Pengamat Bilang MIND ID Barometer Nasional Penerapan K3 Tambang Nusantara
Nusantara
Kamis, 12 Februari 2026 | 12:32 WIB

Pengamat Bilang MIND ID Barometer Nasional Penerapan K3 Tambang

Jakarta, katakabar.com - Penerapan disiplin Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara inklusif dan berkelanjutan kini bukan lagi sekadar kewajiban regulasi, melainkan instrumen vital dalam melindungi aset manusia serta meningkatkan daya saing global. Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, dinilai telah berhasil memosisikan diri sebagai tolok ukur (barometer) konkret dalam transformasi budaya keselamatan tambang di tanah air. Co-Founder A+ CSR Indonesia, Jalal, menyatakan integrasi standar K3 di dalam Grup MIND ID telah melampaui fase kepatuhan dasar. Menurutnya, kombinasi antara Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) Minerba dengan standar internasional ISO 45001 telah memberikan dampak nyata pada penurunan tren Lost Time Injury Frequency Rate (LTIFR) secara konsisten. "Bagi pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) skala menengah, grup ini adalah mercusuar. Dalam hal budaya K3, MIND ID adalah barometer mutlak," ujar Jalal lewat keterangannya di Jakarta. Sebagai bagian dari keanggotaan International Council on Mining and Metals (ICMM), MIND ID membawa standar global ke dalam operasional domestik. Jalal menyoroti bagaimana intervensi teknologi digital dan adopsi Internet of Things (IoT) bukan lagi sekadar "kosmetik" perusahaan, melainkan strategi inti untuk menekan angka kecelakaan kerja hingga ke titik terendah. Salah satu bukti nyata berada pada operasional tambang bawah tanah (underground mining) PT Freeport Indonesia (PTFI). Jalal menyebut PTFI sebagai "laboratorium tambang" yang menerapkan teknologi mitigasi risiko tingkat tinggi. "Mitigasi risiko runtuhan di sana tidak lagi sekadar memasang rock bolt secara manual. Mereka menggunakan teknologi seismic monitoring tingkat lanjut untuk mendeteksi pergerakan massa batuan secara real-time guna memprediksi potensi rockburst," jelasnya. Jalal memuji implementasi Remote Operation Management System di PTFI. Sistem ini memungkinkan operator menjalankan alat berat dari ruang kendali yang berjarak kilometer dari area berbahaya. Pengelolaan wet muck (lumpur basah) yang berisiko tinggi pun kini dimitigasi dengan sistem pemuatan jarak jauh. "Ini bukan gaya-gayaan. Ini adalah strategi cerdas untuk memindahkan manusia keluar dari line of fire (garis bahaya). Saat regulasi domestik mungkin baru mengatur aspek keamanan dasar, mereka sudah menerapkan sistem ventilasi otomatis dan evakuasi mandiri berbasis sensor," ucap Jalal. Selain di tambang bawah tanah, anggota Grup MIND ID lainnya juga telah mengadopsi IoT untuk pemantauan kestabilan lereng tambang terbuka melalui radar, serta pemasangan sensor pada kendaraan (collision avoidance system) untuk mencegah tabrakan. Langkah transformatif ini diharapkan tidak hanya berhenti di level Holding, tetapi mampu menginspirasi seluruh ekosistem pertambangan di Indonesia untuk memprioritaskan keselamatan pekerja di atas segalanya.

Kala Industri Sawit Capai Titik Jenuh di Sumut, Pengamat Sebut Investor Baru Sulit Masuk Sawit
Sawit
Minggu, 26 Oktober 2025 | 15:30 WIB

Kala Industri Sawit Capai Titik Jenuh di Sumut, Pengamat Sebut Investor Baru Sulit Masuk

