Rokan Hulu
Sorotan terbaru dari Tag # Rokan Hulu
Di Antara Jejak Kepemimpinan Anton dan Poti Kokohkan Ketahanan Pangan Rokan Hulu
Rokan Hulu, katakabar.com - Hamparan sawah hijau di Desa Rambah Baru, Kecamatan Rambah Samo, berubah menjadi lautan emas sebagai tanda padi siap dipanen, Senin (7/9). Di tengah kegembiraan para petani, Bupati Rokan Hulu, Anton, S.T., M.M., pegang rumpun padi senyum lebar. Hal ini bukan sekadar memanen hasil bumi, melainkan memanen hasil kerja keras, keseriusan, dan komitmen nyata pemerintahan Rokan Hulu di bawah duet Bupati Anton dan Wakil Bupati Syafaruddin Poti untuk mewujudkan Rokan Hulu Maju. Panen bersama ini bukan sekadar seremoni. Angka yang tercatat berbicara sendiri: produktivitas padi di Desa Rambah Baru melonjak signifikan mencapai 8,9 ton per hektar, naik tajam dibandingkan tahun 2025 yang masih di angka 6,92 ton per hektar. Sebuah lompatan yang membuktikan kebijakan pertanian yang digagas Bupati Anton dan didukung penuh oleh Wakil Bupati Poti berjalan pada jalur yang tepat, berbasis data, berpihak pada petani, dan berorientasi pada ketahanan pangan daerah. Visi Bersama: Pertanian Tulang Punggung Kemajuan Rohul Kepemimpinan Anton dan Poti sejak awal menempatkan pertanian bukan sekadar sektor ekonomi biasa, melainkan fondasi utama pembangunan dan kemandirian daerah. Di tengah dinamika ekonomi yang berubah-ubah, pertanian tetap menjadi benteng yang menjaga kestabilan sosial dan kesejahteraan masyarakat. “Kita ingin Rambah Baru tidak hanya menjadi sentra pertanian, tetapi berkembang menjadi kawasan agrowisata dan edukasi pertanian terpadu yang mengintegrasikan pertanian, perkebunan, pariwisata, hingga infrastruktur,” ujar Anton, menegaskan visi jangka panjang yang menjadi kesepakatan bersama dengan Wakil Bupati Poti. Visi ini tercermin dalam langkah konkret yang dijalankan: Pertama, penyuluran bantuan benih untuk 400 hektar lahan di Rokan Hulu, dengan penekanan khusus 170 hektare di Kecamatan Rambah Samo. Kedua, pemberian 20 set alat mesin pertanian (Alsintan) modern kepada Kelompok Tani Agri Pondok, lengkap dengan bantuan pupuk NPK dari kemitraan CSR Perumda Rohul Hutan Jaya bukti sinergi pemerintah, BUMD, dan dunia usaha. Ketiga, penerapan teknologi modern, pengembangan benih unggul, pengendalian hama terpadu, dan peningkatan indeks pertanaman paket lengkap yang dirancang untuk menaikkan rata-rata produktivitas daerah menjadi 5,5 ton/ha pada tahun 2026. Sinergi Anton dan Poti: Menggandeng Semua Pihak untuk Petani Kehadiran jajaran pejabat tinggi dalam kegiatan ini, mulai dari Ketua DPRD Rokan Hulu, Hj. Sumiartini, Perwira Polres dan Kejari Rokan Hulu, Ketua KTNA Rokan Hulul, Kepala Dinas Tanaman Pangan, hingga Camat Rambah Samo menunjukkan agenda ketahanan pangan bukan urusan satu orang atau satu dinas saja. Di bawah kepemimpinan Anton dan Poti, pembangunan pertanian menjadi gerakan bersama lintas sektor. Bupati Anton menegaskan, panen hari ini adalah bukti nyata kerja keras melahirkan hasil. Dari tangan para petani, kita tidak hanya menghasilkan pangan, tetapi juga menjaga kemandirian daerah. Pertanian harus menjadi kekuatan ekonomi sekaligus fondasi utama ketahanan pangan Rokan Hulu," jelasnya, Senin siang. Perhatian terhadap petani tidak berhenti di panen. Pemerintah Rohul terus memetakan potensi lahan sawah: dari total luas baku lahan sawah 1.432 hektar, lahan aktif mencapai ±1.100 hektar yang tersebar di 8 kecamatan dengan Kecamatan Rambah Samo sendiri menyumbang 467,75 hektar dan Desa Rambah Baru 129 hektar. Data tahun 2025 menunjukkan total luas panen mencapai 3.520,4 hektar dengan produksi 18.390,62 ton GKP, yang menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menyusun program yang lebih presisi dan menyentuh kebutuhan petani secara langsung. Rokan Hulu Maju: Pertanian Kuat, Rakyat Sejahtera Keberhasilan panen di Rambah Baru adalah satu dari sekian banyak bab yang sedang ditulis pemerintahan Anton dan Poti. Visi “Rokan Hulu Maju — Maju, Berbudaya, Sejahtera, Berkelanjutan” tidak hanya diucapkan dalam pidato, tetapi ditanam di setiap jengkal tanah garapan petani, dipupuk dengan kebijakan yang berpihak, dan dipanen dalam bentuk kesejahteraan yang nyata. Dengan komitmen yang tak tergoyahkan, sinergi antara Bupati dan Wakil Bupati, serta kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh, Rokan Hulu melangkah mantap di mana pertanian yang kuat menjadi penjamin pangan rakyat, dan rakyat yang sejahtera menjadi jaminan masa depan daerah yang gemilang. Rokan Hulu Maju bukan sekadar slogan. Ia adalah janji yang ditunaikan di sawah, di ladang, di setiap kebijakan yang lahir untuk rakyat.
