Negoisasi

Sorotan terbaru dari Tag # Negoisasi

Bittime: Investor Pantau Hasil Negosiasi AS dan Iran, Aset Tokenized Saham AS Dapat Dicermati Ekonomi
Ekonomi
2 jam yang lalu

Bittime: Investor Pantau Hasil Negosiasi AS dan Iran, Aset Tokenized Saham AS Dapat Dicermati

Jakarta, katakabar.com - Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), menilai hasil negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi salah satu faktor utama yang berpotensi memengaruhi arah pasar keuangan global dalam waktu dekat.  Ketidakpastian meningkat setelah Iran dilaporkan tidak menghadiri pertemuan di Swiss yang sebelumnya diharapkan menjadi momentum untuk mencapai kesepakatan dengan AS.  Di tengah ketidakpastian geopolitik yang masih berlangsung serta sikap hati-hati bank sentral AS, investor dinilai perlu mencermati dinamika pasar global yang dapat membuka peluang pada aset kripto maupun saham Amerika Serikat. Selain ketidakjelasan hasil negosiasi AS-Iran, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah Israel melancarkan serangan ke Lebanon.  Di sisi lain, Federal Reserve (The Fed) memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) terbaru, sehingga pelaku pasar masih menunggu arah kebijakan moneter AS selanjutnya. Kombinasi berbagai sentimen tersebut turut memengaruhi pergerakan aset berisiko, termasuk aset kripto dan indeks saham Amerika Serikat. Ketidakpastian Global Dorong Volatilitas Pasar Berdasarkan data CoinMarketCap pada Selasa (23/6/2026), harga Bitcoin berada di level USD62.300, melemah 3,94% dalam 24 jam terakhir dan turun 6,58% dalam sepekan. Koreksi ini mencerminkan meningkatnya sensitivitas pasar terhadap perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter global. Di pasar saham Amerika Serikat, pergerakan indeks juga menunjukkan respons yang beragam. Nasdaq tercatat melemah 1,32% dalam sehari terakhir, sementara NYSE Composite menguat 0,41%. S&P 500 turun 0,37% dan Dow Jones Industrial Average melemah 0,30%. Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan hasil negosiasi AS-Iran berpotensi menjadi katalis penting bagi arah pasar global. "Pasar saat ini berada dalam fase menunggu kepastian. Apapun hasil negosiasi AS-Iran nantinya dapat menjadi katalis yang mendorong pergerakan signifikan di berbagai instrumen investasi global,” ujar Ryan. Aset Tokenized Saham AS Bisa Dicermati Menurut Ryan, ketidakpastian pasar saat ini meningkatkan volatilitas, namun juga dapat menciptakan peluang bagi investor yang mampu membaca momentum dengan tepat. “Ketika ketidakpastian meningkat, volatilitas biasanya ikut naik. Namun kondisi seperti ini juga dapat menciptakan peluang bagi investor untuk mengidentifikasi titik masuk yang lebih menarik sesuai dengan strategi dan profil risikonya,” kata Ryan. Di tengah perkembangan pasar, Ryan menyoroti kehadiran tokenized US stocks sebagai salah satu inovasi di sektor aset digital. Instrumen ini memungkinkan representasi saham Amerika Serikat dalam bentuk token yang diperdagangkan di jaringan blockchain. "Investor yang ingin mendapatkan eksposur ke saham Amerika Serikat tanpa harus memiliki aset secara langsung dapat mempertimbangkan tokenized US stocks, yang memungkinkan akses lebih fleksibel terhadap pergerakan saham global dalam satu ekosistem investasi,” jelasnya.  Di tengah ketidakpastian global tersebut, pasar saham Amerika Serikat masih menjadi salah satu instrumen yang banyak diperhatikan investor, didukung kinerja perusahaan teknologi besar serta prospek ekonomi AS yang relatif stabil. Sejalan dengan tren tokenisasi aset yang berkembang secara global, Bittime menghadirkan berbagai aset berbasis real-world assets (RWA) seperti Tether Gold (XAUT), Silver Token (SLVON), SP500 Tokenized ETF (SPYX), Nasdaq Tokenized ETF (QQQX), serta Tokenized US Stocks seperti Tesla (TSLAX), Alphabet (GOOGLX), Apple (AAPLX), dan Nvidia (NVDAX) yang memberikan akses lebih luas bagi investor untuk memperoleh eksposur terhadap aset global dalam satu ekosistem digital. “Melalui beragam pilihan tokenized US stocks yang tersedia di Bittime, investor Indonesia memiliki lebih banyak alternatif untuk memperoleh eksposur terhadap perusahaan-perusahaan global terkemuka," sebut Ryan.

