PERISAI 2026, BPDP: Wadah Percepat Hilirisasi Hasil Riset dan Perkuat Daya Saing Industri Sawit Berkelanjutan Sawit
Sawit
Kamis, 23 Juli 2026 | 14:10 WIB

PERISAI 2026, BPDP: Wadah Percepat Hilirisasi Hasil Riset dan Perkuat Daya Saing Industri Sawit Berkelanjutan

Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) kembali menyelenggarakan Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2026 sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah, akademisi, peneliti, industri, asosiasi, investor, pekebun, mahasiswa, dan masyarakat guna mempercepat hilirisasi hasil riset serta memperkuat daya saing industri sawit Indonesia berkelanjutan. Angkat tema "Shaping the Palm Oil Industry Ecosystems for a Sustainable Future", PERISAI 2026 menegaskan pentingnya transformasi industri sawit melalui inovasi, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrachman, menegaskan riset harus mampu menjawab kebutuhan industri sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Arah BPDP ke depan adalah mempertemukan kebutuhan industri (market pull), inovasi (technology push), dan kebutuhan masyarakat. Melalui PERISAI, kami ingin mempercepat hilirisasi hasil penelitian agar inovasi tidak berhenti di laboratorium, tetapi memberikan dampak nyata bagi kemajuan industri dan kesejahteraan masyarakat," jelasnya. Kata Eddy, Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia harus mampu menjadi pemimpin dalam inovasi dan teknologi. Di tengah tantangan perubahan iklim, digitalisasi, bioekonomi, serta tuntutan keberlanjutan, riset merupakan investasi strategis bangsa yang akan menentukan produktivitas dan daya saing industri sawit di masa depan. PERISAI 2026 diikuti sekitar 1.300 peserta yang berasal dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, pelaku industri, asosiasi, investor, pekebun, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Selama dua hari penyelenggaraan, kegiatan ini menghadirkan seminar nasional, talkshow, business matching, Grant Riset Showcase, Kompetisi Inovasi Riset Mahasiswa, pameran hasil riset dan teknologi, demonstrasi teknologi, serta exhibition yang diikuti berbagai perusahaan, perguruan tinggi, lembaga penelitian, startup, dan mitra industri. Total 24 hasil Grant Riset Sawit BPDP dan 10 inovasi riset mahasiswa dipamerkan kepada publik. Selain itu, pengunjung juga dapat menyaksikan demonstrasi berbagai teknologi unggulan, seperti Beton Precast Foam Concrete berbasis Biomassa Sawit, Drone Penyerbuk Sawit, serta Astaxanthin dari Palm Oil Mill Effluent (POME) sebagai contoh inovasi yang siap dihilirisasikan. Sejak Program Grant Riset Sawit dimulai pada 2015 lalu, BPDP telah mendukung 466 kontrak penelitian yang melibatkan 109 lembaga litbang, 1.873 peneliti, dan 383 mahasiswa. Program tersebut telah menghasilkan 395 publikasi ilmiah dan 84 paten. Pada 2026, BPDP juga menandatangani 56 kontrak riset baru, termasuk kajian pengembangan kelapa nasional dan kesiapan implementasi B50, dengan ruang lingkup penelitian yang mencakup budidaya, bioenergi, oleokimia, biomaterial, lingkungan, sosial ekonomi, hingga teknologi informasi. Di bidang pengembangan sumber daya manusia, BPDP telah bekerja sama dengan 44 perguruan tinggi, memberikan beasiswa kepada 13.265 mahasiswa, serta melatih lebih dari 30 ribu petani dan pekebun guna mempercepat adopsi inovasi di lapangan. Hingga saat ini, lebih dari 100 hasil riset BPDP telah memasuki tahap komersialisasi, mulai dari penandatanganan Letter of Intent (LoI) dengan industri hingga melahirkan startup berbasis hasil riset. Ke depan, BPDP akan terus berperan sebagai katalis kolaborasi untuk mewujudkan Indonesia sebagai Global Hub for Sustainable Palm Oil Research and Innovation. Melalui PERISAI 2026, BPDP berharap semakin banyak inovasi yang dapat diterapkan di lapangan, memperkuat daya saing industri sawit nasional, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi pekebun, industri, dan masyarakat.