Medan, katakabar.com - Industri kelapa sawit dinilai telah mencapai titik jenuh di Sumatera Utara. Situasi dan kondisi atau Sikon ini tentu membuat daerah yang dipimpin Bobby Nasution sulit menarik investor baru, dan mesti mengandalkan kekuatan ekonomi sendiri. Demikian disampaikan Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin dilansir dari laman mistar.id, Ahad (26/10). Di Sumatera Utara, ujar Gunawan, industri saat ini mayoritas terfokus pada pengolahan sumber daya alam, seperti sawit, karet, kakao, dan kopi, dengan kelapa sawit sebagai primadona. “Industri kelapa sawit saat ini sudah mengalami titik jenuh. Lantaran serapan produk minyak kelapa sawit stabil dan cenderung naik tipis belakangan ini,” ucap Gunawan, Jumat (24/10) lalu. Kondisi ini terlihat dari produksi Crude Palm Oil (CPO) yang relatif tidak banyak berubah. Meski industri pengolahan utama tengah jenuh, Gunawan melihat adanya peluang investasi terbatas, yakni pada pengembangan biodiesel. Ada peluang pengembangan biodiesel yang bisa ditawarkan ke investor asing karena domestic demand-nya cukup menjanjikan. Penerapan biodiesel untuk campuran BBM sangat potensial karena dibarengi dengan kebijakan politis pemerintah,” terangnya. Ditegaskan Gunawan, bakal sulit menarik investasi baru di tengah kejenuhan industri. Ia mengutip pernyataan Menkeu RI, Purbaya yang menyebut investor datang untuk menikmati pertumbuhan, bukan menciptakan pertumbuhan. Hal ini menandakan realisasi investasi di Sumut pada tahun ini dan tahun depan akan lebih banyak mengandalkan perusahaan yang sudah mapan atau pembiayaan dari perbankan.

Pengamat Mewanti-wanti Jangan Sampai Kewajiban Plasma Jadi Celah Korupsi Sawit
Sawit
Selasa, 14 Januari 2025 | 18:00 WIB

Pengamat Mewanti-wanti Jangan Sampai Kewajiban Plasma Jadi Celah Korupsi

Pekanbaru, katakabar.com - Pengamat Kebijakan Publik, Dr M Rawa El Amady, sambut baik terbitnya Surat Edaran (SE) Ditjenbun Kementerian Pertanian Nomor 21 tahun 2025 mengenai Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat Sekitar (FPKMS) pekan lalu. Menurutnya, SE ini adalah terobosan yang cukup baik dan memudahkan perusahaan perkebunan kelapa sawit menjalankan kewajibannya. Tapi, Dosen Pascasarjana Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru, Riau itu menekankan perlunya pengawasan dalam implementasinya SE ini. Maksudnya, agar kewajiban perusahaan untuk membangun kebun masyarakat atau plasma sebesar 20 perseb benar-benar dilaksanakan dan tepat sasaran.

Jaksa Agung Produk Uji Kelayakan dan Kepatutan Sumut
Sumut
Jumat, 01 Maret 2024 | 14:28 WIB

Jaksa Agung Produk Uji Kelayakan dan Kepatutan

Insan Adhyaksa di seluruh Indonesia patut berbangga. Apa gerangan? Mahkamah Konstitusi mengeluarkan putusan tentang jabatan Jaksa Agung diangkat dan diberhentikan oleh Presiden, yang menjadi hak preogratif kepala negara.

Sub Holding PalmCo Berdiri, Ini Kata Pengamat Ekonomi dan Akademisi UGM Nasional
Nasional
Minggu, 24 Desember 2023 | 21:00 WIB