Alreza Ahyu: Langkah-langkah Baru Membangun Pendidikan Sejalan Visi Bupati dan Wakil Bupati Rohul
Pasir Pengaraian, katakabar.com - Pendidikan bukan sekadar memindahkan pengetahuan ke dalam kepala anak‑anak tetapi ia adalah cara kita mewariskan jati‑diri, martabat, harapan, serta arah masa depan tanah tempat kita berpijak. Di bawah arahan kuat serta dukungan penuh Bupati Rokan Hulu Anton, ST., MM., dan Wakil Bupati H. Syafaruddin Poti, S.H., M.M. bertekad menjadikan kemajuan ilmu pengetahuan berjalan beriringan bersama kearifan lokal dan pembentukan jiwa manusia seutuhnya, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) kini bergerak maju dengan rencana kerja yang teratur, peduli, transparan, serta tegas memegang amanat rakyat dipimpin Kepala Dinas Al Reza Ahyu, S.E., M.Si., Ak. yang memadukan ketegasan peraturan dengan kepekaan hati masyarakat. Langkah‑langkah yang kini digulirkan menyentuh sisi kehidupan sekolah secara menyeluruh: mulai dari menjaga napas dan kesehatan anak didik, memastikan setiap rupiah bantuan datang tepat sasaran, membersihkan gerbang penerimaan siswa dari segala noda pungutan maupun percaloan, hingga menanamkan kembali akar budi pekerti, iman, dan semangat berkemasyarakatan yang menjadi ciri khas “Negeri Seribu Suluk” nama lain dari Rokan Hulu. Ketika asap kebakaran hutan dan lahan mulai menyelimuti langit ancaman yang kerap datang tanpa diundang, Disdikpora segera bertindak cepat dan terukur. Melalui Surat Edaran Nomor 300.2.1/DISDIKPORA‑Set/1, masa pembelajaran dialihkan sementara waktu menjadi sistem jarak jauh atau pembelajaran daring, berlaku 26 hingga 28 Agustus 2026, agar tak ada satu pun murid yang terpaksa menghirup udara berbahaya demi mengikuti pelajaran. Tetapu kepedulian tak berhenti sekadar mengubah cara belajar: gizi anak tetap menjadi prioritas utama. Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan penuh dengan pengaturan yang memudahkan para orang tua mengambil pangan yang sudah disiapkan sekolah lewat koordinasi sederhana, sehingga manfaat program negara ini tetap sampai ke meja makan anak‑anak meski mereka belajar dari rumah. “Kita tidak boleh membiarkan pelajaran terhenti, dan kita juga tak boleh membiarkan perut anak kita kosong,” kata Kadisdikpora Rokan Hulu Alreza Ahyu. Semangat yang tercermin di sini persis sejalan arahan Bupati Anton: pelayanan harus peka, cepat, dan tak menyulitkan rakyat. Di balik kemajuan sekolah terdapat hal yang sederhana namun sangat menentukan nasib ribuan ruang belajar: kebenaran data. Menjelang penutupan pemutakhiran Data Pokok Pendidikan (Dapodik) pada 31 Agustus 2026, seluruh jajaran sekolah diminta memeriksa ulang satu‑persatu: jumlah murid, tenaga pendidik, sarana prasarana hingga kelengkapan dokumen kemajuan belajar. Ini bukan sekadar urusan administrasi rutin, sebab data Dapodiklah yang menjadi dasar perhitungan seluruh alokasi anggaran Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Tahun 2027. “Setiap angka harus jujur, setiap nama harus benar ada, karena itu adalah uang yang dipercayakan rakyat untuk masa depan anak‑bangsa. Sesuai semangat tata kelola bersih yang terus didengungkan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, apa yang kita catat harus benar, apa yang kita rencanakan harus jelas, dan apa yang kita terima harus kita pertanggung‑jawabkan lurus di hadapan rakyat," jelasnya. Kemudian kata Reza, pendidikan adalah hak setiap anak bukan milik siapa yang paling kaya, paling berpengaruh, atau paling banyak kenalan. Untuk itu, menyambut Tahun Ajaran baru, seluruh jajaran pemimpin sekolah dan petugas penerimaan murid baru telah menandatangani Pakta Integritas Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) bersih. Janji tertulis ini bermakna besar: penerimaan siswa akan berjalan murni berdasarkan ketentuan aturan, tanpa pungutan apa pun, tanpa jalur tersembunyi, tanpa bisa digeser oleh pengaruh jabatan, kerabat, maupun tokoh masyarakat, siapa pun itu. “Gerbang sekolah terbuka lebar untuk setiap anak yang berhak masuk, ditutup rapat bagi siapa pun yang ingin membelokkan keadilan,” prinsip ini sejalan dengan komitmen bersama Bupati Anton dan Wakil Bupati Syafaruddin Poti: membangun pemerintahan yang jujur, membuka peluang setara bagi semua orang, dan menghapus kebiasaan lama yang membebani maupun merugikan warga. Di