PUG Diluncurkan, Perkuat Tata Kelola Sawit Lebih Inklusif dan Berkelanjutan Sawit
Sawit
Kamis, 23 Juli 2026 | 13:11 WIB

PUG Diluncurkan, Perkuat Tata Kelola Sawit Lebih Inklusif dan Berkelanjutan

Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dukung peluncuran Pedoman Pengarusutamaan Gender (PUG) di Sektor Kelapa Sawit sebagai wujud komitmen mendorong pembangunan industri sawit tidak hanya berkelanjutan, tetapi lebih inklusif, berkeadilan, dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. Peluncuran pedoman tersebut ditandai dengan penyerahan Buku Pedoman Pengarusutamaan Gender di Sektor Kelapa Sawit secara simbolis oleh Deputi Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Amurwani Dwi Lestariningsih didampingi Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dida Gardera, kepada perwakilan instansi pemerintah dan asosiasi yang terlibat dalam industri kelapa sawit. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2026 di Jakarta. Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrachman, menjelaskan keberlanjutan industri sawit tidak hanya ditentukan oleh inovasi teknologi dan praktik pengelolaan lingkungan yang baik, tetapi juga terciptanya kesempatan yang setara bagi perempuan dan laki-laki untuk berpartisipasi, berkontribusi, serta memperoleh manfaat dari pembangunan sektor tersebut. ”Peluncuran pedoman ini merupakan bentuk dukungan BPDP terhadap upaya pemerintah dalam mengarusutamakan gender di sektor kelapa sawit. Kami berharap pedoman ini dapat menjadi referensi bagi para pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan dan program yang lebih inklusif, sehingga pembangunan industri kelapa sawit dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ucap Eddy Pedoman Pengarusutamaan Gender di Sektor Kelapa Sawit disusun sebagai panduan praktis bagi pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan untuk mengintegrasikan perspektif gender ke dalam seluruh rantai nilai industri kelapa sawit. Mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, hingga evaluasi program, pedoman ini diharapkan mampu memastikan perempuan dan laki-laki memiliki akses, kesempatan, partisipasi, serta manfaat yang setara. Selain mendorong terciptanya kesempatan kerja yang lebih inklusif, pedoman ini juga diharapkan dapat memperkuat kapasitas kelembagaan, meningkatkan partisipasi perempuan dalam sektor kelapa sawit, serta mendukung penerapan tata kelola industri yang semakin baik dan berkelanjutan. Melalui peluncuran pedoman ini, BPDP bersama pemerintah berharap pengarusutamaan gender dapat menjadi bagian integral dalam pembangunan sektor kelapa sawit nasional. Jadi, industri sawit Indonesia tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing, tetapi juga menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.

Perkuat Ekosistem Transportasi Berkelanjutan, JS Dukung Penerapan B50 di Rest Area Km 57A Nasional
Nasional
Rabu, 15 Juli 2026 | 09:07 WIB

Perkuat Ekosistem Transportasi Berkelanjutan, JS Dukung Penerapan B50 di Rest Area Km 57A