Sub Holding PalmCo Berdiri, Ini Kata Pengamat Ekonomi dan Akademisi UGM

Jakarta, katakabar.com - Pengamat ekonomi dan akademisi Universitas Gajah Mada (UGM), Fahmy Radhi menilai, dengan adanya PalmCo bakal mampu meningkatkan efisiensi lantaran sebelumnya bisnis kelapa sawit PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dikelola terpisah-pisah selama ini “Adanya sub holding PalmCo, pendalaman usaha terbentuk. Jadi, perusahaan lebih fleksibel atasi sejumlah masalah dan tantangan yang dihadapi perusahaan dan pemerintah dalam industri kelapa sawit nasional,” ujarnya lewat keterangan resmi, dilansir dari laman elaeis.co, pada Ahad (24/12). PalmCo, kata Fahmy, bisa lebih leluasa mengembangkan bisnis di industri kelapa sawit, apakah untuk pangan atau untuk bahan baku energi. Selain itu, PalmCo diyakini dapat berperan mengurangi sejumlah tantangan dalam industri sawit nasional masih sangat kompleks selama ini. "Kebijakan nasional belum tegas selama ini, apakah kelapa sawit ini untuk pangan atau energi. Jadi, PalmCo kalau konsisten dengan visi awalnya dapat mengurangi dampak masalah sawit,” ulasnya. Dijabarkan Fahmy, ada tiga tantangan industri kelapa sawit saat ini. Pertama, simalakama mengenai kelapa sawit, apakah untuk pangan atau untuk energi. “Kalau digunakan banyak untuk energi, ada potensi kekurangan bahan baku kelapa sawit untuk pangan, misalnya minyak goreng. Bisa jadi harga minyak goreng naik di dalam negeri. Ini bisa jadi masalah,” jelasnya. Sisi lain, ucap Fahmy, Indonesia belum punya teknologi di dalam negeri yang dapat mengolah sawit 100 persen menjadi bahan bakar nabati. Koordinasi dengan lembaga atau perusahaan pemerintah lain sangat dibutuhkan. Misalnya dengan Pertamina terkait bahan baku apa yang digunakan untuk biofuel, berapa jumlahnya, dan tahun berapa secara bertahap dilakukan. Tantangan kedua, masih sering terjadi harga sawit yang masih berfluktuasi, terutama saat harga minyak sawit di pasar dunia naik. Keinginan perusahaan untuk mengekspor Crude Palm Oil (CPO) sangat besar kalau harga di pasar global naik sehingga terjadi kalangkaan di dalam negeri yang disusul dengan terjadinya lonjakan harga di pasar domestik. “Tantangan ini mestidiantisipasi. Bagaimana rencana bisnis yang harus dilakukan di saat akhirnya harga naik atau sebaliknya sewaktu harga turun,” tuturnya. Tantangan ketiga, penolakan dari berbagai negara, terutama Eropa Barat, terhadap ekspor produk sawit karena isu lingkungan. "PalmCo harusnya terlibat dalam melakukan lobi-lobi, agar peluang ekspor Indonesia tidak terhambat," sarannya. Diketahui, pendirian Sub Holding PalmCo yang khusus mengelola bisnis kelapa sawit terealisasi awal Desember 2023 lalu. PalmCo adalah penggabungan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V, VI dan XIII ke dalam PTPN IV sebagai surviving entity dan pemisahan tidak murni PTPN III (Persero) ke dalam PTPN IV.

Variasi Produk Sawit Beragam, Tungkot S: Hilirisasi Sawit Catatkan Kemajuan di Indonesia Tekno
Tekno
Selasa, 12 Desember 2023 | 14:36 WIB

Variasi Produk Sawit Beragam, Tungkot S: Hilirisasi Sawit Catatkan Kemajuan di Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Variasi produk kelapa sawit makin beragam sehingga menghasilkan peningkatan nilai ekonomi produk. Ini menandakan hilirisasi kelapa sawit mencatatkan kemajuan di Indonesia. Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI), Tungkot Sipayung mengatakan, sejauh ini hilirisasi kelapa sawit sudah mencatat kemajuan yang besar. Variasi produk kelapa sawit semakin beragam, ujar Tungkot Sipayung, menghasilkan peningkatan nilai ekonomi produk kelapa sawit. "Menuju 750 jenis produk hilir dan kompetitif di pasar dunia. Semakin ke hilir nilai tambah besar dan semakin membutuhkan inovasi hilir," jelas Tungkot lewat keterangan resmi di Jakarta, dilansir dari laman ANTARA, pada Selasa ( 12/12). Cerita Tungkot, pada 2010 silam, Indonesia masih mengekspor Crude Palm Oil (CPO) atau barang mentah sekitar 70 hingga 80 persen. Tapi, di 2022, sekitar 90 persen ekspor berupa olahan sederhana atau setengah jadi. Menurut penilaiannya, sejauh ini hilirisasi kelapa sawit sudah mencatat kemajuan yang besar. Tapi, hilirisasi kelapa sawit domestik masih memerlukan percepatan adopsi inovasi agar dapat menghasilkan bermacam produk hilir. Keterlambatan adopsi inovasi terjadi, ulas Tungkot, lantaran masih rendahnya budaya inovatif dan kreatif di industri hilir. Inovasi belum menjadi indikator kinerja utama perusahaan, dan masih lemahnya dukungan kebijakan. "Dukungan dana riset yang disalurkan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) sudah tersedia dan telah dimanfaatkan para periset, dan hasil berupa invensi atau paten telah banyak. Untuk itu, mendorong agar hasil riset agar dapat diadopsi para pelaku industri," terangnya. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono menjelaskan, dari 2018, hilirisasi industri kelapa sawit sudah berjalan dan tidak lagi didominasi Crude Palm Oil (CPO). Pada 2022, sebut Eddy, ekspor bahan baku CPO sebesar 3.463 ribu ton dari total ekspor kelapa sawit 33.928 ribu ton. Sedangkan, crude palm kernel oil (PKO) sebesar 107 ribu ton. Terus, ekspor dalam bentuk produk hilir berupa refined palm oil sebesar 24.410 ribu ton, refined PKO sebanyak 1.335 ribu ton, biodiesel sebesar 4.179 ribu ton dan oleokimia mencapai 4.179 ribu ton. Sisi lain, tambah Eddy, permintaan dalam negeri terus meningkat dari 16,7 juta ton pada 2019 menjadi 21,1 juta ton pada 2022, rincinya.