tengah arus zaman yang makin cepat berubah, ada hal yang tak boleh berubah: kebaikan hati, ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta kebersamaan dan semangat pengabdian yang menjadi warisan leluhur kita. Dua langkah besar kini mulai dijalankan serentak: pertama, melalui arahan yang bersumber dari Surat Edaran Bupati, seluruh satuan pendidikan jenjang SD maupun SMP negeri maupun swasta mulai melaksanakan kegiatan keagamaan: melaksanakan Shalat Dhuha serta Shalat Zuhur berjamaah di lingkungan sekolah. “Kita membangun kecerdasan otak, namun jangan lupa membangun kemuliaan hati,” ucapnya dengan semangat di balik kebijakan ini. Kedua, Pendidikan Kepramukaan kini resmi menjadi kegiatan ekstrakurikuler wajib berlaku di seluruh jenjang sekolah, diperkuat dengan rutinitas apel setiap hari Rabu serta kebangkitan Gugus Depan yang sempat berhenti bergerak. Langkah ini sejalan langsung dengan amanat baru Al Reza Ahyu sendiri yang kini juga menjabat sebagai Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Rokan Hulu. “Di sini anak tak sekadar belajar melipat bendera atau mendirikan tenda mereka belajar saling peduli, disiplin, mandiri, mencintai tanah air, serta siap bergotong‑royong membantu sesama tanpa diminta,” terangnya, sesuai cita‑cita pemimpin daerah: agar anak kelak tumbuh menjadi orang pandai sekaligus berjiwa besar, berpikiran luas namun tetap menginjak bumi dan mengingat asal‑usulnya. Dari menjaga udara yang dihirup murid hingga menjaga kejujuran angka di atas kertas; dari memastikan makanan bergizi hingga ke perut murid hingga memastikan hati mereka tumbuh lembut, beriman, dan gagah berani kebijakan‑kebijakan yang sedang berjalan ini bukan sekadar daftar tugas rutin dinas semata. Ia adalah cerminan keinginan besar: bahwa di bawah kepemimpinan Bupati Anton dan Wakil Bupati Syafaruddin Poti, serta pengelolaan pendidikan yang dipimpin Al Reza Ahyu, Rokan Hulu tak sekadar ingin mencetak murid yang pandai ujian melainkan generasi yang tahu siapa dirinya, percaya diri, jujur, peduli lingkungan, saling menghormati, serta siap pulang dan membangun kampung halamannya sendiri menjadi negeri yang makmur, damai, dan terhormat. "Semua ini tak sempurna dalam sekejap mata—namun arahnya harus benar, jalannya harus lurus, dan langkahnya sudah pasti: bersama pemerintah yang peduli, kita tegas sekaligus terbuka, tenaga pendidik yang berjuang tanpa kenal lelah, serta dukungan kita semua—masa depan anak‑anak “Negeri Seribu Suluk” sedang kita rajut bersama, benih‑demi‑benih, hari‑demi‑hari," tandasnya.
Dikomandoi Mohammad Aidi, Demokrat Rohul Gelar Kerja Bakti dan Salurkan Sembako di Pasir Pengaraian
Rokan Hulu, katakabar.com - Sempena Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 25 Partai Demokrat, DPC Kabupaten Rokan Hulu realisasikan arahan Ketua Umum PD, Agus Harimurti Yudhoyono lewat pelaksanaan program unggulan “Gerakan Langit Biru Indonesia Asri”: sebuah gerakan luas merawat lingkungan, sekaligus mempererat kebersamaan, dan kepedulian nyata terhadap masyarakat. Berlangsung Jumat (21/8), puluhan hingga ratusan elemen berkumpul untuk menggelar kerja bakti menyeluruh di kawasan Pemakaman Umum Kampung Bukit, Kelurahan Pasir Pengaraian, Kecamatan Rambah. Kegiatan bersih‑bersih merapikan lingkungan ini bukan saja seremonial, melainkan perwujudan prinsip, yakni kemajuan harus berjalan beriringan dengan pelestarian alam dan kenyamanan bersama. Hadir memeriahkan kegiatan, meliputi Bupati Rokan Hulu dua periode, sekaligus Anggota DPR RI, Drs. H. Achmad, M.Si, Sekretaris DPD Partai Demokrat Provinsi Riau, Bung Eka Buana, unsur Bappilu Riau, Deni Saputra, Anggota DPRD Provinsi Riau, Hj. Magdalaini, jajaran pengurus DPC, serta Fraksi Demokrat, Wakil Ketua DPRD Rokan Hulu sekaligus Plt Ketua DPC, Mohammad Aidi, S.H. beserta pengurus PAC, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemuda, pelajar, petugas kebersihan berjumlah keseluruhan 275 orang. Mohammad Aidi menyampaikan Gerakan Langit Birui Indonesia Asri hanyalah awal dari rentetan aksi yang terus digulirkan: “Kami juga telah menyiapkan donor darah, perayaan meriah HUT RI ke‑81 dan berbagai kegiatan lain yang menyentuh langsung kebutuhan warga,” ujarnya. “Inti dari gerakan ini adalah komitmen kita: pembangunan tidak boleh merusak lingkungan hidup. Seperti yang kita lakukan hari ini