak dan Kabupaten Sanggau jadi strategis, terang Marjitan, terutama menjadi mitra perusahaan yang saat ini sudah bertransformasi menjadi entitas usaha baru yang dikelola oleh PTPN IV. "Kondisi kebun di Landak dan Sanggau sudah memasuki kebun generasi kedua. Di mana saat ini digalakkan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) membutuhkan dukungan seluruh pihak," bebernya. Jadi, harap Marjitan, dengan menempatkan kelembagaan petani sebagai subjek pembangunan dalam menjalin kemitraan usaha bagi terwujudnya industri sawit berkelanjutan bersumber kesejahteraan bersama. Region Head PTPN IV Regional V, Khayamuddin Panjaitan yang menerima penghargaan mengapresiasi penghargaan yang diberikan Aspekpir. Harapannya, Aspekpir terus menjadi mitra pembangunan yang strategis bagi PTPN IV khususnya Regional V. "Kita harapkan Aspekpir yang ada saat ini di Kalbar dan Indonesia akan terus berjaya dan sukses ke depan," kata Khayamuddin. Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Andi Nur Alamsyah turut bangga atas kehadiran PTPN IV yang kini menjadi perusahaan dengan luasan kelapa sawit terbesar di dunia. "Hal ini menjadi kebanggan kita bersama yang mesti kita jaga ke depan," timpalnya.

Siska Capai 2.247 Ekor Menyebar di Enam Kabupaten Kalimantan Barat Nasional
Nasional
Kamis, 11 Januari 2024 | 19:45 WIB

Siska Capai 2.247 Ekor Menyebar di Enam Kabupaten Kalimantan Barat

Kalimantan Barat, katakabar.com - Kepala Bidang Peternakan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat, Novi Salim menuturkan, pengembangan sistem Integrasi Sapi-Kelapa Sawit (Siska) telah mencapai 2.247 ekor sapi hingga 2023 di Provinsi Kalimantan Barat. "Realisasi pengembangan Siska capai 2.247 ekor tersebut dengan model kemitraan usaha ternak berkelanjutan," ujarnya di Pontianak, Rabu kemarin, dilansir dari laman ANTARA, pada Kamis (11/1) siang. Pengembangan Siska di Kalimantan Barat, kata Novi, dimulai dengan pembinaan implementasi dan pengembangan pada 13 klaster yang tersebar di enam kabupaten, yakni Sanggau, Sintang, Sekadau, Landak, Bengkayang dan Ketapang. "Di Kabupaten Sanggau terdapat 4 klaster dengan populasi 148 ekor sapi, Ketapang 2 klaster dengan populasi 413 ekor, Sintang terdapat 3 klaster dengan populasi 408 ekor, Bengkayang 2 klaster dengan populasi 358 ekor, Landak 1 klaster populasi 198 ekor dan Sekadau 1 klaster dengan populasi 22 ekor," rinci Novi. Pada 2023 lalu, ulas Novi, terdapat hibah dan diseminasi teknologi berupa pagar listrik untuk pengelolaan rotasi dan manajemen penggembalaan, mesin shreeder/mesin pencacah sawit untuk pengolahan pakan fermentasi, dan mobile portable yard untuk optimalisasi manajemen pemeliharaan, kesehatan dan kesejahteraan hewan. "Di tahun 2024 ditargetkan pengembangan dan peningkatan kapasitas kelembagaan SDM Siska sebesar 15 klaster dengan target populasi 2.600 ekor dan pemanfaatan lahan pengembalaan mencapai 20.000 hektare," jelasnya. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat, Heronimus Hero menimpali, potensi pengembangan program Siska di Provinsi Kalimantan Barat apai 2,9 juta ekor sapi. "Dari hasil analisis tim penyusun peta jalan Siska Provinsi Kalimantan Barat, potensi daya dukung lahan untuk integrasi Siska dengan kriteria sesuai dan sangat sesuai seluas 2.156.406 hektar mampu menampung hingga 2,9 juta ekor sapi baik yang dipelihara dengan pola ekstensif, intensif, maupun semi intensif," terangnya. Bila provinsi menargetkan populasi 500 ribu ekor sapi potong hingga 2032, beber Hero, berati cuma 25 persen lahan kebun sawit yang diperlukan untuk menjadi tempat yang layak bagi berkembangnya sapi di Provinsi Kalimantan Barat. "Jadi, Siska menjadi program yang relevan untuk diimplementasikan di Provinsi Kalimantan Barat dengan sumber daya yang tersedia di kebun sawit," sebutnya.