Harga Benih Sawit Lebih Mahal Ketimbang TBS, Ini Penjelasan Pengamat Sawit
Sawit
Jumat, 29 September 2023 | 22:12 WIB

Harga Benih Sawit Lebih Mahal Ketimbang TBS, Ini Penjelasan Pengamat

Bengkulu, katakabar.com - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit rata-rata hanya Rp2 ribu per kilogram saat ini. Harga itu lebih murah ketimbang harga satu butir benih sawit unggul Rp6.750. Lho, kok bisa? Inilah faktanya. Menurut Pengamat Pertanian Bengkulu, Prof Zainal Muktamar, fenomena itu disebabkan untuk memperoleh benih sawit unggul membutuhkan waktu penelitian yang cukup lama. "Perbedaan harga itu terjadi disebabkam benih sawit diperoleh melalui penelitian yang tidak sebentar dan memerlukan waktu bertahun-tahun," ulas Dosen Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu itu, dilansir dari laman elaeis.co, pada Jumat (29/9). Diceritakan, Prof Zainal, proses memperbanyak benih, perlu dilakukan penelitian genetika, pemilihan bibit terbaik, serta uji coba lapangan yang berkesinambungan. "Hasil dari upaya itu, benih lebih tahan terhadap hama dan penyakit, serta menghasilkan lebih banyak minyak sawit," jelasnya. Jadi, kata Prof Zainal, benih sawit unggul tulang punggung produksi kelapa sawit, dan mesti menjadi fokus perhatian bagi petani dan perusahaan. Walau dari sisi harga mahal, benih sawit unggul memang diciptakan untuk bibit sawit yang berkualitas, baik dari postur tanaman dan hasilnya. Sementara, TBS kelapa sawit, kegunaannya untuk produk, seperti Crude Palm Oil (CPO), minyak goreng dan lainnya. "Memang tidak bisa disamakan, sebab fungsi keduanya berbeda. Jadi, wajar kalau harganya juga berbeda," bebernya. Terlepas dari itu, para petani berharap harga TBS kelapa sawit tidak terlalu rendah agar setimpal dengan jerih payah mereka menghasilkan bahan baku pembuat minyak goreng. Tak dapat dipungkiri, harga TBS kelapa sawit saat ini cukup rendah dibanding dengan harga satu benih kelapa sawit. "Kami berharap kenaikan harga TBS kelapa sawit selalu menjadi prioritas agar kesejahteraan petani lebih baik lagi," sebut Ketua Aliansi Petani Kelapa Sawit (APKS) Bengkulu, Edy Mashury.

Perhatikan! Petani Tanam Bibit Sawit Elok Sebelum Musim Hujan Tiba Sawit
Sawit
Kamis, 21 September 2023 | 18:55 WIB

