Karantina
Sorotan terbaru dari Tag # Karantina
Karantina Pastikan Bungkil Sawit Penuhi Persyaratan Baru Diekspor ke Malaysia
Putussibau, katakabar.com - Pejabat Karantina Tumbuhan dari Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan atau BKHIT Kalimantan Barat Satuan Pelayanan atau Satpel Pos Lintas Batas Negara atau PLBN Badau, Kabupaten Kapuas Hulu melakukan pemeriksaan terhadap bungkil sawit milik PT Buana Tunas Sejahtera atau BTS yang diekspor ke Malaysia lewat jalur darat. Pemeriksa Karantina Tumbuhan Terampil BKHIT Kalbar Satpel PLBN Badau, Yustina Nurseptiyani AMd menerangkan, berkaitan dengan ekspor komoditas pertanian, pihaknya telah melakukan pemeriksaan dan pengawasan untuk memastikan kesesuaian dengan import permit negara tujuan. “Pemeriksaan dilakukan untuk pastikan bungkil kelapa sawit layak diekspor ke Malaysia melalui PLBN Badau. Kami mengawasi tindakan perlakuan berupa fumigasi terlebih dahulu oleh fumigator tersertifikasi,” bebernya lewat keterangan resmi, dilansir dari laman EMG, Jumat (3/1).
Karantina Sumsel Cek Kebun Produsen Benih Sawit, Ini Targetnya
Palembang, katakabar.com - Karantina Provinsi Sumatera Selatan dampingi Bimbingan Teknis (Bimtek) Kebijakan Tindakan Karantina Tumbuhan dari Badan Karantina Indonesia (Barantin) di Karantina Sumatera Selatan. Bimtek ini bertujuan meningkatkan pemahaman para petugas lapangan terkait kebijakan dalam pencegahan organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK).
Wuih! Karantina Wilayah Sumatera Dorong Ekspor Bungkil Sawit Ke New Zealand
Palembang, katakabar.com - Sebanyak enam UPT Karantina Wilayah Sumatera berkumpul di Palembang, Sumatera Selatan ikuti Focus Group Discussion (FGD) standarisasi pelayanan karantina dalam mendorong ekspor bungkil inti sawit atau palm kernel expeller (PKE) tujuan New Zealand. Keenam UPT tersebut, masing-masing Karantina Sumsel, Karantina Sumatera Utara, Karantina Riau, Karantina Jambi, Karantina Kepulauan Bangka Belitung, dan Karantina Lampung.
Petani Diajari Kembangkan Hilirisasi Produk Biar Naik Kelas Jadi Eksportir
Muara Enim, katakabar.com - Balai Karantina Pertanian Kelas I Palembang kerja sama dengan Dinas Perkebunan Kabupaten Muara Enim taja Bimbingan Teknis (Bimtek) Hilirisasi Produk Pertanian dan Perkebunan. Total 113 orang petani yang berasal dari berbagai kecamatan se Kabupaten Muara Enim mengikuti kegiatan, yang dibuka Penjabat (Pj) Bupati Muara Enim, H Ahmad Rizali. "Bimtek ini sangat tepat mengingat lahan pertanian dan perkebunan hampir 80 persen luasnya di Kabupaten Muara Enim," kata Ahmad Rizali, dilansir dari laman elaeis.co, pada Senin (30/10). Sektor pertanian, ujar Ahmad, memberikan kontribusi besar pada PDRB Kabupaten Muara Enim, yakni sebesar 9,40 persen, dengan subsektor perkebunan menjadi penyumbang terbesar dan menjadi andalan penyerapan tenaga kerja. Atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab), terima kasih kepada Balai Karantina Pertanian Kelas I Palembang. Atas inisiatif dan telah meluangkan waktunya untuk berbagai ilmu dan pengalaman dalam hilirisasi produk pertanian dan perkebunan di Kabupaten Muara Enim. "Komoditas unggulan perkebunan di Kabupaten Muara Enim, melipuri karet, kelapa sawit, serta kopi robusta dan arabika. Dari 2015 lalu, kopi Muara Enim telah mendapatkan Sertifikat Perlindungan Indikasi-Geografis untuk Kopi Robusta Semendo dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI," jelasnya lewat keterangan resminya. Berbagai potensi ini, tutur Ahmad, harus lebih ditingkatkan produktivitas maupun