Komit
Sorotan terbaru dari Tag # Komit
Lewat Bisnis Berkelanjutan, Sucofindo Komit Wujudkan Dekarbonisasi Menuju Net Zero Emission
Jakarta, katakabar.com - PT Sucofindo (Persero) terus perkuat perannya dukung agenda dekarbonisasi nasional dan percepatan transisi menuju Net Zero Emission (NZE) melalui praktik bisnis berkelanjutan yang terintegrasi dengan kompetensi di bidang Testing, Inspection, Certification (TIC). Komitmen tersebut mendapatkan pengakuan dalam ajang Indonesia Top Achievements of The Year 2026 yang diselenggarakan oleh Metro TV. Di ajang tersebut, PT Sucofindo meraih penghargaan Environmental and Industrial Compliance Excellence Award 2026 atas kontribusinya dalam mendorong kepatuhan lingkungan dan tata kelola industri berkelanjutan. Direktur Operasi PT Sucofindo, Dani Pramantyo, menegaskan keberlanjutan telah menjadi bagian dari strategi bisnis Perusahaan. “Keberlanjutan bukan sekedar komitmen, melainkan telah terimplementasikan dalam program dan layanan yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan, sosial, dan ekonomi secara berimbang,” ujar Dani. Implementasi tersebut salah satunya diwujudkan melalui kolaborasi dengan DLHKP Kebumen dalam pembangunan fasilitas dan optimalisasi biogas di Kabupaten Kebumen. Program ini memanfaatkan gas metana dari timbulan sampah di TPA untuk diolah menjadi biogas yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar sebagai alternatif bahan bakar rumah tangga, sekaligus mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca. Menurut Dani, inisiatif tersebut juga selaras dengan peran Sucofindo sebagai Lembaga Validasi dan Verifikasi (LVV) pada skema Gas Rumah Kaca (GRK) dan Nilai Ekonomi Karbon (NEK), sehingga kontribusi perusahaan tidak hanya pada aspek teknis, tetapi juga pada penguatan ekosistem ekonomi karbon nasional. Selain itu, PT Sucofindo Bersama dengan Bendesa Adat Manukaya Let Gianyar dan Yayasan Akshara Linia mengembangkan program pengelolaan sampah berbasis komunitas melalui pembangunan TPS 3R serta Green House dan Ecofarm. Progam ini dirancang untuk menciptakan dampak berkelanjutan, baik dari sisi lingkungan, sosial, maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dapat dicapai melalui tanggung jawab sosial dan lingkungan yang terintegrasi sehingga dapat menciptakan nilai ekonomi dan sosial secara bersama-sama,” jelasnya. Penghargaan Indonesia Top Achievement of the Year pada kategori Environmental and Industrial Compliance Excellence Award 2026 yang diraih oleh PT Sucofindo, Dani Pramantyo menyebutkan menjadi motivasi bagi Sucifindo untuk terus meningkatkan kinerja dan kontribusi bagi Indonesia dan juga global. “Ke depan, kami akan terus memperkuat layanan hijau dan solusi berbasis ESG, program aksi hijau, maupun layanan green generation lainnya guna mendukung target Net Zero Emission Indonesia,” tandasnya. Sebagai perusahaan Testing, Inspection, Certification (TIC) PT Sucofindo siap mendukung optimalisasi program CSR bagi pelaku usaha melalui layanan seperti social mapping, konsultansi ISO 26000, penyusunan Sustainability Report, pengukuran Community Satisfaction Index (CSI), serta evaluasi dampak program CSR dengan metode Social Return On Investment (SROI). Pendekatan ini memastikan program CSR lebih terukur, strategis, dan selaras dengan agenda Pembangunan berkelanjutan nasional.
