Sensitif

Sorotan terbaru dari Tag # Sensitif

Bitcoin Turun ke US$84.000, FLOQ: Pasar Masih Sensitif Pada Suku Bunga Ekonomi
Ekonomi
16 jam yang lalu

Bitcoin Turun ke US$84.000, FLOQ: Pasar Masih Sensitif Pada Suku Bunga

Jakarta, katakabar.com - Harga Bitcoin (BTC) mengalami tekanan pada perdagangan di pekan keempat September 2026. BTC turun sekitar 2 persen, dan bergerak di kisaran US$84.000 setelah sebelumnya gagal menembus level US$87.000. Koreksi terjadi ketika imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun melonjak hingga 5,11 persen, level tertinggi sejak 2007.  Kenaikan yield obligasi AS menjadi salah satu perhatian utama pasar karena dapat meningkatkan daya tarik aset berpendapatan tetap sekaligus memperketat kondisi likuiditas bagi aset berisiko, termasuk aset kripto. Laporan data pasar terbaru yang FLOQ rangkum menunjukkan, BTC sempat menyentuh sekitar US$84.425 setelah mengalami penurunan 2,06 perse  dalam sehari. Di sisi teknikal, area US$83.520 menjadi salah satu level support yang diperhatikan pasar. Jika tekanan jual berlanjut dan level tersebut ditembus, BTC berpotensi menguji area US$81.000.  Yield Treasury Jadi Perhatian Pasar Lonjakan yield US Treasury terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi dan ekspektasi kebijakan moneter AS. Data pasar menunjukkan yield US Treasury 10 tahun naik sekitar 15 basis poin dalam 24 jam hingga mencapai 5,11 persen.  Kondisi tersebut membuat investor kembali memperhatikan hubungan antara kebijakan suku bunga, imbal hasil obligasi, dan aset berisiko. Ketika yield meningkat, sebagian investor dapat memilih instrumen berpendapatan tetap dengan tingkat imbal hasil yang lebih tinggi sehingga tekanan terhadap aset berisiko seperti saham teknologi dan kripto dapat meningkat. Menurut CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai pergerakan Bitcoin saat ini perlu dilihat dalam konteks makroekonomi yang lebih luas, bukan hanya dari pergerakan harga BTC. “Koreksi Bitcoin ke area US$84.000 menunjukkan bahwa pasar masih sangat sensitif terhadap perubahan ekspektasi suku bunga dan pergerakan yield Treasury. Ketika yield 10 tahun menembus 5 persen, investor kembali melakukan penyesuaian terhadap tingkat risiko dan imbal hasil di berbagai kelas aset,” jelas Yudho. Kata Yudho, kenaikan yield tidak serta-merta mengubah fundamental Bitcoin dalam jangka panjang. Namun, dalam jangka pendek, kondisi tersebut dapat meningkatkan volatilitas karena investor melakukan rebalancing portofolio. “Hal yang perlu diperhatikan bukan hanya apakah Bitcoin turun hari ini, tetapi bagaimana pasar merespons setelah tekanan makro tersebut mereda. Selama permintaan struktural terhadap Bitcoin tetap ada, koreksi dapat menjadi bagian dari proses price discovery. Karena itu, investor perlu membedakan antara tekanan jangka pendek akibat kondisi makro dan perubahan fundamental aset,”lanjutnya. Arus ETF Bitcoin Masih Menunjukkan Permintaan Institusional Di tengah koreksi harga, minat terhadap produk investasi Bitcoin berbasis spot ETF di Amerika Serikat masih terlihat kuat. Pada 21 September 2026, ETF Bitcoin spot AS mencatat arus dana masuk bersih sekitar US$998,95 juta, menjadi salah satu arus masuk harian terbesar sejak Oktober 2025. BlackRock IBIT mencatat inflow sekitar US$381,37 juta, disusul ARKB sekitar US$289,12 juta dan FBTC sekitar US$238,84 juta.  Data tersebut menunjukkan bahwa koreksi harga belum sepenuhnya diikuti oleh pelemahan permintaan institusional. Bahkan, arus masuk ETF Bitcoin pada September masih mencatat nilai positif secara keseluruhan.  Bagi Yudho, kondisi tersebut menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan dalam membaca arah pasar berikutnya. “Arus masuk ETF yang tetap besar menunjukkan bahwa di balik volatilitas harga, masih terdapat permintaan dari investor dengan horizon yang lebih panjang. Jadi, pasar saat ini menghadapi dua kekuatan sekaligus: tekanan jangka pendek dari kenaikan yield dan permintaan struktural yang masih terlihat dari produk ETF,” ulasnya. Level US$83.500 Jadi Perhatian Berikutnya Dari sisi teknikal, area US$87.000 masih menjadi resistance penting setelah BTC gagal mempertahankan momentum kenaikannya. Sementara itu, level sekitar US$83.500 menjadi area support yang perlu diperhatikan. Penembusan support tersebut dapat membuka ruang koreksi lebih lanjut menuju US$81.000.  Yudho menambahkan, volatilitas Bitcoin kemungkinan masih tinggi selama pasar global merespons perkembangan yield, inflasi, kebijakan bank sentral, dan kondisi geopolitik. “Untuk beberapa waktu ke depan, volatilitas kemungkinan masih menjadi bagian dari pasar. Investor sebaiknya tidak hanya terpaku pada satu level harga, tetapi juga memperhatikan likuiditas, arus ETF, kebijakan moneter, serta perkembangan ekonomi global sebagai satu kesatuan,” sebutnya.

