Minyak Bumi

Sorotan terbaru dari Tag # Minyak Bumi

Limbah Cair Sawit Dikembangkan Jadi Biogas Bakal Pengganti Minyak Bumi Tekno
Tekno
Kamis, 16 November 2023 | 18:34 WIB

Limbah Cair Sawit Dikembangkan Jadi Biogas Bakal Pengganti Minyak Bumi

Jakarta, katakabar.com - Minyak bumi sumber daya energi utama punya peran penting mendukung berbagai aspek kehidupan manusia. Termasuk untuk memenuhi bahan bakar, penerangan, pembangkit listrik, industri petrokimia, dan masih banyak lagi. Tapi, ketersediaan minyak bumi semakin tergerus dan terus berkurang disebabkan ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia dan sumber daya yang terbatas. Itu sebabnya, diperlukan alternatif sumber energi lain, salah satunya biogas. Biogas adalah gas yang dihasilkan melalui aktivitas anaerobik yang mendegradasi bahan-bahan organik, seperti limbah domestik, kotoran, atau limbah organik lainnya yang dapat diurai oleh makhluk hidup pada kondisi anaerobik. Biogas utamanya terdiri dari metana dan karbon dioksida. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memiliki periset yang fokus pada pengembangan biogas, salah satunya Sri Djangkung Sumbogo Murti. Berlatar belakang pendidikan di Kyushu University, Jepang, Sumbogo adalah Koordinator Kegiatan Produksi Metanol sebagai Substitusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Biogas. Karyanya mencakup penelitian tentang penggunaan biogas sebagai solusi alternatif yang aman di Indonesia. Indonesia memiliki hampir 1000 Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang menghasilkan limbah cair atau Palm Oil Mill Effluent (POME). Jika tidak diolah dengan baik, POME bakal mengeluarkan gas metana yang berdampak buruk pada lingkungan. "Biogas dipilih sebagai alternatif, sebab biogas salah satu hal yang safety. Indonesia mempunyai potensi sangat besar untuk bisa membuat biogas, soalnya kita mempunyai hampir 1.000 PKS yang tersebar di berbagai provinsi. Limbah dari PKS sumber energi yang terbarukan. Tidak hanya sumber energi terbarukan dengan mengolah limbah, kita ikut program utama lingkungan bersih,” urainya lewat keterangan resmi Humas BRIN, dilansir dari laman elaeis.co, pada Kamis (16/11). Dia menambahkan, Indonesia, ujar Sumbogo, memiliki sumberdaya potensial khususnya terkait sawit. “Kita miliki pabrik Crude Palm Oil (CPO) terbanyak di dunia, dan setiap pabrik CPO ini mengeluarkan limbah POME. Jiika tidak diolah dengan baik mengeluarkan gas emisi/gas metana (CH4) yang daya rusaknya 21 kali lebih besar ketimbang gas CO2 atau karbon dioksida. Artinya, metana ini lebih buruk lagi efeknya,” jelasnya. Sumbogo bercerita bagaimana proses POME menjadi Biogas. Kegiatan Produksi Metanol ini sebagai Subsitusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Biogas (Metana) melalui Reaksi Oksidasi Partial dengan Katalis ZSM-5. “Limbah cair yang keluar dari PKS ditampung dalam kolam-kolam dan bak-bak. Limbah cair ini yang dimanfaatkan untuk bahan bakar yang menghasilkan Metanol. Saat ini telah ada 2 plant pengolah POME, satu didesain untuk pembangkit listrik tenaga Biogas berkapasitas 750 KWH per jam dengan memanfaatkan limbah cair PKS, dan membuat plant pembangkit Biogas Boiler Co-firing, kapasitas 200 m per kubik per jam. Kedua plant ini memanfaatkan separuh dari limbah POME yang ada,” bebernya. Kerja sama antara BRIN, PTPN 5, ITB, dan UNRI memungkinkan pengolahan POME menjadi Biogas. Biogas yang dihasilkan dapat dikonversi menjadi listrik dan bahan bakar untuk Boiler. Hal ini mendukung upaya Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, sesuai dengan United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) COP 21 di Paris, yang menetapkan target menurunkan emisi GRK hingga tahun 2030. Indonesia telah berkomitmen mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060. Meski menghadapi kendala dana, Sumbogo dan timnya telah melakukan studi literatur dan penggunaan bahan baku alternatif, seperti limbah sekam padi dan limbah pabrik batu bara untuk membuat katalis yang diperlukan dalam konversi metana menjadi metanol. Penelitian mereka telah berhasil mengubah limbah POME menjadi Biogas yang memiliki potensi besar. Dalam skenario ideal, kalau semua POME di Indonesia dimanfaatkan sebagai bahan baku Biogas, Biogas dapat menggantikan hampir 50 persen impor LPG di Indonesia. Inovasi BRIN mengembangkan Biogas sebagai sumber energi alternatif memberikan harapan untuk mengatasi krisis energi dan mendukung upaya menjaga lingkungan yang lebih bersih di Indonesia. Endingnya Biogas dapat dimanfaatkan di berbagai tempat, bukan hanya di PKS, tapi mendorong keberlanjutan energi di negara ini.