Komit Pasokan Jangka Panjang dan Sinergi Strategis Krakatau Steel Perkuat Pondasi Bisnis
Jakarta, katakabar.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS)/Krakatau Steel Group mengawali tahun 2026 dengan meneguhkan fondasi bisnis yang solid melalui kesepakatan strategis jangka panjang. Perseroan menandatangani perjanjian pemenuhan pasokan produk baja Cold Rolled Coil (CRC) dengan PT Tata Metal Lestari sebanyak 10 kilo ton per bulan selama satu tahun. Langkah konkret ini bukan hanya sekadar transaksi, tetapi merupakan cerminan dari kekuatan operasional dan strategi bisnis Krakatau Steel Group dalam membangun kepastian dan stabilitas rantai pasok nasional. Kesepakatan Long Term Supply Agreement (LTSA) ini merefleksikan kekuatan positioning Krakatau Steel Group sebagai pemain kunci di industri hulu baja nasional. Komitmen ini menciptakan landasan bisnis yang predictable, mendukung efisiensi operasional, dan memperkuat struktur industri yang terintegrasi. Hal ini menjadi modal penting bagi Perseroan untuk tetap kompetitif di tengah dinamika pasar global yang fluktuatif. “Bagi Krakatau Steel, LTSA ini tidak hanya berbicara soal volume penjualan, tetapi tentang membangun struktur industri yang lebih sehat. Ketika produsen hulu dan hilir nasional saling memperkuat, maka ketahanan industri dalam negeri akan semakin solid,” ujar Dr. Akbar Djohan, sekaligus Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA). Kekuatan bisnis Krakatau Steel juga ditopang sinergi berkelanjutan dengan mitra hilir seperti Tata Metal Lestari, yang telah terjalin sebelumnya. Kolaborasi ini telah terbukti menghasilkan kinerja ekspor yang membanggakan, termasuk menembus pasar Amerika Serikat dengan total 15.000 ton pada periode Februari dan September 2025. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa produk Krakatau Steel telah memenuhi standar kualitas global dan dikelola dengan model bisnis yang kompetitif. Lebih luas, komitmen bisnis jangka panjang ini selaras dengan visi pemerintah untuk mempercepat hilirisasi dan industrialisasi. Dengan pondasi bisnis yang semakin kuat melalui kemitraan strategis, Krakatau Steel siap berkontribusi lebih besar dalam memperkuat ketahanan industri nasional dan mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia. Direktur Komersial, Pengembangan Usaha, dan Portofolio PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Hernowo, meyatakan bahwa kerja sama antara Krakatau Steel Group dan PT Tata Metal Lestari bukanlah kolaborasi yang pertama. Hubungan kemitraan yang telah terjalin sebelumnya menjadi fondasi penting bagi penguatan ekosistem industri baja nasional, khususnya dalam mendorong pemanfaatan produk baja dalam negeri dan peningkatan nilai tambah industri hilir. “Dan sinergi ini juga menunjukkan konsistensi kedua perusahaan dalam membangun kolaborasi berbasis kepercayaan jangka panjang, sejalan dengan kebutuhan industri nasional akan pasokan baja yang stabil dan berkualitas” beber Hernowo. Rekam Jejak Global Tembus Pasar Amerika Serikat Sebelumnya, Krakatau Steel Group bersama PT Tata Metal Lestari telah menunjukkan kapabilitas industrinya melalui ekspor produk baja lapis ke Amerika Serikat sebesar 10.000 ton pada September 2025 dan 5.000 ton pada Februari 2025. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa industri baja Indonesia mampu bersaing di pasar dengan tingkat proteksi tinggi. Keberhasilan menembus pasar Amerika Serikat menegaskan bahwa produk Krakatau Steel Group memenuhi standar kualitas global dan dapat diterima oleh pasar internasional. Percepatan Industrialisasi Nasional Kerja sama strategis ini sejalan dengan Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong hilirisasi dan industrialisasi dalam negeri. Dengan industri baja nasional yang semakin solid, kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional dan berkontribusi terhadap target pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8 persen.