Penghujung 2023, Harga TBS Sawit Naik Dibeli Rp2.373,95 Per Kilogram di Kalbar Sawit
Sawit
Sabtu, 30 Desember 2023 | 20:31 WIB

Penghujung 2023, Harga TBS Sawit Naik Dibeli Rp2.373,95 Per Kilogram di Kalbar

Pontianak, katakabar.com - Kabar Baik bagi pekebun kelapa sawit di penghujung tahun 2023 ini, dengan naiknya harga kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Barat. Dari hasil rapat penetapan harga Dinas Perkebunan (Disbun), saat ini kelapa sawit di wilayah Kalimantan Barat dibeli seharga Rp2.373,95 per kilogram. Harga beli 'emas hijau' nama lain darj kelapa sawit ini menanjak sebesar Rp52,72 per kilogram, dibanding periode lalu dibeli sebesar Rp2.321,23 per kilogram. Berdasarkan hasil rapat yang dipaparkan dalam situs resmi Disbun Kalbar, Menanjaknya harga TBS kelapa sawit didongkrak harga beli Crude Palm Oil (CPO) periode ini. Di mana harga CPO yang menjadi patokan sebesar Rp10.988,55 per kilogram lebih tinggi dibanding periode lalu sebesar Rp10.703,69 per kilogram. Artinya, hal ini menunjukkan ada kenaikan harga di lelang CPO, dilansir dari laman website resmi Disbun Provinsi Kalimantan Barat, pada Sabtu (30/12). Terkait harga kernel periode ini lebih tinggi dibanding pekan lalu, yakni harganya mencapai Rp5.184,73 per kilogram, dan indeks K sebesar 90,50 persen. Ini daftar harga TBS kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Barat periode ke depan ini, yakni umur 3 tahun Rp1.769,41 per kilogram, umur 4 tahun Rp1.897,00 per kilogram, umur 5 tahun Rp2.030,92 per kilogram, umur 6 tahun Rp2.094,70 per kilogram, umur 7 tahun Rp2.169,72 per kilogram. Terus, umur 8 tahun Rp2.240,74 per kilogram, umur 9 tahun Rp2.279,99 per kilogram, umur 10 hingga 20 tahun Rp2.373,95 per kilogram, umur 21 tahun Rp2.329,08 per kilogram, umur 22 tahun Rp2.317,62 per kilogram, umur 23 tahun Rp2.258,95 per kilogram, umur 24 tahun Rp2.178,39 per kilogram, dan umur 25 tahun Rp2.102,82 per kilogram.

BPDPKS Biayai STDB dan ISPO,  Aspekpir Kalbar: Jangan Sekadar Wacana Nasional
Nasional
Rabu, 27 September 2023 | 19:28 WIB

BPDPKS Biayai STDB dan ISPO, Aspekpir Kalbar: Jangan Sekadar Wacana

Pontianak, katakabar.com - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (ASPEKPIR) Provinsi Kalimantan Barat sambut baik rencana pengurusan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) dan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dibiayai Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). "Regulasi ini bila terealisask sangat membantu dan menguntungkan petani kelapa sawit," ujar Ketua Aspekpir Provinsi Kalimantan Barat, YS Marjitan, dilansir dari laman elaeis.co, pada Rabu (27/9). Soal rencana itu, kata Marjitan, banyak pihak yang mendorong agar bisa dibiayai BPDPKS, dan pasti pekebun kelapa sawit terbantu dengan wacana regulasi. Menurut Marjitan, rencana ini jangan sekadar wacana, tapi mesti diwujudkan kesejahteraan petani kelapa sawit semakin terjamin. "Kalau menganggap kelapa sawit salah satu sumber devisa negara tertinggi, rencana regulasi pasti direalisasikan," jelas optimis. Sebelumnya, Dirjenbun Kementan RI, Andi Nur Alam Syah menjelaskan, pihaknya tengah menggodok regulasi mengenai keberlanjutan kelapa sawit Indonesia, seperti rancangan Perpres terkait STDB dan ISPO. "Di Perpres itu nanti diatur STDB dan ISPO dibiayai BPDPKS," terangnya.

Naik Dari Pekan Lalu, Harga Sawit Dibandrol Rp2.303,28 Per Kilogram di Kalbar Sawit
Sawit
Jumat, 08 September 2023 | 23:04 WIB

Naik Dari Pekan Lalu, Harga Sawit Dibandrol Rp2.303,28 Per Kilogram di Kalbar

Pontianak, katakabar.com - Harga kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) periode ini naik lagi dari periode lalu. Ini diketahui berdasarkan hasil penetapan harga Dinas Perkebunan Kalimanat Barat, di mana harga TBS kelapa sawit dibandrol jadi Rp2.303,28 per kilogram. Bila dibandingkan dengan periode sebelumnya, harrga Tandan Buah Segara (TBS) terjadi kenaikan sebesar Rp5,96 per kilogram. Soalnya di pekan lalu harganya kisaran Rp2.297,32 per kilogram. Website resmi Disbun Kalimantan Barat menjelaskan, kenaikan terjadi hasil lelang Crude Palm Oil (CPO) pekan ini, harganya sentuh Rp10.746,25 per kilogram. Naik dari harga pekan lalu Rp10.620,82 per kilogram. Sedang, harga kernel Rp4.645,00 per kilogram dan indeks K 90,55 persen. Ini rincian harga TBS kelapa sawit Kalimantan Barat sepekan mendatang, yakni, umur 3 tahun Rp1.715,98 per kilogram, umur 4 tahun Rp1.840,56 per kilogram, umur 5 tahun Rp1.971,13 per kilogram umur m 6 tahun Rp2.033,04 per kilogram, umur 7 tahun Rp2.105,67 per kilogram, umur 8 tahun Rp2.175,05 per kilogram. Terus umur 9 tahun Rp2.213,42 per kilogram, umur 10 hingga 20 tahun Rp2.303,28 per kilogram, umur 21 tahun Rp2.259,22 per kilogram, umur 22 tahun Rp2.247,97 per kilogram, umur 23 tahun Rp2.190,56 per kilogram, umur 24 tahun Rp 2.111,74 per kilogram, dan umur 25 tahun Rp2.037,78 per kilogram.