Kulit Sensitif Bayi: Penyebab, Ciri-ciri dan Cara Perawatannya Lifestyle
Lifestyle
Jumat, 20 Februari 2026 | 08:00 WIB

Kulit Sensitif Bayi: Penyebab, Ciri-ciri dan Cara Perawatannya

Jakarta, katakabar.com - Kulit sensitif bayi kondisi yang umum dan bisa dipicu oleh banyak faktor sehari-hari. Dengan mengenali penyebab dan ciri-cirinya lebih awal, Mom dan Dad dapat mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan kulit si kecil. Melalui perawatan kulit sensitif bayi yang lembut, aman, dan konsisten, mulai dari pembersihan hingga pelembapan kulit bayi dapat tetap terhidrasi, lembut, dan bercahaya secara alami. Karena kenyamanan kulit bayi hari ini akan mendukung tumbuh kembangnya esok hari. Pernah merasa kulit bayi tiba-tiba merah setelah mandi, padahal airnya biasa saja? Atau pipinya sering tampak kering dan mudah iritasi meski sudah pakai pelembap? Kondisi seperti ini cukup sering dialami banyak orang tua dan biasanya berkaitan dengan kulit sensitif bayi. Kulit bayi memang jauh lebih lembut dibanding kulit orang dewasa. Karena itu, perawatannya tidak bisa disamakan. Artikel ini akan membantu Mom dan Dad memahami apa itu kulit sensitif pada bayi, penyebabnya, ciri-ciri yang perlu diperhatikan, serta cara perawatan kulit sensitif bayi yang lembut namun tetap efektif untuk penggunaan sehari-hari. Kenali Kulit Sensitif pada Bayi Kulit sensitif adalah kondisi ketika kulit lebih mudah bereaksi terhadap rangsangan dari luar, seperti perubahan suhu, gesekan, atau kandungan dalam produk perawatan. Reaksinya bisa berupa kemerahan, kering, atau terasa tidak nyaman. Pada bayi, kulit sensitif adalah hal yang umum terjadi karena lapisan pelindung kulitnya masih berkembang. Itu sebabnya, perawatan yang tepat perlu difokuskan pada menjaga hidrasi tahan lama, mengunci kelembapan, dan melindungi lapisan pelindung kulit agar kulit bayi tetap sehat dan bercahaya secara alami. Kulit bayi yang sensitif sering kali terlihat normal di awal, tetapi mudah berubah kondisi hanya karena hal-hal sederhana. Misalnya: Terkena AC terlalu lama Sering dilap dengan tisu basah Berganti sabun atau lotion Cuaca panas atau dingin Kulit bayi juga cenderung lebih cepat kehilangan air, sehingga membutuhkan perawatan yang terbukti secara klinis aman untuk kulit sensitif dan rentan eksim, serta cukup lembut untuk digunakan rutin 1–2 kali sehari. Penyebab Kulit Sensitif Bayi Ada beberapa faktor yang membuat kulit bayi menjadi lebih sensitif dan mudah merah. 1. Skin Barrier yang Belum Sempurna Lapisan pelindung kulit bayi masih sangat tipis dan belum bekerja optimal. Akibatnya, kelembapan lebih cepat menguap dan kulit menjadi rentan terhadap iritasi. 2. Perubahan Lingkungan Perpindahan dari rahim ke lingkungan luar membuat kulit bayi harus beradaptasi dengan udara, suhu, dan kelembapan yang berbeda. 3. Produk Perawatan yang Kurang Cocok Produk dengan formula terlalu keras dapat mengganggu keseimbangan kulit dan memperparah sensitivitas. 4. Gesekan dan Kelembapan Berlebih Gesekan pakaian, lipatan kulit, atau kondisi kulit yang terlalu lembap juga bisa memicu iritasi ringan. Karena itu, perawatan kulit bayi sebaiknya berfokus pada formula lembut namun efektif, yang membantu memulihkan lapisan pelindung kulit dan menjaga hidrasi secara konsisten. Ciri-ciri Kulit Sensitif pada Bayi Setiap bayi bisa menunjukkan tanda yang berbeda, tetapi beberapa ciri berikut sering ditemukan pada bayi dengan kulit sensitif: Bayi mudah merah, terutama di pipi, leher, atau lipatan kulit Kulit tampak kering, kasar, atau bersisik Mudah muncul ruam ringan Kulit terlihat kusam dan kurang bercahaya Bayi menjadi lebih rewel karena rasa tidak nyaman Jika ciri-ciri ini sering muncul, penting bagi Mom & Dad untuk menyesuaikan rutinitas perawatan kulit sensitif bayi agar kulit tetap terhidrasi, lembut, dan nyaman. Cara Merawat Kulit Sensitif pada Bayi Merawat kulit sensitif bayi tidak harus rumit. Kuncinya adalah konsistensi dan pemilihan produk yang tepat. Berikut langkah-langkah yang bisa diterapkan sehari-hari: 1. Gunakan Pembersih yang Lembut Pilih sabun bayi yang tidak membuat kulit terasa kering setelah mandi. Pembersihan yang lembut membantu menjaga kelembapan alami dan mendukung skin barrier tetap sehat. 2. Kunci Kelembapan dengan Lotion yang Tepat Mengoleskan lotion setelah mandi membantu mengunci air di dalam kulit. Lotion dengan kandungan pendukung skin barrier dapat membantu menjaga hidrasi tahan lama dan memulihkan lapisan pelindung kulit. Beberapa lotion bayi, seperti Loluna Face & Body Lotion, diformulasikan dengan 5x ceramide yang membantu memperkuat skin barrier agar kulit bayi tetap kenyal. Diperkaya kombinasi squalene, panthenol, dan centella asiatica, perawatan seperti ini membantu melembapkan sekaligus menenangkan kulit sensitif dan rentan eksim, tanpa terasa lengket. 3. Gunakan Secara Rutin 1–2 Kali Sehari Konsistensi lebih penting daripada jumlah. Penggunaan lotion secara rutin pagi dan malam membantu menjaga kulit tetap terhidrasi dan nyaman sepanjang hari. 4. Perhatikan Tekstur dan Aroma Tekstur ringan dan non-sticky akan lebih nyaman untuk bayi. Aroma yang lembut dan tidak menyengat juga membantu mengurangi risiko iritasi dan membuat momen perawatan lebih menyenangkan. 5. Jadikan Rutinitas Perawatan sebagai Momen Bonding Mengoleskan lotion sambil memijat lembut bisa menjadi waktu berkualitas antara Mom dan Dad dan si kecil. Selain menutrisi kulit, sentuhan lembut membantu bayi merasa lebih tenang. Rutinitas ini mendukung perawatan kulit bayi yang lembut namun efektif, aman untuk kulit sensitif dan rentan eksim, serta membantu menjaga kilau alami kulit bayi dengan penggunaan sehari-hari. Kulit bayi yang terawat dengan baik akan lebih kuat menghadapi perubahan lingkungan. Dengan perawatan yang fokus pada hidrasi tahan lama, pengunci kelembapan, dan pemulihan lapisan pelindung kulit, risiko iritasi dapat diminimalkan sejak dini. Produk yang telah teruji secara klinis untuk kulit sensitif memberikan rasa aman lebih bagi Mom dan Dad, terutama saat digunakan rutin dalam jangka panjang.