Perhatikan! Petani Tanam Bibit Sawit Elok Sebelum Musim Hujan Tiba

Bengkulu, katakabar.com - Para petani kebun kelapa sawit mesti perhatikan waktu yang pas saat tanambibit kelapa sawit. Soalnya, kalau salah pilih waktu saat tanam bisa fatal kepada pertumbuhan kelapa sawit. "Waktu tanam bibit kelapa sawit elok dilakukan sebelum musim hujan tiba, sebab kunci keberhasilan pertumbuhan tanaman saat memasuki musim hujan," kata Pengamat Pertanian Bengkulu, Zainal Muktamar, dilansir dari laman elaeis.co, pada Rabu (20/9). Bibit kelapa sawit ujar Zainal, perlu waktu untuk mengembangkan sistem perakaran yang kuat sebelum musim kemarau datang. Tahapan ini sangat membutuhkan ketersediaan air yang cukup. "Tanaman memiliki akar kuat lebih tahan terhadap kondisi kering dan panas yang umumnya terjadi selama musim kemarau," jelasnya. Menurutnya, pertumbuhan sawit tidak hanya dipengaruhi waktu tanam tapi pada metode penanaman. Setiap bibit kelapa sawit harus ditempatkan dengan hati-hati di grid dengan sekitar 100 pohon yang ditanam untuk setiap lahan seukuran lapangan sepak bola. Itu bertujuan untuk memaksimalkan penggunaan lahan dan mendapatkan hasil panen optimal. Tidak cuma itu, selama pertumbuhan pohon kelapa sawit, pemupukan harus dilakukan dengan hati-hati. "Pupuk yang tepat membantu tanaman untuk berkembang dengan baik dan menghasilkan buah yang berkualitas tinggi. Pastikan tanaman kelapa sawit diberi pupuk sesuai dosis yang tepat," bebernya. Untuk menjalankan semua langkah ini lanjut Zainal, para petani perlu dapat bimbingan dan informasi yang benar dari para ahli pertanian setempat. Konsultasi dengan para ahli membantu pastikan penanaman bibit kelapa sawit dilakukan dengan benar agar menghasilkan hasil panen yang baik. "Libatkan ahli pertanian jangan melakukannya sendiri. Ini demi kebaikan kebun kelapa sawit yang dimiliki petani," tambahnya.

Tanaman Sawit Masih Kecil Terendam Air, Ini Dampaknya Serba Serbi
Serba Serbi
Rabu, 19 Juli 2023 | 22:37 WIB

Tanaman Sawit Masih Kecil Terendam Air, Ini Dampaknya

Bengkulu, katakabar.com - Terendamnya tanaman sawit masih kecil terendam air dampaknya bisa sebabkan akar jadi lemah, nutrisi tidak terserap dengan baik, dan pertumbuhan terhambat. "Itu semua bisa berdampak kepada kualitas tanaman dewasa. Hasil panen pun rendah," kata pengamat pertanian Bengkulu, Prof Dr Zainal Muktamar, pada Selasa (18/7) kemarin. "Tanaman kelapa sawit yang masih kecil sangat rentan genangan air. Bila terendam terlalu sering, ini dapat menghambat pertumbuhan dan mengurangi potensi hasil panen di masa depan. Itu sebabnya, penting bagi petani pastikan tanaman tetap terhindar dari genangan air yang berlebihan," serunya. Zainal mengaku, Untuk mencegah tanaman kelapa sawit terendam genangan air ulas Zainal, diperlukan pengelolaan drainase yang baik. Salah satu langkah penting yang dapat diambil petani, yakni memastikan pengelolaan drainase yang baik di kebun kelapa sawit mereka. "Sistem drainase yang efektif membantu mengurangi risiko terjadinya genangan air yang dapat merusak tanaman. Ini dapat dilakukan melalui pembuatan saluran drainase yang memadai dan pemantauan terus-menerus kondisi drainase di kebun," jelasnya. Masih Zainal, dengan kesadaran dan langkah-langkah proaktif menjaga tanaman kelapa sawit yang masih kecil dari genangan air berharap petani miliki masa depan yang lebih cerah di Bengkulu. Pertumbuhan tanaman kelapa sawit yang optimal dan hasil panen yang memuaskan dapat tercapai dengan pengelolaan yang baik dan dukungan yang tepat. Akhirnya, memberikan keuntungan bagi petani dan perekonomian daerah. "Petani kelapa sawit bisa meraih masa depan yang lebih cerah di Bengkulu. Itu tadi dengan pengelolaan yang baik dan dukungan yang tepat, pertumbuhan tanaman kelapa sawit yang optimal," bebernya. Sebelumnya Zainal pernah menuturkan, upaya meningkatkan produktivitas tanaman kelapa sawit, petani diminta menjaga pertumbuhan dengan memastikan tanaman yang masih kecil agar tidak sering terendam air. Ini menjadi kunci bagi pertumbuhan yang optimal dan kesuksesan panen di masa depan.