Ayah korban yang bertindak sebagai pelapor menyatakan tidak menerima perlakuan yang diduga dialami anaknya. Menurutnya, AS mengalami sejumlah luka memar dan lecet pada beberapa bagian tubuh setelah insiden yang terjadi pada Senin malam (8/6/2026) sekitar pukul 23.35 WIB.

"Kami meminta kepolisian mengusut kasus ini secara profesional dan menindaklanjuti laporan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Anak saya masih di bawah umur dan berhak mendapatkan perlindungan," kata Ismail Sirait, selaku ayah korban usai buat laporan.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan korban dan keluarga, peristiwa itu bermula saat AS berada di Lapangan Merdeka bersama kedua kakaknya. Mereka mengaku didatangi beberapa perempuan yang kemudian memarahi mereka.

Korban mengaku berusaha menanyakan penyebab kemarahan tersebut. Namun, menurut pengakuannya, situasi justru berubah menjadi aksi kekerasan.

"Saya sedang duduk bersama kakak saya. Tiba-tiba ada yang datang marah-marah. Saya mau bertanya, tapi langsung diseret ke jalan dan dipukul," kata AS.