merawat dan membersihkan tempat pemakaman umum milik kita semua adalah bukti bahwa kita peduli, kita turun ke lapangan, bekerja bersama‑sama,” tegas Mohammad Aidi. Di momen penuh kebersamaan ini, Anggota DPR RI, Dr. H. Achmad, M.Si turut menyerahkan bantuan berupa 150 paket sembako untuk disalurkan kepada warga yang membutuhkan agar kehadiran Partai Demokrat benar‑benar dirasakan meringankan beban dan menegaskan perhatian nyata kepada rakyat. “Semoga gerakan sederhana namun mulia ini kembali membangkitkan semangat gotong‑royong. Kebersihan lingkungan, kesehatan dan kenyamanan tempat tinggal adalah tanggung jawab kita bersama, dan Partai Demokrat ingin selalu berada di barisan paling depan mewujudkannya,” harapnya. Sedang, Sekretaris DPD Partai Demokrat Provinsi Riau, Bung Eka Buana, mengapresiasi antusiasme seluruh unsur di Rokan Hulu. “Gerakan Langit Birui Indonesia Asri adalah program yang digulirkan secara nasional bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke‑25 Partai Demokrat. Seluruh pengurus dan kader diminta benar‑benar turun ke tengah masyarakat, mendengar apa yang dibutuhkan, hadir menyelesaikan masalah bersama bukan sekadar berdiri dan berbicara,” pesannya. “Mari kita pertahankan semangat ini: semakin dekat ke rakyat, semakin nyata karya kita,” ajak Bung Eka Buana disambut tepuk tangan seluruh peserta.
Ditegur! Truk Angkutan Sawit Overload Wajib Putar Lewat Jalan Lingkar Ujungbatu
Ujungbatu, katakabar.com - Debu beterbangan, aspal perlahan hancur, dan warga pusat kota Ujungbatu sudah tak sanggup lagi menahan risiko. Menindaklanjuti gelombang keluhan yang terus mengalir dari masyarakat, Pemerintah Kecamatan Ujungbatu bergerak tegas. Bersama jajaran Polsek Ujungbatu, serta tim Dinas Perhubungan Kabupaten Rokan Hulu, petugas turun langsung ke jalan bukan sekadar untuk menilang, melainkan menyampaikan pesan serius kepada para pengemudi, dan pemilik perusahaan angkutan terutama yang membawa muatan sawit yang selama ini melintas seenaknya di tengah kota. Jumat, (24/7), menjadi hari di mana kesabaran warga dan toleransi aturan bertemu di satu titik. Dipimpin langsung Camat Ujungbatu, Sigit Pranjoro, S.STP, didampingi Kapolsek Ujungbatu Kompol Buyung Kardinal, S.H., M.H., serta petugas Dishub, kegiatan sosialisasi sekaligus penertiban ini menjadi momen membuka mata: jalan kota bukan lintasan truk raksasa yang memikul beban melebihi kekuatannya. Bukan tanpa alasan warga berteriak. Truk-truk bermuatan sawit yang melintas dengan bobot berlipat ganda dari kapasitas yang diizinkan, tak hanya merusak badan jalan yang sudah diperbaiki dengan uang rakyat, tapi juga kerap meninggalkan sisa muatan di aspal bahkan terkadang berjatuhan secara tiba-tiba. Hal ini membahayakan pejalan kaki, anak sekolah, hingga kendaraan kecil yang berpapasan. Belum lagi getaran yang dirasakan rumah warga di pinggir jalan utama, serta kebisingan yang tak kunjung henti. "Kami tidak ingin menghambat roda ekonomi. Sawit adalah tulang punggung daerah ini, kami sangat mengerti itu. Tapi keselamatan nyawa dan kenyamanan masyarakat adalah harga yang tak boleh ditawar," tegas Camat Sigit saat berbicara dengan sejumlah pengemudi truk di lokasi. Dalam arahannya, petugas menegaskan tiga hal utama yang wajib dipatuhi mulai saat ini. Pertama, dilarang keras mengangkut muatan melebihi batas kemampuan kendaraan. Kedua, setiap muatan harus tertutup rapat menggunakan terpal atau jaring pengaman agar tidak berantakan di jalan. Dan ketiga, yang paling penting seluruh kendaraan bertonase besar diarahkan sepenuhnya memutar melalui Jalan Lingkar Ujungbatu, dan tidak lagi diizinkan membelah pusat keramaian kota. Kapolsek Ujungbatu menimpali, teguran ini adalah langkah awal. Jika setelah sosialisasi ini masih ditemukan pelanggaran yang sama, pihaknya tidak akan segan-segan menerapkan sanksi hukum yang berlaku. "Jalan lingkar sudah dibangun dan siap digunakan. Manfaatkanlah dengan bijak. Ini demi kebaikan semua pihak, baik pengemudi maupun warga yang tinggal di sekitar sini," jelasnya. Saat ini, beberapa pengemudi yang hadir mulai menyadari kesalahannya dan berjanji akan mematuhi aturan tersebut. Namun, pengawasan ketat tetap akan dilakukan secara berkala. Langkah ini membuktikan pelayanan terhadap ekonomi daerah tetap berjalan, tetapi hak hidup masyarakat di atas segalanya.