Jakarta, katakabar.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat perannya dalam mendukung ekosistem transportasi berkelanjutan melalui kesiapan jaringan rest area sebagai titik layanan strategis bagi implementasi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Biosolar B50. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan fasilitas dan koordinasi layanan pada agenda Peresmian Implementasi Biosolar B50 oleh Presiden Republik Indonesia dengan tema “Langkah Nyata untuk Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional” yang berlangsung di Rest Area KM 57A Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Kamis (9/7). Rest Area Kilometer 57A Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang dikelola oleh Mitra merupakan salah satu titik layanan strategis di jaringan jalan tol Jasa Marga Group. Berada pada koridor utama mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional, serta terhubung dengan akses menuju Jalan Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ), rest area ini memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran perjalanan sekaligus penyediaan layanan energi bagi pengguna jalan tol. Dalam mendukung implementasi Biosolar B50 yang menjadi kelanjutan dari pengembangan program biodiesel sebelumnya yaitu B35 dan B40, Jasa Marga terus memperkuat koordinasi dengan PT Pertamina (Persero) serta mitra pengelola SPBU di lingkungan rest area Jasa Marga Group. Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas layanan, kelancaran operasional, serta dukungan terhadap penyaluran Biosolar B50 sesuai tahapan dan ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa kehadiran Biosolar B50 di rest area jalan tol menjadi bagian dari upaya Jasa Marga dalam menghadirkan layanan jalan tol yang adaptif terhadap kebutuhan transportasi masa depan. “Sebagai operator jalan tol terbesar di Indonesia, Jasa Marga memastikan ekosistem infrastruktur pendukung jalan tol mampu beradaptasi dengan kebutuhan transportasi masa depan. Melalui kesiapan rest area dan sinergi bersama Pertamina, kami mendukung implementasi Biosolar B50 agar pengguna jalan, termasuk kendaraan logistik, dapat mengakses layanan energi yang sejalan dengan agenda transisi energi nasional,” ujar Rivan. Rivan menambahkan, Jasa Marga terus mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam pengelolaan bisnis perusahaan, termasuk melalui pengembangan layanan jalan tol dan rest area yang semakin responsif terhadap isu keberlanjutan. “Dukungan terhadap implementasi Biosolar B50 merupakan bagian dari komitmen Jasa Marga untuk berkontribusi dalam agenda pembangunan nasional, khususnya dalam mendorong transportasi yang lebih berkelanjutan. Kami percaya rest area memiliki peran yang semakin strategis, bukan hanya sebagai tempat singgah, tetapi juga sebagai simpul layanan yang mendukung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, dan transisi energi,” ucapnya. Ke depan, penyediaan layanan Biosolar B50 akan dilakukan secara bertahap pada titik SPBU di koridor rest area yang berada di ruas Jasa Marga Group lainnya, dengan menyesuaikan kesiapan sarana, keandalan pasokan, serta regulasi teknis yang berlaku. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi rest area Jasa Marga Group sebagai ruang pelayanan publik yang semakin adaptif, andal, dan selaras dengan arah pengembangan transportasi berkelanjutan. Melalui dukungan terhadap implementasi Biosolar B50 di Rest Area KM 57A Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jasa Marga memperkuat peran rest area sebagai bagian penting dari ekosistem layanan jalan tol. Jasa Marga akan terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah, Mitra, dan pemangku kepentingan terkait dalam menghadirkan layanan jalan tol yang tidak hanya mendukung kelancaran mobilitas, tetapi juga berkontribusi pada agenda ketahanan energi dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

PTPN Group Catatkan Laba Rp6,39 Triliun, Perkuat Kinerja Berkelanjutan dan Damsos Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 08 Juli 2026 | 11:10 WIB

PTPN Group Catatkan Laba Rp6,39 Triliun, Perkuat Kinerja Berkelanjutan dan Damsos

Jakarta, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara III (Persero) gelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) Tahun Buku 2025 di Gedung BP BUMN, Jakarta, di penghujung Juni 2026 lalu. RUPS dihadiri dan disaksikan para pemegang saham yang diwakili PT Danantara Asset Management dan Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN). Pada RUPS tersebut, Perseroan menyampaikan pertanggungjawaban kinerja Tahun Buku 2025 yang menunjukkan hasil transformasi perusahaan melalui peningkatan profitabilitas, penguatan fundamental bisnis, serta penerapan tata kelola perusahaan yang semakin baik. PTPN Group membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp6,39 triliun pada tahun 2025, meningkat sekitar 81 perseb dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, perusahaan juga mencatat pertumbuhan EBITDA operasional, penjualan, arus kas operasional, serta penguatan struktur permodalan sebagai fondasi bagi pertumbuhan yang berkelanjutan. Perbaikan kinerja tersebut turut tercermin dari meningkatnya tingkat kesehatan perusahaan. Sejak tahun 2021, PTPN Group terus menunjukkan penguatan fundamental melalui perbaikan tata kelola, restrukturisasi keuangan, serta peningkatan kualitas operasional hingga mencapai peringkat A (Stable) pada tahun 2025–2026. Sejalan dengan peningkatan kinerja, PTPN Group juga terus memperkuat kontribusi sosial melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Sepanjang tahun 2025, Perseroan merealisasikan Program TJSL sebesar Rp103,15 miliar, yang terdiri atas Program Community Involvement and Development (CID) sebesar Rp84,20 miliar serta Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) sebesar Rp18,95 miliar. Program-program tersebut difokuskan pada pemberdayaan masyarakat melalui pilar sosial, ekonomi, lingkungan, dan tata kelola, serta penguatan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro dan kecil. Pelaksanaan TJSL PTPN Group terus diarahkan pada pendekatan impact-driven, sehingga mampu menciptakan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan. Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, menyampaikan capaian tersebut merupakan hasil dari transformasi yang dijalankan secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir. "Transformasi yang kami jalankan tidak hanya memperkuat kinerja dan kesehatan perusahaan, tetapi juga memastikan setiap pertumbuhan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Ke depan, PTPN Group akan terus memperkuat daya saing, tata kelola, serta menciptakan nilai berkelanjutan bagi bangsa dan negara," ujarnya. Melalui transformasi yang berkelanjutan, PTPN Group berkomitmen untuk terus menciptakan nilai tambah bagi negara, memperkuat ketahanan pangan dan energi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memberikan dampak terhadap pembangunan Nasional.