kualitasnya demi mendorong terwujudnya kedaulatan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya para petani. Salah satunya melalui upaya hilirisasi produk pertanian dan perkebunan. "Saya berharap kegiatan singkat ini mampu memberikan pemahaman dan memotivasi ke para petani dan pelaku agribisnis di Muara Enim, guna meningkatkan nilai tambah produk melalui pengolahan hasil panen menjadi produk turunan lainnya sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan. Contohnya kopi, diekspor tidak hanya bahan bakunya, tapi diolah sehingga ada nilai tambah. Harga ekspor itu bisa nilainya tiga kali dari harga kalau kita jual di lokal," bebernya. Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Karantina Pertanian Palembang, M Sahrul SP menimpali, tujuan Bimtek ini untuk memberikan pembelajaran bagi petani dan pengusaha di Muara Enim agar wawasan terkait produk-produk pertanian dan perkebunan bisa meningkat sehingga mereka bisa menapak menjadi calon eksportir. "Selama ini mungkin produk pertanian hanya bahan baku, tapi mulai sekarang ada pengolahan turunannya atau hilirisasi. Sehingga produk yang dihasilkan tidak hanya bahan mentah saja, tapi produk jadi yang siap untuk diperjualbelikan hingga tembus pasar ekspor," ucapnya. Petani yang hadir dapat tips dapat modal dari Dinas Penanaman Modal Muara Enim dan tips mengekspor produk pertanian dan perkebunan dari Bea Cukai Palembang. "Ke depan petani harus bisa mengekspor atau mengirim barang, sehingga mempunyai nilai ekonomi yang lebih tinggi,” harapnya. Selain dapat nilai tambah, proses pengolahan dalam hilirisasi bakal menyerap tenaga kerja di sekeliling Kabupaten Muara Enim ini, tambahnya.
Potensi Ekspor CPO Besar Tapi Belum Digarap Optimal di Bengkulu
Bengkulu, katakabar.com - Potensi ekspor Crude Palm Oil (CPO) besar, tapi belum digarap dan dimanfaatkan secara optimal di Provinsi Bengkulu. Lihat, hingga saat ini belum ada eksportir CPO yang beroperasi di daerah itu. Kepala Karantina Pertanian Bengkulu, drh Bukhari mengamini hal itu. Faktanya, ujar Bukhari, belum ada pabrik yang mengekspor CPO ke luar negeri dari Bengkulu. Potensi ekspor CPO dari Bengkulu besar, tapi belum ada yang ekspor komoditas ini dari Bengkulu," jelasnya, dilansir dari laman elaeis.co, pada Senin (21/10). Pengusaha di Bengkulu, harap Bukhari, dapat menjadi eksportir CPO dan menjadi pemain utama dalam bisnis ini. "Kita harap pengusaha di Bengkulu bisa berdagang lintas negara, tidak hanya lokal, biar untungnya lebih besar," katanya. Menurut hitung-hitungan Bukhari, menjadi eksportir CPO tidak rugi. Jika harga tender di KPBN Rp10.000 per kilogram, untuk membeli CPO sebanyak 1 ton, eksportir hanya mengeluarkan biaya sebesar Rp10 juta. Lalu, CPO dapat dijual ke India dengan harga sekitar US$1.100 per ton atau setara dengan Rp16,5 juta (kurs US$1=Rp15.000), termasuk biaya, asuransi, dan pengangkutan untuk pengiriman. "Itu berarti eksportir dapat menghasilkan untung sekitar Rp6,5 juta," bebernya. Itu jadi bukti, tutur Bukhari, menjadi eksportir CPO lintas negara tidak rugi, terutama kalau pengusaha memiliki Pabrik Kelapa Sawit (PKS) sendiri dapat untung yang lebih besar. Tap itu tadi, meski untung besar, banyak PKS di Bengkulu lebih memilih menjual CPO kepada eksportir dalam negeri. Alasnya, tidak ingin repot dalam pengurusan dokumen ekspor. "Memang, rata-rata memilih menjual kepada eksportir dalam negeri, seperti di Pelabuhan Telur Bayur Sumatera Barat, mereka nilai lebih sederhana lantaran tidak perlu mengurus izin dan dokumen ekspor," imbuhnya.