Kabarnya Diperiksa Soal Kasus Rp82,8 Miliar, dr Zuldi Afki: Itu Cuma Koordinasi Limbah
Pasir Pengaraian, katakabar.com - Kedatangan personel kepolisian di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rokan Hulu icu spekulasi keras, dan bikin heboh di tengah masyarakat. Beredar kabar kuat, Direktur RSUD Rokan Hulu, dr. Zuldi Afki, didatangi pihak berwajib terkait kasus korupsi mega proyek gedung baru senilai Rp82,8 miliar. Tetapi, pihak manajemen rumah sakit berkilah, kunjungan itu murni hanya soal pembinaan pengelolaan limbah dan kepatuhan aturan. Benarkah demikian? Padahal kedatangan petugas seragam coklat di lingkungan RSUD Rokan Hulu, Jumat (19/6), memantik pembicaraan hangat. Apalagi kasus pembangunan gedung baru enam lantai yang menghabiskan anggaran fantastis Rp82,8 miliar itu masih menjadi tanda tanya besar, dan belum terungkap secara jelas ke publik, dugaan kuat pun muncul hal ini berkaitan dengan proses hukum. Bahkan, isu yang beredar menyebutkan yang datang adalah personel dari Bareskrim Polri untuk melakukan pemeriksaan terhadap dr. Zuldi Afki selaku Direktur RSUD Rokan Hulu. Tetapi, ketika dikonfirmasi langsung oleh wartawan, Zuldi Afki dengan tegas membantah hal tersebut. Ia menegaskan tidak ada sama sekali proses pemeriksaan atau konteks pidana korupsi dalam pertemuan tersebut. "Terima kasih atas konfirmasinya. Perlu kami sampaikan kunjungan personel Polri pada hari ini bukan terkait pemeriksaan dugaan tindak pidana korupsi. Kegiatan tersebut merupakan kunjungan dalam rangka pembinaan dan koordinasi terkait pengelolaan limbah rumah sakit serta aspek kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku," ujar dr. Zuldi Afki kepada katakabar.com, Jum'at (19/6). Tetapi, jawaban itu justru memunculkan tanda tanya baru. Ketika ditanya lebih mendalam, apakah kegiatan semacam ini merupakan agenda rutin atau insidental, serta dari satuan mana personel tersebut berasal, apakah dari Polres Rokan Hulu, Polda Riau, atau bahkan Mabes Polri. Tetapi, Zuldi Afki enggan menjelaskan secara rinci. Ia memilih untuk tidak merespons pertanyaan mendalam tersebut. "Apakah kegiatan pembinaan dan pengawasan seperti ini merupakan agenda rutin yang dilakukan kepolisian bekerja sama dengan instansi terkait, atau merupakan kegiatan insidental?" Pertanyaan ini hingga kini belum mendapatkan jawaban yang memuaskan. Kasus Rp82,8 Miliar "Mengambang" Kepastian soal kedatangan polisi ini menjadi sangat krusial, lantaran publik masih mengingat jelas kasus pembangunan gedung RSUD Rohul yang nilainya fantastis. Proyek enam lantai yang menghabiskan anggaran Rp82,8 miliar itu hingga saat ini penanganannya dinilai stagnan dan berjalan sangat lambat di Polda Riau. Ironisnya, kasus yang uang negara yang hilang nilainya jauh lebih kecil saja sudah bisa sampai ke meja hijau dan memakan korban hukum. Namun, kasus raksasa senilai Rp82,8 miliar ini seolah "hilang ditelan bumi", tidak ada kejelasan, dan tidak pernah terungkap apa sebenarnya yang terjadi di dalamnya. Masyarakat menuntut, kasus sebesar ini tidak boleh didiamkan. Penanganan yang lambat dan tidak transparan justru memunculkan berbagai spekulasi negatif. Kehadiran polisi di RSUD hari ini, meski dibantah berkaitan dengan korupsi, namun tetap menjadi sorotan tajam mengingat kasus lama yang belum usai. Apakah ini sekadar kunjungan biasa, ataukah ini adalah langkah awal dari serangkaian proses hukum yang akan segera bergulir? Publik menunggu kepastian, bukan sekadar jawaban diplomatis yang berputar-putar. Kasus Rp82,8 miliar ini harus terungkap, keadilan harus ditegakkan, dan duit rakyat harus dipertanggungjawabkan.
