Yogyakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dukung Lembaga Kajian Strategi dan Pembangunan Pemerintah (LKSP) gelar sosialisasi kelapa sawit di salah satu hotel di Yogyakarta. Ini untuk mempercepat pembangunan industri kelapa sawit

Dilansir dari laman Krjogja.com, pada Jumat (28/7), sosialisasi itu bertajuk, 'Hilirisasi Produk Turunan Kelapa Sawit untuk Kebangkitan Ekonomi Kerakyatan' menghadirkan Anggota Komisi XI DPR RI, Raden Muhamad Mas Wibisono, dan Direktur BPDPKS, Eddy Abdurrachman diwakili Sultan Muhammad Yusa selaku Senior Promotion and Partnership Analyst BPDPKS.

Anggota Komisi XI DPR RI, Raden Muhamad Mas Wibisono lewat keterangan persnya di Yogyakarta, pada Kamis (27/7) menekankan, produksi sawit mesti dapat dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat. Begitu produksi Crude Palm Oil (CPO)  harus sebesar-besar dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat.

Lewat  Menteri keuangan,

"Kami di Komisi XI DPR RI mendorong agar tata kelola sawit nasional bermanfaat bagi kebangkitan ekonomi rakyat, lewat menteri keuangan. Di mana petani sawit mesti dapat harga yang baik untuk peningkatan kesejahteraan," jelasnya.

Sebagian besar masyarakat Indonesia dosen STIPRAM Yogyakarta Bayu Grendo Sigarete menimpali, masih menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Tapi sebagai petani mereka tidak hanya fokus pada makanan pokok, tapi fokus pada beberapa jenis tanaman lain.

Apa yang dilakukan oleh BPDPKS, seperti efisiensi usaha kebun sawit rakyat. Kedua integrasi program sektor hulu dan hilir meliputi perbaikan kesejahteraan petani, stabilisasi harga CPO, dan memperkuat industri hilir.

Terus program peremajaan sawit rakyat, program sarana dan prasarana, dan yang terakhir program dukungan dana pengembangan SDM.

"Industri sawit telah berkontribusi untuk mengentaskan kemiskinan nasional dengan terbukanya lapangan pekerjaaan dengan menciptakan lebih dari 16 juta tenaga kerja.

Tidak cuma itu, industri sawit mendorong terjadinya pertumbuhan industri dengan memproduksi lebih dari 146 jenis produk hilir, ulasnya.

Sektor itu tegas Bayu, telah mendorong pertumbuhan ekonomi untuk meningkatkan ekspor dan neraca perdagangan dan mengurangi inflasi.

Di samping itu, mengganti bahan bakar fosil dengan energi terbarukan untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

"Hubungan antara BPDPKS dengan kami sebagai penyalur program pemberdayaan masyarakat ke desa dan atau kelurahan dengan tujuan pemberdayaan. Setelah kita bersinergi dengan BPDPKS, diharapkan dapat melakukan pemberdayaan masyarakat. Endingnya bisa menuntun banyak program dengan para petani sawit untuk keberlanjutan kelapa sawit ke depan," sebutnya.