Pengawasan Lalu Lintas Benis Sawit Diperketat Lewat Bandar Udara di Palembang
Palembang, katakabar.com - Karantina Pertanian Palembang memperketat pengawasan lalu lintas benih kelapa sawit lewat Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang dan Pelabuhan Tanjung Apiapi, Provinsi Sumatera Selatan. Soalnya, lalu lintas benih unggulan tersebut tidak hanya di Sumatera, pengiriman benih hingga ke Kalimantan. Selain memperketat pengawasan, Karantina Pertanian Palembang melihat proses pembuatan benih kelapa sawit unggul. Salah satunya dilaksanakan di Kebun Surya Adi milik PT Bina Sawit Makmur (BSM) di Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Kunjungan ke produsen benih kelapa sawit itu diikuti Analis Perkarantinaan Tumbuhan (APT) Muda Wenny Ramadhani, Calon APT Pertama, Dian Wulandari, dan Pemeriksa Karantina Tumbuhan, Novita Asriani. Di sana, mereka memberikan bimbingan terkait ancaman hama penyakit pada benih kelapa sawit dan pohon kelapa sawit. Kepala Karantina Pertanian Palembang, Azhar Ismail melalui keterangan resminya, dilansir dari lama elaeis.co, pada Sabtu (7/10) menjelaskan, kegiatan ini untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit yang dapat merusak produksi benih kelapa sawit. "Tindakan ini kolaborasi nyata antara Karantina Pertanian bersama perusahaan agar produksi benih kelapa sawit unggul terus dapat ditingkatkan, dan sawit-sawit yang bakal ditanam petani di Indonesia benih kelapa sawit berkualitas serta tingkat produktivitas tinggi," jelasnya. Cerita Azhar, pengiriman benih kelapa sawit unggul dari Palembang sudah rutin dilakukan ke berbagai daerah. Pada 2 Agustus 2023 lalu, contohnya, Karantina Pertanian Palembang periksa sebanyak 484 benih kelapa sawit yang mau dikirimkan ke Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur lewat wilayah kerja Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang. Sebelumnya, ulas Azhar, Karantina Pertanian Palembang melalui wilayah kerja Bandara (SMB) II Palembang periksa dan sertifikasi 26.250 butir benih kelapa sawit mau dikirim ke Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Sementara, pada 10 Agustus 2023 lalu, Karantina Pertanian Palembang periksa 52.500 butir benih kelapa sawit senilai Rp500 juta hendak dikirimkan ke Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung. Dari pemeriksaan itu, terang Azhar, tidak ditemukan organisme pengganggu tumbuhan sehingga benih kelapa sawit bisa segera ditanam di daerah tujuan. Menurutnya, seluruh benih kelapa sawit yang dikirimkan jenis unggulan dan telah melalui proses penelitian. "Benih unggulan tersebut dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani kelapa sawit," ujarnya. Walau yang dilalulintaskan adalah benih unggul, tambah Azhar lagi, pemeriksaan di bandara dan pelabuhan wajib dilakukan untuk pastikan tidak ada organisme pengganggu tumbuhan (OPT) pada benih kelapa sawit. Jadi, kesehatan benih kelapa sawit Dipastikan sebelum ditanam di daerah tujuan.
Jangan Asal Pilih Bibit Sawit Unggul, Ada Kiatnya Kata Karantina Pertanian Bengkulu
Bengkulu, katakabar.com - Bila ingin beli lahan buat kebun kelapa sawit, eloknya ketahui dulu bibit yang ingin ditanam biar hasilnya sesuai harapan sehingga tidak kecewa kemudian hari. Mari simak dan kenal benih kelapa sawit unggul versi Kantor Karantina Pertanian Provinsi Bengkulu. Kepala Kantor Karantina Pertanian Provinsi Bengkulu, drh Bukhari menjelaskan, ada sembilan ciri-ciri mesti diperhatikan oleh petani secara seksama saat memilih benih kelapa sawit yang berkualitas, yakni bentuk tunas normal, anak daun melebar, keadaan tempurung bibit berwarna hitam gelap, panjang akar tidak lebih dari 2 hingga 3 sentimeter, dan kondisi bongkot atau batang gemuk. Terus, warna calon akar kekuning-kuningan mendekati hijau, ukuran calon batang baik, bentuk bibit bulat atau lonjong, seperti buah melinjo, dan telah diperiksa Karantina Pertanian dan dinyatakan sehat. "Kalau menemukan ciri-ciri seperti di atas atau minimal telah mengantongi sertifikat dari penyedia benih dan dinyatakan sehat dari Karantina Pertanian, dipastikan bibit sawit tersebut unggul," ulas Bukhari, dilansir dari laman elaeis.co, pada Minggu (17/9). Cerita Bukhari, kesalahan memilih benih berdampak fatal pada produktivitas kebun. Lantaran itu, sangat penting memahami dan menerapkan benih berkualitas. "Jangan sampai memilih benih asal-asalan. Solanya, risikonya rugi hingga 20 tahun ke depan," imbaunya. Dijelaskannya, selain perawatan maksimal, benih langkah awal harus diperhatikan. Pemilihan benih tidak bisa diabaikan atau disepelekan. Ini dapat pengaruhi hasil dan kualitas tanaman hingga bertahun-tahun. "Benih unggul adalah fondasinya. Untuk itu, beli benih unggul demi kesuksesan jangka panjang," bebernya.