Termasuk Sawit, Kepala Negara RI Sebut Negosiasi Tarif AS Nol Persen Sedang Berlangsung Internasional
Internasional
Sabtu, 01 November 2025 | 13:49 WIB

Termasuk Sawit, Kepala Negara RI Sebut Negosiasi Tarif AS Nol Persen Sedang Berlangsung

Korea Selatan, katakabar.com - Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto mengutarakan negosiasi antara Indonesia dan Amerika Serikat mengenai penerapan tarif nol persen untuk sejumlah komoditas termasuk sawit masih terus berlangsung. "Iya masih terus negosiasi," kata Kepala Negara di sela-sela rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2025 di Gyeongju, Korea Selatan, Jumat waktu setempat, dilansir dari laman Antara, Sabtu (1/11). Negosiasi itu menjadi bagian dari upaya memperluas kerja sama perdagangan antara kedua negara, khususnya untuk komoditas tertentu yang menjadi unggulan ekspor Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, di kegiatan yang sama, menuturkan pembahasan lebih lanjut dengan AS terkait negosiasi tersebut akan dilakukan setelah penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi APEC. Menurutnya, komoditas yang diusulkan untuk mendapatkan tarif nol persen serupa dengan yang diterapkan Malaysia, seperti produk sawit, kakao, karet, dan sejumlah komoditas lainnya yang tidak diproduksi di Amerika Serikat. Airlangga menyampaikan untuk komoditas critical minerals atau mineral kritis, pembahasan akan dilakukan secara terpisah. "Critical mineral pembahasan sendiri, terkait dengan suplay chain dan dalam joint statement kita sebutnya sebagai industrial communities," jelasnya. Diketahui, Indonesia membidik hasil negosiasi dengan Amerika Serikat dapat mengurangi tarif terhadap minyak sawit hingga 0 persen, sebagaimana yang disepakati antara Amerika Serikat dengan Malaysia. "Ini (negosiasi tarif sawit) masih dalam proses. Mudah-mudahan dalam diskusi-diskusi, paling tidak kita bisa sama dengan Malaysia,” ucap Pelaksana tugas Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika di Jakarta, Rabu (29/10) lalu. Pernyataan tersebut terkait dengan Malaysia yang berhasil memperjuangkan pengurangan tarif impor ke Amerika Serikat dari nilai sebelumnya 25 persen menjadi 19 persen sebagaimana ditetapkan dalam kesepakatan tarif resiprokal dengan AS yang baru ditandatangani. Untuk produk-produk unggulan Malaysia, seperti minyak sawit, produk karet, produk kayu, komponen penerbangan, dan produk farmasi, dibebaskan oleh AS dari tarif 19 persen tersebut, alias menjadi 0 persen atau bebas tarif. Indonesia berharap mendapatkan hasil negosiasi yang serupa dari Amerika Serikat.

Tim Was DPR RI Akui Masih Negosiasi dengan Arab Saudi Soal RS Darurat Jemaah Internasional
Internasional
Senin, 02 Juni 2025 | 18:15 WIB