BLU Kemenkeu Perkuat Kolaborasi Pembangunan Berkelanjutan dan Penciptaan Nilai Tambah Ekonomi Nasional
Nasional
Minggu, 28 Juni 2026 | 21:10 WIB

BLU Kemenkeu Perkuat Kolaborasi Pembangunan Berkelanjutan dan Penciptaan Nilai Tambah Ekonomi

Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) berpartisipasi dalam pergelaran Jakarta Fiscal Forum (JFF) 2026 yang dihelat Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi DKI Jakarta. Forum ini menjadi ruang dialog dan kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam memperkuat peran kebijakan fiskal guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan. Angkat tema “Fiskal Dukung Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Berkelanjutan Jakarta sebagai Kota Global”, JFF 2026 pertemukan berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, akademisi, praktisi, dunia usaha, serta lembaga terkait untuk mendiskusikan berbagai isu strategis pembangunan, termasuk pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan dan penciptaan nilai tambah ekonomi. Kegiatan di Gedung Jusuf Anwar, Komplek Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, tersebut dibuka Direktur Jenderal Perbendaharaan, Astera Primanto Bhakti, dan menghadirkan Prof. Firdaus Ali, Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, sebagai pembicara kunci. Forum ini juga dihadiri Kepala Kantor Wilayah DJPb Provinsi DKI Jakarta, M. Syaibani, serta perwakilan kementerian/lembaga, akademisi, dan pelaku usaha. Partisipasi BPDP dalam forum ini bagian dari komitmen lembaga untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung agenda pembangunan nasional yang berkelanjutan. Sebagai Badan Layanan Umum di bawah Kementerian Keuangan, BPDP memiliki peran strategis dalam mendorong pengembangan sektor perkebunan melalui berbagai program, antara lain pengembangan biodiesel, peremajaan sawit rakyat, pengembangan sumber daya manusia, penelitian, promosi, serta penyediaan sarana dan prasarana perkebunan. Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP menyampaikan bahwa JFF 2026 menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring kerja sama sekaligus memperkenalkan kontribusi sektor perkebunan kepada berbagai pemangku kepentingan. "JFF 2026 menjadi ruang yang strategis bagi BPDP untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor sekaligus memperkenalkan berbagai program pengembangan perkebunan kepada khalayak yang lebih luas. Melalui partisipasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa sektor perkebunan memiliki kontribusi yang besar terhadap perekonomian nasional, mulai dari penciptaan nilai tambah, pengembangan SDM, hingga dukungan terhadap ketahanan energi dan pembangunan berkelanjutan. Kami berharap forum ini dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong manfaat yang semakin besar bagi masyarakat," bebernya. Melalui partisipasi dalam JFF 2026, BPDP perkenalkan berbagai program strategis yang telah dijalankan dalam mendukung peningkatan nilai tambah komoditas perkebunan, penguatan ekonomi kerakyatan, pengembangan energi terbarukan, serta pembangunan sektor perkebunan yang berkelanjutan.  Ke depan, BPDP akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak guna memastikan program-program yang dijalankan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Dari Limbah Jadi Nilai: Binus @Malang Transformasikan Plastik Jadi Peluang Ekonomi Berkelanjutan Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 16 Juni 2026 | 23:29 WIB

Dari Limbah Jadi Nilai: Binus @Malang Transformasikan Plastik Jadi Peluang Ekonomi Berkelanjutan