Soal Pelepasan Kawasan Hutan untuk KSR, Bupati Muba Komit Bereskan Masalah
telah melakukan identifikasi terhadap lahan kebun sawit masyarakat yang berada di dalam kawasan hutan dengan pendekatan partisipatif. "Langkah awal yang kami lakukan, yakni mendata kelembagaan pekebun yang masuk dalam kawasan sebagai bahan pengusulan ke Kementerian Kehutanan," tuturnya. Dijelaskan Toyibir, sudah melakukan koordinasi dengan Kementerian Kehutanan, Dinas Kehutanan Provinsi, BPKH, dan instansi terkait terkait percepatan Pelepasan Sawit Rakyat terlanjur dalam kawasan. Saat ini 7 Kelembagaan Pekebun di damping dinas perkebunan sudah masuk SK Datin XIX & XX dan Peta Indikatif PPTPKH . "Ke tujuh kelembagaan pekebun sudah memasuki tahap Pelaksanaan inventarisasi dan verivikasi atau Invert oleh tim lapangan. Skema pembiayaan kegiatan Inventarisasi tahun 2025 sudah masuk anggaran BPKH Wilayah II Sumatera Selatan. Tapi, lantaran efesiensi maka anggaran tersebut tidak tersedia," bebernya. Kata Toyibir, Bupati Muba sudah mendukung penuh proses Pelepasan Kawasan Hutan yang tercantum dalam RPJMD dan Visi Misi Bupati Musi Banyuasin. Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Muba akan berkomitmen untuk terus memperjuangkan keadilan agraria bagi masyarakat pekebun, sejalan dengan RPJMD dan Visi Misi Bupati Muba. Jadi, proses pelepasan kawasan ini diharapkan menjadi solusi strategis yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani sawit rakyat. "Kita ingin mendapatkan kepastian hukum atas lahan usahanya. Kalau ini tidak kita urus sekarang, kami tidak akan bisa akses program pemerintah seperti program PSR, tidak bisa dapat sertifikasi ISPO," tandasnya.
Pejabat Struktural Hingga Pegawai Rutan Kelas IIB Inhu Komit Bangun ZI Jemput WBK dan WBBM
Indragiri Hulu, katakabar.com - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Rengat, Indragiri Hulu, Riau tandatangani pakta integritas dan komitmen bersama membangun zona integritas. Ini sebagai upaya untuk jemput bebas dari korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM). Karutan Rengat, Ridar Ginting yang melakukan terobosan, sekakigus mengagas ZI wajib dijalankan oleh jajaran pejabat struktural dan seluruh pegawai Rutan. "Ini komitmen bersama sebagai langkah awal menuju Rutan Kelas IIB Rengat yang berintegritas, bersih dari korupsi, serta memberikan pelayanan prima kepada masyarakat," tegasnya saat menyampaikan sambutan, Kamis (23/1). Dijelaskannya, membangun zona integritas harus tertanam dalam hati dibarengi selaras kebersamaan, bekerja sesuai tugas dan fungsi yang dituntut untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan kepribadian yang baik.
PKS Terantam Komit Wujudkan Operasional Berkelanjutan Standar Internasional
Pekanbaru, katakabar.com - Pabrik Kelapa Sawit atau PKS Terantam di bawah PTPN IV Regional III, Sub Holding PTPN IV PalmCo, komitmen mewujudkan operasional berkelanjutan atau sustainable operations guna implementasikan sertifikasi internasional roundtable on sustainable palm oil atau RSPO. Komitmen itu ditandai dengan pelaksanaan operasional salah satu pabrik terbesar PTPN IV Regional III tersebut sesuai aturan dan Standar Operasional Prosedur atau SOP telah ditetapkan. Manajer PKS Terantam, Andri menjelaskan, seluruh rangkaian proses produksi crude palm oil atau CPO hingga pengelolaan limbah dilaksanakan secara komprehensif. Termasuk memanfaatkan limbah cair sawit atau palm oil mill effluent atau POME sebagai sumber energi baru terbarukan atau EBT.