Tim Was DPR RI Akui Masih Negosiasi dengan Arab Saudi Soal RS Darurat Jemaah

Mekkah, katakabar.com - Armuzna atau Arafah, Muzdalifah, Mina, hanya tinggal beberapa hari lagi. Berbagai persiapan terus dilakukan tim PPIH guna mendukung kelancaran jemaah menjalani puncak haji bakal berlangsung selama beberapa hari. Salah satu kebutuhan jemaah yang kini terus diperjuangkan lewat negosiasi, yakni pembangunan klinik berikut tenaga kesehatan (Nakes) di sejumlah titik rute Armuzna. Masalahnya Kerajaan Arab Saudi tidak memperkenankannya. Hal tersebut disampaikan pimpinan Tim Pengawas atau Tim Was DPR RI untuk Penyelenggaraan Ibadah Haji 1446 hijiriah tahun 2025 masehi khusus Layanan Akomodasi dan Kesehatan, Singgih Januratmoko, saat melakukan inspeksi mendadak atau Sidak ke Sektor 4 Daker Makkah di Hotel Oriens, kawasan SyiSha, Minggu (1/6) kemarin. Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI itu menyatakan, saat ini pihaknya terus berupaya melakukan negosiasi dengan pihak Kerajaan Arab Saudi untuk diberi izin siapkan perangkat medis untuk kegiatan Armuzna. "Kita masih terus bernegosiasi agar rumah sakit darurat diperbolehkan hingga pelaksanaan Armuzna. Tapi, untuk klinik Alhamdulillah masuk dibolehkan," terangnya. Politisi Golkar inimenjelaskan, masalah lain yang menjadi fokus persoalan Nusuk dan transportasi. "Iya, masalah lainnya ayang harus segera selesai Nusuk dan transportasi bagi jemaah haji Indonesia dari hotel menuju armuzna karena memang berbeda syarikah," ulasnya.

Pitching dan Negosiasi Efektif Bersama Sales Representative Pukau Calon Pelanggan Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 03 Februari 2024 | 17:34 WIB

Pitching dan Negosiasi Efektif Bersama Sales Representative Pukau Calon Pelanggan

katakabar.com - Kala Sales Development Representative (SDR) dan Business Development Representative (BDR) berhasil membuat janji temu atau meeting dengan calon pelanggan, saatnya Sales Representative untuk meyakinkan calon pelanggan secara lebih dalam. Sales Representative bertugas menciptakan konversi, yakni mengubah prospek atau calon pelanggan menjadi pelanggan yang sebenarnya. Upaya ini dimaksimalkan waktu sesingkat mungkin dengan tetap menjaga tingkat konversi yang setinggi mungkin. Kesuksesan ditentukan banyak faktor, salah satu komponen pentingnya bagaimana Pitching sales dilakukan secara terstruktur. Mulailah membuka meeting dengan perkenalan yang hangat dan berkesan, memaparkan masalah dan solusi apa yang bisa dilakukan perusahaan, memberi sesi konsultasi di mana calon pelanggan dapat menceritakan kebutuhan ataupun persoalan yang dihadapi. Lalu, dengan demo produk sesuai kebutuhan yang telah disebutkan calon pelanggan. Akhiri dengan ceritakan success story pelanggan lainnya, informasi harga, dan berikan kembali sesi konsultasi dengan pelanggan untuk memastikan pertimbangan produk. Ciptakan Customer Retention Bersama Tim Customer Success Perusahaan terkadang terlalu fokus untuk mendapat lebih banyak pelanggan baru, lupa untuk mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Di tahap inilah, tim Customer Success hadir dengan peran pentingnya. Peran tersebut antara lain adalah memaksimalkan kesempatan “UpSell” serta meminimalkan “DownSell” dan tingkat perpindahan pelanggan (Churn). Saat Sales sudah deal dengan pelanggan, pelanggan tersebut akan ditangani dan didampingi oleh tim Customer Success. Tim ini melakukan kick-off atau onboarding meeting untuk membantu pelanggan menetapkan tujuan mereka dan instalasi produk. Tim Customer Success dapat melakukan proposal activity untuk mendapatkan peluang penjualan baru atau pengenalan departemen baru. Tim Customer Success bertanggungjawab menjaga keterlibatan (engagement) dengan pelanggan sekaligus membantu melakukan pemantauan penggunaan produk untuk memastikan pelanggan telah memanfaatkan layanan dengan sepenuhnya. Hal itu dapat dilakukan dengan rutin melakukan review meeting, mengadakan berbagai acara untuk mendorong pelanggan mencoba lebih banyak fitur produk, dan membangun komunitas pelanggan untuk membuka kesempatan berelasi dan memperkenalkan produk secara lebih luas. Revenue Optimization Flow (ROF) menjadi alternatif strategi yang tepat untuk meningkatkan produktivitas Sales pada bisnis saat ini. Terlebih, jika aktivitas didukung dengan teknologi canggih seperti MiiTel, sistem telepon dan alat analisis percakapan berbasis AI yang mampu merekam, mentranskripsi, merangkum, dan memberikan data analisis panggilan telepon dan online meeting secara otomatis. Tertarik untuk mengetahui lebih lanjut? Klaim free demo sekarang di miitel.id, kuota terbatas! Kontak: Nadira [email protected]