Malang, katakabar.com - Perjalanan 45 tahun Binus University dan satu dekade Binus @Malang jadi momentum penting untuk mempertegas komitmen dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Melalui program Binus Untuk Negeri (BUN), Binus @Malang menghadirkan inisiatif kolaboratif yang berfokus pada pemberdayaan komunitas serta penciptaan dampak sosial yang berkelanjutan. Salah satu implementasi dari program ini diwujudkan melalui pengembangan Edu Eco-Furniture Village bersama masyarakat Klampokasri. Inisiatif ini mengintegrasikan edukasi, kreativitas, serta kepedulian terhadap lingkungan dalam satu ekosistem pemberdayaan. Dalam pelaksanaannya, Binus @Malang juga berkolaborasi dengan Program Studi Design Interior, yang berperan dalam proses perancangan dan pengembangan produk berbasis desain. Melalui program ini, masyarakat didorong untuk mentransformasi limbah plastik menjadi produk bernilai seperti eco-cycle products dan eco-furniture. Hasil dari proses ini diwujudkan dalam karya bertajuk KARUPA (Karya Aksi Rupa Ulang Plastik) sebagai simbol kreativitas dan inovasi berbasis keberlanjutan. Upaya ini tidak hanya berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan, tetapi juga membuka potensi ekonomi baru yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat. Pendekatan kolaboratif ini juga menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan program, di mana berbagai pihak dilibatkan untuk menciptakan solusi yang relevan dan berkelanjutan. Binus @Malang tidak berjalan sendiri, melainkan membangun sinergi antara akademisi, mahasiswa, komunitas, hingga mitra strategis. Hal ini turut ditegaskan oleh Deputy Campus Director Binus @Malang, Alvin Chandra, S.Kom., M.M.: “Melalui Binus Untuk Negeri, kami ingin memastikan bahwa kehadiran Binus @Malang tidak hanya memberikan pendidikan berkualitas, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Kolaborasi menjadi kunci dalam menciptakan solusi yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.” Keterlibatan mahasiswa dalam program ini juga menjadi bagian penting dari proses pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pengalaman nyata di lapangan. Interaksi langsung dengan masyarakat memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami permasalahan sosial secara lebih mendalam sekaligus mengembangkan karakter. Hal ini dijelaskan oleh Dr. Yoseph Benny Kusuma, S.M., M.SM, selaku Student Development Associate Manager BINUS @Malang “ Di Binus, mahasiswa tidak hanya pintar untuk dirinya sendiri namun ikut meneruskan apa yang dipelajari di ruang-ruang perkuliahan untuk memberikan dampak nyata ke masyarakat” Kolaborasi dengan Program Studi Design Interior juga memberikan kontribusi penting dalam memastikan bahwa produk yang dihasilkan tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai desain dan daya saing. Pendekatan ini memungkinkan limbah plastik diolah menjadi produk yang lebih bernilai dan menarik secara estetika. Sebagaimana disampaikan oleh Ira Audia Agustina, S.T., M.Ds., selaku Kepala Prodi Design Interior BINUS @Malang: “Melalui kolaborasi ini, kami mendorong mahasiswa dan masyarakat untuk melihat limbah plastik sebagai material yang memiliki potensi desain. KARUPA menjadi representasi bagaimana proses kreatif dapat mengubah limbah menjadi karya yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki nilai estetika dan ekonomi.” Dampak dari program ini juga dirasakan langsung oleh masyarakat Klampokasri, khususnya dalam peningkatan keterampilan dan terbukanya peluang ekonomi baru. Kehadiran Binus Untuk Negeri memberikan nilai tambah yang nyata bagi lingkungan sekitar. Sebagaimana disampaikan oleh perwakilan warga Klampok Kasri Tri Priyo Wahyudi: “Program ini memberikan kami pengetahuan dan keterampilan baru dalam mengolah limbah plastik. Selain membantu menjaga lingkungan, kami juga melihat adanya peluang untuk meningkatkan pendapatan melalui produk yang dihasilkan.” Lebih dari sekadar kegiatan, program ini juga diperkuat melalui kolaborasi dengan Koffie Heritage Malang (Kopi Tot Tot) sebagai partner strategis. Berlokasi di kawasan Kayutangan Heritage yang dikenal sebagai salah satu ikon Kota Malang, kolaborasi ini menghadirkan ruang yang tidak hanya strategis tetapi juga relevan dengan karakter generasi muda dan komunitas kreatif. Dengan posisi yang strategis dan dukungan komunitas yang kuat, kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang berkumpul, tetapi juga menghadirkan sebuah experience yang mampu membangun awareness sekaligus mendorong aksi nyata. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari ruang yang tepat dan sinergi yang kuat antar berbagai pihak. Melalui Binus Untuk Negeri, Binus @Malang menghadirkan ruang interaksi yang melibatkan mahasiswa, komunitas lokal, pelaku UMKM, hingga generasi muda kreatif di Malang. Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperluas perspektif, membangun jejaring, serta mendorong partisipasi aktif dalam menjawab berbagai isu sosial dan lingkungan secara bersama-sama. Dengan semangat kolaborasi dan keberlanjutan, Binus @Malang berharap program ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas, sejalan dengan visi untuk membangun generasi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.