Pertamina Tetap Pertahankan Bisnis Utama Tapi Komit Dukung NZE 2060
Jakarta, katakabar com - Pada ajang Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim PBB 2023 atau Conference of the Parties (COP28) di Uni Emirat Arab (UEA), Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati menegaskan lagi komitmen Pertamina mendukung Pemerintah Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) tahun 2060.mendatang. Itu ditegaskan Nicke di sesi diskusi di Paviliun Indonesia, di ajang Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim PBB 2023 atau Conference of the Parties (COP28) di Uni Emirat Arab (UEA) . Dijelaskan Nicke, Indonesia dihadapkan pada trilema energi dengan tiga isu utama, yakni keamanan energi, kesetaraan energi, dan keberlanjutan energi. Untuk menghadapi ketiga isu itu, ulas Nicke, Pertamina telah mengembangkan tiga inisiatif strategis yang komprehensif, meliputi dekarbonisasi pada operasional perusahaan (scope 1), membangun bisnis baru rendah karbon (scope 2), dan penerapan program penyeimbangan karbon (scope 3). Sebagai negara berkembang, ujar Nicke, Indonesia punya target pertumbuhan ekonomi yang stabil di mana energi adalah katalis untuk pertumbuhan ekonomi. Itu sebabnya, sebagai BUMN, Pertamina menempatkan keamanan energi sebagai prioritas utama. “Kami harus mengelola keseimbangan untuk kesetaraan energi yang mencakup aksesibilitas, keterjangkauan energi, dan keberlanjutan energi dalam mengurangi emisi karbon dalam operasi kami," beber Nicke leway siaran pers Pertamina, kemarin, dilansir dari laman elaeis.co, pada Sabtu (2/12). Menurut penilaian Nicke, Indonesia tidak bisa mengatakan kita harus mengembangkan energi terbarukan dan mengalihkan semua bahan bakar fosil ke energi terbarukan. Hal itu bisa membahayakan keamanan energi. Lantaran itu, Pertamina memiliki tiga strategi tentang bagaimana mengelola keberlanjutan sambil mempertahankan keamanan energi dan memperkuat kesetaraan energi. Pertama, Pertamina harus mempertahankan bisnis utama, yakni minyak dan gas, karena Pemerintah Indonesia memiliki target untuk meningkatkan produksi minyak dan gas hulu dari sekarang 700 ribu barel per hari menjadi 1 juta barel per hari pada tahun 2030. "Tapi harus dilakukan dengan cara yang berbeda yang disebut Green Operation," terangnya. Terkait ini, kata Nicke,Pertamina menjalankan tiga inisiatif yakni efisiensi energi, karena efisiensi energi sangat penting dan lebih mudah mengurangi emisi. “Jadi, kontribusinya sekitar 39 persen untuk mengurangi emisi. Itulah mengapa kita fokus pada efisiensi energi dalam operasi kita: hulu, pengolahan, dan hilir," ucapnya. Lalu, pengurangan Methana. Saat ini, banyak pihak hanya fokus pada pengurangan CO2. Padahal, sesungguhnya Methana punya kemampuan dan kapasitas untuk menghancurkan lingkungan lebih buruk dibandingkan emisi CO2. "Itulah sebabnya, targetnya adalah 7,6 persen pengurangan Methana, emisi karbon (CO2) sebesar 5,5.persen, dan flare reduction dan pemanfaatannya sebesar 16,7 persen," tuturnya. Dari tiga inisiatif itu, sebut Nicke, Pertamina hingga tahun lalu berhasil mengurangi 31 persen emisi dalam operasi internal kami. Nahstrategi kedua, urai Nicke, meningkatkan pengembangan produk rendah karbon dengan memproduksi Biofuel dari minyak sawit. Mengapa biofuel? Lantaran Indonesia memiliki hutan dan perkebunan sehingga memiliki kapasitas untuk memproduksi Biofuel. “Sekarang, dengan biodiesel B35, kami berhasil mengurangi sekitar 32 juta ton CO2 per tahun. Kami bakal menambah lebih banyak B35 dan B40 tahun depan. Bahkan dalam kebijakan energi nasional yang baru, targetnya sampai B60,” jelasnya. Selain itu, sambung Nicke,Pertamina memiliki program Biogasoline dengan mencampurkan bioetanol dari tebu, jagung, dan juga singkong ke bensin. Pertamina akan mulai dengan E5 dan dalam Kebijakan Energi Nasional Indonesia, secara bertahap akan meningkat menjadi E40. Soal bahan bakar nabati ini, Pertamina baru saja meluncurkan bahan bakar jet berkelanjutan (Sustainable Efficient Fuel/SAF), yakni avtur yang dicampur dengan minyak sawit atau CPO. “Jadi, program ini opsi terbaik untuk Indonesia. Ada tiga manfaat utamanya, yakni pertama kami dapat mengurangi impor bahan bakar melalui biofuel, kedua kami dapat mengurangi emisi, dan ketiga menciptakan lapangan kerja di hulu,” katanya. Terus inisiatif ketiga pengimbangan karbon. Walau masih ada bahan bakar fosil, masih ada pembangkit listrik tenaga batubara, tapi Pertamina harus mengurangi emisi melalui Carbon Capture, Utilization, and Storage, serta solusi berbasis NBS (Natural Base Solution) dengan hutan yang dimiliki. Saat ini dengan kapasitas untuk menyerap emisi dari lingkungan global hingga 15 persen. Dalam menjalankan berbagai inisiatif ini, Pertamina menghadapi empat tantangan. Pertama adalah kerangka regulasi untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan. Kedua terkait teknologi. Indonesia memerlukan teknologi untuk semua sumber daya alam yang melimpah dan dapat diproduksi menjadi energi. Terakhir, keuangan. Indonesia memerlukan pendanaan terutama untuk tahap awal pengembangan, penelitian, dan pengembangan. Yang terakhir adalah pembangunan kemampuan dan kapasitas. “Kami percaya dibutuhkan kolaborasi global tentang bagaimana kita dapat mengatasi tantangan ini, terutama dukungan dari pemerintah,” tandasnya.