Kado Spesial Buat Ratusan Petani Sawit Swadaya di HUT ke 78 RI Serba Serbi
Serba Serbi
Minggu, 20 Agustus 2023 | 19:52 WIB

Kado Spesial Buat Ratusan Petani Sawit Swadaya di HUT ke 78 RI

Sungai Raya, katakabar.com - Tersenyum simpul ratusan petani kelapa sawit swadaya dari Desa Teluk Bayur, Sungai Asam, Pasak Piang, dan Mega Timur saat menerima Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat. Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan yang serahkan STDB kepada 12 perwakilan petani saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 78 Republik Indonesia RI. “Ini hadiah khusus kepada petani sawit swadaya di peringatan HUT ke 78 kemerdekaan RI,” ujar Mahendrawan lewat keterangan pers, dilansir dari laman elaeis.co, pada Minggu (20/8). Diceritakannya, pengurusan STDB dilakukan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kubu Raya lewat aplikasi e-STDB yang dikelola Kementerian Pertanian RI. Hal ini bentuk komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) mendukung usaha perkebunan masyarakat sekaligus memberikan kepastian hukum atas status lahan petani kelapa sawit swadaya di Kubu Raya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya telah bekerja sama dengan USAID Sustainable Environmental Governance Across Regions (SEGAR) sebagai upaya tata kelola lingkungan yang berkelanjutan di berbagai lini tahun 2023, salah satunya terkait rantai pasok kelapa sawit. USAID SEGAR melalui fasilitasi JARI Indonesia Borneo Barat melakukan pendampingan kepada petani kelapa sawit swadaya di empat desa di Kubu Raya, sehingga bisa memenuhi persyaratan registrasi STDB. "Mereka dapat pula mengikuti berbagai pelatihan, termasuk tentang praktik perkebunan yang baik dan sertifikasi berkelanjutan," jelasnya. Dari proses yang telah berjalan di empat desa tersebut lanjut Mahendrawan, terdapat 712 persil milik 517 petani yang menerima STDB. Rinciannya, meliputi 225 persil dari 152 petani di Desa Sungai Asam, 220 persil dari 177 petani di Desa Pasak Piang, 106 persil dari 67 petani di Desa Mega Timur, dan 161 persil dari 121 petani di Desa Teluk Bayur. Petani kelapa sawit swadaya bagian penting mata rantai pasok kelapa sawit dan posisinya strategis menopang sawit berkelanjutan di Kabupaten Kubu Raya. Tapi, masih banyak tantangan dan pekerjaan rumah untuk memastikan diterapkannya standar keberlanjutan oleh petani swadaya. Salah satunya adalah legalitas lahan yang menjadi syarat sertifikasi keberlanjutan. Masalah legalitas ini menjadi perhatian Pemda agar ada upaya pendataan dan pemetaan kepemilikan kebun sawit rakyat swadaya melalui instrumen STDB, bebernya. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kubu Raya, Elfizar Edrus menimpali, dengan STDB pemerintah daerah punya basis data yang lebih baik sebagai dasar pembuatan kebijakan dan program pendampingan perkebunan kelapa sawit rakyat yang berkelanjutan. "Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berkomitmen menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan di semua sektor, termasuk perkebunan. Itu sebabnya, kami membuka diri untuk bekerja sama dengan mitra," ulasnya. Di tahun ini Kubu Raya menargetkan 1.000 petani kelapa sawit swadaya melakukan registrasi STDB. Untuk itu, kami berterima kasih kepada USAID SEGAR dan JARI Indonesia Borneo Barat telah suumbang lebih dari 50 per pencapaian STDB ini, imbuhnya. Seorang petani sawit swadaya asal Desa Teluk Bayur, Suwarno mengaku tidak mengalami kendala mengikuti program percepatan registrasi STDB. “Proses mendaftarkan lahan kelapa sawit melalui sistem STDB ini ternyata mudah. Kita cukup siapkan KTP, dan menunjukkan surat tanah kita,” ucapnya. Saat pengurusan sebut Suwarno, dapat bantuan dari tim JARI lewat proyek USAID SEGAR melakukan pemetaan di lapangan untuk membuktikan sawit yang ditanam benar-benar berada di tanah miliknya, dan Bmbukan di kawasan hutan ataupun tanah milik orang lain. “Dengan terbitnya STDB ini, mudah-mudahan para petani sawit swadaya mendapatbanyak kemudahan dalam mengurus berbagai bantuan dari pemerintah guna meningkatkan sumber penghidupan kami,” tandasnya.