Panen Perdana Ikan Patin, Ini Wujud Kemandirian Ekonomi Binaan PT EDI
Rokan Hulu, katakabar.com - Komitmen PT Eka Dura Indonesia (EDI) dalam memberdayakan masyarakat sekitar kembali membuahkan hasil manis. Kelompok budidaya ikan patin di Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kunto Darussalam, baru saja sukses melaksanakan panen perdana jadi bukti nyata keberhasilan program pemberdayaan berbasis potensi lokal. Selain berhasil menghasilkan ikan berkualitas, hasil panen tersebut juga langsung terserap pasar melalui Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini memberikan kepastian pasar bagi petani ikan sekaligus memperkuat roda ekonomi masyarakat setempat. Dalam pengembangannya, PT EDI tidak hanya sekadar memberikan bantuan berupa bibit dan pakan, tetapi juga melakukan pendampingan intensif selama proses pemeliharaan. Langkah ini sejalan dengan visi perusahaan untuk mewujudkan "sinergi bumi dan manusia, untuk satu Indonesia" yang berkelanjutan. Manajemen PT Eka Dura Indonesia, Imam Taufik, menyatakan keberhasilan ini adalah buah dari kerja keras dan konsistensi masyarakat dalam menjalankan program. “Panen ini membuktikan kolaborasi yang baik mampu memberikan dampak nyata. Kami berharap usaha ini tidak hanya menambah pendapatan warga, tapi juga memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi lokal secara berkelanjutan,” ujar Imam. Ia menambahkan, melalui inisiatif Astra Kreatif, perusahaan ingin tumbuh berdampingan dengan masyarakat. Fokus utama adalah menciptakan peluang usaha yang mandiri sehingga kesejahteraan warga dapat meningkat secara bertahap. Pasar Terjamin Warga Bersyukur Ketua Kelompok, Syukri, mengaku sangat bersyukur atas pencapaian ini. Menurutnya, kepastian penjualan ke Dapur MBG sangat membantu kelancaran usaha dan langsung berdampak pada ekonomi anggota. “Alhamdulillah, hasil panen langsung terserap dan keuntungannya sangat membantu. Kami berharap usaha ini bisa terus maju bersama binaan PT EDI,” jelasnya. Antusiasme serupa disampaikan Tengku Azhar, salah satu anggota kelompok. Ke depan, pihaknya berencana melakukan inovasi dengan memproduksi pakan mandiri guna menekan biaya operasional agar usaha semakin efisien. “Kami berterima kasih kepada PT EDI yang selalu mendampingi dan memfasilitasi kami. Ke depan kami ingin lebih mandiri lagi,” tuturnya. Keberhasilan panen perdana ini menjadi bukti nyata sinergi antara perusahaan dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan.
Dengar Suara Rakyat, Pemkab Rohul Perbaiki Jalan di Ujungbatu Timur
Ujungbatu, katakabar.com - Mendengar jerit paguyuban dan merespons keluhan masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) gerak cepat. Langkah nyata ditunjukkan dengan dimulainya perbaikan ruas jalan di Jalan Setiabudi, Desa Ujungbatu Timur, Kecamatan Ujungbatu, Sabtu (23/5). Pantauan di lapangan, sejumlah alat berat sudah dikerahkan ke lokasi. Pekerjaan fokus pada pemerataan badan jalan dan penimbunan material guna menutupi kerusakan yang dikeluhkan warga. Ruas jalan yang melintasi Dusun Sei Poteh ini akses vital yang menghubungkan masyarakat menuju fasilitas pendidikan, ekonomi, dan mobilitas sehari-hari. Bupati Anton: Infrastruktur Tetap Jadi Prioritas Bupati Rokan Hulu, Anton, ST, MM, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan di pelosok desa tetap menjadi fokus utama pemerintahannya pada tahun anggaran 2026 ini. "Kami sangat memahami, jalan yang baik adalah urat nadi perekonomian rakyat. Oleh karena itu, meski ada tantangan efisiensi anggaran, perbaikan jalan-jalan strategis seperti ini harus tetap berjalan, baik melalui program swakelola maupun reguler," tegas Anton. Ia juga meminta maaf atas ketidaknyamanan sementara selama proses perbaikan berlangsung. "Saya mengajak masyarakat untuk bersabar, mari bersama-sama mengawasi agar kualitas pekerjaan terjaga dan tahan lama. Semoga dengan jalan yang lebih mantap, aktivitas warga semakin lancar dan aman," tambahnya. Warga Bersyukur Harapan Terwujud Kabar perbaikan ini disambut hangat dan penuh antusias oleh warga setempat. Ketua RT setempat, Udin, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian pemerintah daerah yang cepat merealisasikan apa yang selama ini menjadi harapan masyarakat. Mereka berharap pengerjaan dapat segera rampung agar tidak mengganggu kenyamanan dan meminimalisir debu bagi pengguna jalan. PUPR Maksimalkan Kemampuan Sementara, Kepala UPTD Wilayah III, Khairul, membenarkan bahwa pihaknya saat ini tengah fokus menangani kerusakan di wilayah tersebut. Meski dengan segala keterbatasan, tim lapangan berupaya maksimal melakukan penimbunan dan perataan agar jalan dapat dilalui dengan lebih baik. "Sesuai perintah Bupati, kami akan kerjakan sesuai kemampuan dan anggaran yang ada. Hari ini fokus kami di jalan Dusun Sei Puteh, Desa Ujung Batu Timur," ujar Khairul mewakili Dinas PUPR Rokan Hulu. Langkah cepat ini menjadi bukti nyata bahwa aspirasi masyarakat didengar dan ditindaklanjuti demi kenyamanan bersama.
