Rengat, katakabar.com - PT Inecda, salah satu perusahaan group GNI Plantation yang beroperasi di Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu, menjadi tujuan kunjungan dari produsen oleokimia dan produsen makanan yang memanfaatkan produk hilir minyak sawit dari beberapa negara dari eropa, di penghujung Oktober 2025 lalu.

Beberapa negara eropa yang berkunjung ke PT Inecda, meliputi perusahaan Brioche Pasquier, Flora, Oleon, serta ISEAL merupakan asosiasi global untuk standar keberlanjutan. Kunjungan ini guna melihat praktik kelapa sawit berkelanjutan di tingkat hulu.

Arinda, selaku ketua CSR PT Inecda, menyampaikan kedatangan mereka disambut hangat oleh Pimpinan dan Jajaran Staff PT Inecda: CEO, CTO, Para GM, Para Manager, Tim Kebun-PKS, Sustainability, HSE, Legal-Humas.

Kegiatan dimulai dengan ramah tamah dan pemaparan materi kebijakan dan pelaksanaan sustainability perusahaan. Lalu, para peserta diajak meninjau proses pengolahan kelapa sawit di PKS, kunjungan ke fasilitas Perumahan Karyawan, area HCV, proses panen, fasilitas pendidikan TPA, TK, SD, dan MTs Yayasan Misi Islamiyah (YMI) naungan PT Inecda untuk memperlihatkan pemenuhan aspek-aspek ketenagakerjaan dan lingkungan yang baik.

"Seluruh peserta yang berasal dari negara-negara tersebut terlihat serius mengikuti dan memperhatikan penjelasan yang disampaikan oleh tim PT Inecda," terangnya.

Menurutnya, selama peninjauan peserta diberi kesempatan untuk bertanya, terutama mengenai pengelolaan usaha kelapa sawit yang berkelanjutan berupa pasokan TBS (Tandan Buah Segar), pengelolaan Masyarakat, dan lingkungan.

Lesmana Amiarsa, S.E., M.M.A selaku Sustainability Manager, kata Arinda, menyampaikan kegiatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan praktik sawit berkelanjutan di tingkat hulu untuk menunjukkan bahwa industri sawit Indonesia mampu sustainable. 

Lebih daripada itu, industri ini merupakan sektor yang mampu memberikan kontribusi besar pendapatan devisa negara dan juga berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja.
“Kesempatan ini hal yang baik untuk kita semua, mereka bisa belajar dan memahami proses hulu industri sawit yang menghasilkan Crude Palm Oil (CPO) sebagai bahan baku bagi bisnis mereka. Dengan demikian mereka dapat menyuarakan perihal yg baik ini di forum internasional dan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan bisnis mereka,” jelasnya.

GNI Plantation berkomitmen menjalankan praktik usaha perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan, ditambah lagi dukungan dari Earthworm Foundation dan Yayasan Hutan Tropis  sebagaimana yang telah terjalin kerja sama yang tertuang dalam MoU pada bulan Agustus 2025 yang lalu mencakup pengelolaan sosial dan lingkungan yang baik.