Mengapa Uang Masih Jadi Topik Sensitif Dibicarakan? Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 30 Juli 2025 | 13:22 WIB

Mengapa Uang Masih Jadi Topik Sensitif Dibicarakan?

situasi. 3. Pantangan sosial yang masih kuat Pernah dengar ungkapan, “jangan ngomongin uang di depan makanan”? Atau, “tidak baik bicarakan uang terus-terusan”? Meski terdengar sederhana, kepercayaan seperti ini ikut menguatkan uang adalah topik yang “kotor” atau pantas dibicarakan hanya dalam ruang tertutup. Padahal, keuangan adalah bagian dari hidup yang sangat nyata dan penting. 4. Ekspektasi keluarga dan peran generasi Banyak anak muda merasa tertekan karena standar hidup yang harus dipenuhi. Ada tuntutan untuk "sukses" secepat mungkin, bantu keluarga, dan tetap terlihat mapan. Ini membuat banyak generasi muda menutup-nutupi masalah finansial agar tidak dianggap gagal oleh keluarga atau lingkungan. Semua tekanan ini membuat banyak orang bingung harus mulai dari mana untuk memperbaiki kondisi keuangannya. Padahal, setelah berani terbuka, ada langkah-langkah konkret yang bisa diambil. Dari Tabu ke Aksi Nyata Memilih Instrumen Keuangan Sesuai Setelah berani mulai terbuka, langkah selanjutnya adalah menyusun strategi finansial yang realistis dan sesuai dengan kebutuhan pribadi. Namun, ini pun bisa jadi tantangan kalau belum terbiasa. Salah satu kunci yang sering terlewat? Memilih instrumen keuangan atau bank yang benar-benar bisa mendukung tujuan kita. Misalnya, kamu ingin menyisihkan dana secara rutin untuk kebutuhan jangka pendek. Produk seperti tabungan berjangka atau deposito bisa jadi pilihan karena sifatnya yang “mengunci uang” dan membuat kamu tidak gampang tergoda untuk membelanjakan dana tersebut.