GRS 2023, Peneliti UPNYK Komit Dukung Pengembangan Industri Sawit Nasional
Jakarta, katakabar.com - Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta (UPNYK) komitmen mendukung pengembangan industri kelapa sawit di Indonesia. Bukti komitmen ini dituangkan lewat riset dan inovasi yang didanai Badan Pengelola Dana Perke unan Kelapa Sawit (BPDPKS) lewat kegiatan Grant Riset Sawit (GRS) 2023. Proposal berjudul “Pengembangan Model New Market Entry Capability dengan Product Innovativiness, Brand Resonance dan Marketing Capability pada Industri Sawit” yang diajukan Dr Nina Fapari Arif dan Fatih Habibatur Rahman MM telah disetujui BPDPKS dan berhak mendapat dana GRS 2023. "Saya merasa sangat terhormat dan berkomitmen untuk menghasilkan riset yang bermanfaat bagi industri sawit dan masyarakat," kata Nina lewat keterangan resmi, dilansir dari laman elaeis.co, pada Kamis (12/10). Riset ini, ujar Nina, untuk mengakselerasi penggunaan Crude Palm Oil (CPO) dalam negeri, terutama untuk energi biopremium dan bioavtur. Dengan begitu, industri sawit dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mendukung keberlanjutan energi dalam negeri. Peneliti punya skill di bidang peminatan di bidang pemasaran strategik dan pemasaran global ini menuturkan, riset ini mengupayakan pemanfaatan minyak sawit di industri makanan dan industri kecantikan. Seiring dengan meningkatnya kesadaran keberlanjutan dan Sumber Daya Wlam (SDA) yang terbatas, pemanfaatan minyak sawit sebagai bahan baku yang ramah lingkungan menjadi nilai tambah dalam industri ini. “Selain minyak, cangkang sawit dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku arang, campuran pakan ternak, serta sumber energi alternatif untuk aspal dan berbagai produk lainnya," beber dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini. Sebagai bentuk komitmen dan kerja sama, telah ditandatangani kontrak penelitian antara Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPNYK dan Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) beberapa waktu lalu. Kepala LPPM UPNYK, Hendro Wijanarko apresiasi tim peneliti yang telah berhasil mendapatkan pendanaan untuk pengembangkan penelitian di bidang sawit dan mengucapkan terima kasih kepada GRS. "Dengan semangat inovasi dan keberlanjutan, diharapkan riset ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi industri sawit di Indonesia dan membawa manfaat yang besar baik dalam pertumbuhan ekonomi maupun keberlanjutan lingkungan," ucapnya. UPNYK sangat berterima kasih kepada GRS, tutur Hendro, atae hibah yang diberikan dan berkomitmen untuk memanfaatkannya secara maksimal demi kemajuan industri sawit di masa depannya Harapannya, sambungnya, bisa terus mendorong pertumbuhan industri sawit yang berkelanjutan serta meningkatkan kontribusi sektor ini dalam peningkatan devisa melalui peningkatan ekspor. "Salah satu fokus utama dari riset ini adalah menghasilkan inovasi produk yang dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk sawit," terangnya Dengan riset yang dilakukan, sebutnya, bakal muncul lebih banyak inovasi dalam pemanfaatan cangkang sawit untuk mengurangi limbah dan meningkatkan nilai tambah dari sisa hasil produksi sawit. LPPM UPNYK bertekad untuk melibatkan berbagai pihak, termasuk industri dan pemerintah, dalam penerapan temuan dan inovasi dari riset ini. "Kolaborasi dan kerja sama yang kuat menjadi kunci untuk mengoptimalkan pemanfaatan tanaman sawit secara berkelanjutan dan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam industri sawit," tambahnya.