Proses Hukum Berjalan Pemulihan Mental Prioritas
Pasir Pengaraian, katakabar.com - Proses hukum kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Kabupaten Rokan Hulu terus berjalan. Surat pemanggilan dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Rokan Hulu kini telah diserahkan kepada keluarga korban melalui perangkat lingkungan setempat, menandai langkah nyata penegakan keadilan. Penyerahan surat tersebut dilakukan oleh Ketua RT, Suprianto, dan Ketua RW, Sulaiman Hasibuan, dan Kepala Dusun Suyanto, didampingi langsung oleh Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kabupaten Rokan Hulul, Ramlan Lubis. Kehadiran mereka memastikan proses berjalan lancar dan tetap mengedepankan perlindungan serta kenyamanan korban. Menurut Ramlan, kasus seperti ini tidak boleh dianggap remeh. Perlindungan terhadap anak harus menjadi tanggung jawab bersama, baik dari sisi hukum maupun sosial. “Hak anak harus terpenuhi dan dilindungi sepenuhnya. Semua pihak wajib bahu-membahu menjaga anak dari segala bentuk kekerasan,” tegas Ramlan, Kamis (21/5). Lebih dari Sekadar Hukum Kunci Pemulihan Mental Di samping tuntutan proses hukum yang adil, LPAI menekankan satu hal yang tak kalah krusial, yakni pemulihan mental korban. Ramlan menegaskan, hukuman bagi pelaku harus ditegakkan, namun kesehatan jiwa anak juga harus segera dikembalikan. “Anak korban butuh pendampingan psikolog yang intensif. Trauma yang tidak ditangani sejak dini bisa membekas seumur hidup dan merusak masa depannya,” ujarnya. Lantaran itu, LPAI meminta seluruh pihak menjaga kerahasiaan identitas korban dan tidak membiarkan tekanan publik memperburuk kondisi psikologis anak. Kasus ini bermula ketika LPAI melaporkan seorang oknum Wakil Ketua BPD Desa Koto Tandun, berinisial ANJ 37 tahun, diduga telah melakukan perbuatan asusila berulang kali terhadap bunga nama samaran 13 tahun. Kejadian diduga terjadi di dalam kendaraan pribadi pelaku saat mengantar-jemput korban ke sekolah, hingga membuat anak tersebut trauma berat dan meminta pindah sekolah. Meski sempat muncul kontroversi dengan adanya surat sangkalan dari keluarga, masyarakat dan LPAI tetap menuntut kejelasan. Proses hukum kini terus berjalan, dan janji negara untuk hadir melindungi generasi muda menjadi harapan besar semua pihak. “Jangan biarkan masa depan anak hancur. Negara hadir, masyarakat bergerak, keadilan harus ditegakkan,” tegas Ramlan.
Manajer Lari Dari Tanggung Jawab! PT SSM Cemari Sungai Bawak, DPRD dan DLH Rohul Dituding 'Tidur Pulas'
Pasir Pengaraian, katakabar.com – Sungai Bawak di Desa Koto Tandun kini telah berubah menjadi kubangan racun mematikan. Hasil uji laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hulu secara mutlak membuktikan air sungai tersebut tercemar parah akibat ulah PT Surya Sawit Mandiri (SSM). Parameter BOD, COD, Amoniak, Minyak & Lemak, hingga TSS terbukti melebihi ambang batas fatal, membahayakan nyawa dan kesehatan ribuan warga. Tetapi, sungguh ironi terjadi ketika kebenaran sudah di depan mata, justru pihak yang paling bertanggungjawab memilih bersembunyi, diam seribu bahasa, dan terkesan sangat alergi terhadap kebenaran. Pesan konfirmasi yang sampaikan katakabar.com melalui pesan WhatsApp sama sekali tidak digubris Menejer PKS PT SSM, Mauli Ritonga terkait pencemaran Sungai Bawak tersebut. Saat ini, masayarakat menuntut jawaban yang jelas terkait bukti pencemaran, rencana perbaikan, serta dugaan kolusi yang terjadi. Tetapi hingga berita ini diturunkan, Mauli Ritonga sama sekali tidak memberikan respons. Ia memilih bersembunyi di balik tembok pabrik, membiarkan stafnya yang berulah, dan tidak berani menghadapi publik. Sikap diam dan menghindar ini dinilai sebagai bentuk pengecutan dan pengakuan bersalah secara tidak langsung. Jika manajemen merasa bersih dan jujur, kenapa harus takut bicara? Kenapa harus menghindar? Ini membuktikan bahwa PT SSM memang bersalah dan tidak punya malu merusak lingkungan. Toni Alexander Blokir Wartawan, Alergi Kebenaran Tidak jauh berbeda dengan bosnya, Humas PT SSM, Toni Alexander, justru bertindak semakin arogan. Ia tidak hanya menghindar, tapi secara teknis nekat memblokir nomor WhatsApp awak media. Tindakan tercela ini menunjukkan betapa rapuhnya mental mereka dan betapa takutnya perusahaan ini terhadap transparansi. Mereka merasa bisa berbuat apa saja, meracuni sungai, dan menutup mulut orang dengan cara memutus komunikasi. PJ Kepala Desa Aly Dituduh "Main Mata" Skenario busuk ini semakin sempurna dengan sikap diamnya Pj Kepala Desa Koto Tandun, Aly. Padahal wilayahnya yang dirusak dan rakyatnya yang menderita, ia justru tak kunjung bersuara. Masyarakat kini yakin, diamnya Aly bukan tanpa alasan. Kuat dugaan telah terjadi praktik "main mata" atau kolusi antara oknum pejabat desa dengan manajemen perusahaan demi keuntungan pribadi, sementara nasib warga dikorbankan. DPRD dan DLH Rohul: Pengawasan Nol Kinerja Gagal! Kasus berulang pencemaran di wilayah ini juga menjadi tamparan keras bagi lembaga legislatif dan eksekutif di Kabupaten Rokan Hulu. Masyarakat mempertanyakan fungsi DPRD Rokan Hulu sebagai lembaga pengawas. Dimana peran mereka? Kenapa kasus pembuangan limbah bisa terjadi terus-menerus? Apakah anggota dewan hanya sibuk dengan kepentingan sendiri dan membiarkan perusahaan merajalela merusak alam? Begitu juga dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rokan Hulu. Keberadaan mereka dipertanyakan. Sudah berapa kali teguran diberikan? Sudah berapa kali janji dibuat? Tetpi kenyataannya, sungai tetap hitam dan beracun. Ini membuktikan bahwa pengawasan tidak berjalan, penegakan hukum lemah, dan diduga kuat ada "tangan-tangan jahat" yang melindungi perusahaan nakal ini. "Kalau pengawasan berjalan baik, tidak mungkin PT SSM seenaknya membuang limbah. Ini bukti DPRD dan DLH tidur besar, atau memang ada kesepakatan bisnis di balik layar," tegas tokoh masyarakat. Tantangan Terbuka Untuk Mauli Ritonga Masayarakat Desa Koto Tandun menyuarakan tidak akan berhenti! Mauli Ritonga tidak bisa lari selamanya. Rakyat punya bukti kuat, hukum pun berlaku untuk semua. Jawablah Pertanyaan Kami! 1. Mengapa Bapak diam dan kenapa kerap kali limbah PKS SSM mencemari Sungai Bawak? 2. Apa yang Bapak sembunyikan sehingga harus memblokir media? 3. Sampai kapan Bapak akan dilindungi oleh oknum yang tidur mengawasi? Jika Bapak tetap memilih diam, maka publik akan menilai sendiri bahwa PT SSM bersalah, Mauli Ritonga Pengecut dan penguasa di Rohul sudah dibeli.
Keluarga Kuat, Bangsa Maju: PKK Rohul Siap Wujudkan Indonesia Emas 2045
Pasir Pengaraian, katakabar.com - Sempena Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke 54 tingkat Kabupaten Rokan Hulu digelar khidmat di Halaman Kantor Camat Tambusai, Senin (11/5). Usung tema "Kuatkan 10 Program PKK, Laksanakan Asta Cita Wujudkan Indonesia Emas 2045", kegiatan ini menjadi momentum penguatan peran gerakan tersebut dalam pembangunan daerah. Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Rokan Hulu, dr. Hj. Yeni Dwi Putri, buka acara secara resmi ditandai dengan pelepasan balon sebagai simbol semangat kolaborasi dan harapan baru bagi masyarakat. dr. Yeni menegaskan keluarga merupakan fondasi utama pembangunan. Melalui 10 Program Pokok PKK, gerakan ini berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam menanamkan nilai-nilai luhur, menjaga kesehatan, serta mencetak generasi yang berkualitas demi menyukseskan visi Indonesia Emas 2045. "Keluarga adalah unit terkecil yang sangat krusial. Di sanalah karakter bangsa dibentuk. Itu sebabnya, penguatan program PKK adalah investasi jangka panjang yang harus kita laksanakan secara berkelanjutan," ujarnya. Ia juga memaparkan besarnya potensi gerakan ini yang didukung oleh jutaan kader yang tersebar hingga ke tingkat RT RW. Dengan struktur yang masif dan dedikasi yang tinggi, PKK siap menjawab berbagai tantangan pembangunan di tengah masyarakat. Tidak hanya seremoni, peringatan HKG kali ini juga diisi dengan kegiatan nyata. Mulai dari senam bersama, Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi kader, hingga layanan kesehatan gratis seperti pemeriksaan laboratorium, IVA test, dan donor darah yang disambut antusias oleh warga. Hadir pula di kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan, dr. Bambang Triono, Camat Tambusai, Muhammad Ghadafi, Forkopimcam, para Kepala Desa, serta seluruh jajaran pengurus PKK, memperlihatkan sinergi yang kuat demi kesejahteraan bersama