Kolaborasi FKS Group dan PT PMT Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas Lewat Inovasi Pangan Kedelai Berkelanjutan Nasional
Nasional
Selasa, 19 Mei 2026 | 10:05 WIB

Kolaborasi FKS Group dan PT PMT Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas Lewat Inovasi Pangan Kedelai Berkelanjutan

Surabaya, katakabar.com - FKS Group bersama PT Pelindo Multi Terminal kembali melanjutkan program pemberdayaan masyarakat yang kini memasuki tahap kedua di Surabaya. Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam mendukung pengembangan UMKM berbasis pangan agar semakin berkembang, mandiri, dan memiliki daya saing yang lebih kuat. Angkat semangat Empowering Potential, Building Expertise, dan Creating Impact, kolaborasi ini berfokus pada penguatan keterampilan praktis sekaligus peningkatan kapasitas usaha masyarakat. Pada tahap kedua program diperluas ke Kelurahan Tenggulunan di kawasan Teluk Lamong dan wilayah Surabaya dengan target lebih dari 100 peserta ibu-ibu rumah tangga penerima manfaat. Kegiatan kick-off sendiri diikuti oleh lebih dari 150 peserta. Program ini hadir di tengah pertumbuhan ekonomi Surabaya yang terus menunjukkan tren positif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya mencatat ekonomi Surabaya tumbuh 5,87 persen pada 2025 dengan sektor perdagangan dan industri pengolahan sebagai kontributor terbesar terhadap perekonomian kota. Di sisi lain, geliat UMKM juga terus berkembang. Pemerintah Kota Surabaya mencatat jumlah UMKM di kota tersebut telah mencapai lebih dari 106 ribu unit usaha dan terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir. Melalui program kolaborasi ini, peserta mendapatkan pelatihan pembuatan tempe fresh yang higienis sesuai dengan standart Halal dan berbagai produk inovasi berbasis kedelai, pelatihan pembukuan sederhana, desain kemasan produk, pendampingan pengurusan legalitas usaha seperti PIRT dan sertifikasi Halal hingga memasuki pasar modern. Peserta tahap pertama juga dilibatkan sebagai trainer melalui skema Training of Trainers (ToT), sehingga proses pembelajaran dapat terus berlanjut di masyarakat. VP of ESG FKS Group, Beatrice Susanto, menyampaikan FKS Empower Tahap 2 dirancang sebagai langkah nyata untuk membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya perempuan pelaku UMKM. “Melalui FKS Empower, kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar pelatihan. Program ini kami rancang sebagai ruang bertumbuh bagi para peserta untuk memperkuat keterampilan, membangun kepercayaan diri, dan mengembangkan usaha yang berkelanjutan. Kami percaya, ketika perempuan diberi akses terhadap pengetahuan, jejaring, dan peluang, mereka dapat menjadi penggerak perubahan yang membawa dampak positif bagi keluarga, komunitas, dan lingkungan sekitarnya,” ujar Beatrice. Senada itu VP TJSL Pelindo Multi Terminal, Zulhendri menyampaikan harapan agar program ini dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat hingga pada akhirnya dapat berkembang secara mandiri dan memberi dampak positif ke sekitarnya. “Program ini menjadi wujud nyata kepedulian kami sebagai insan BUMN Pelindo Group terhadap pengembangan UMKM di Surabaya sebagai bagian dari wilayah kerja kami, sekaligus menjalankan prinsip berkelanjutan, sehingga komunitas yang telah mendapat manfaat dapat turut serta memberi inovasi dan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya masing-masing,” kata Zulhendri. Kolaborasi FKS Group dan Pelindo Multi Terminal telah berjalan sejak 2024. Pada tahap pertama di tahun 2024, objektif program ditujukan untuk mendampingi masyarakat di empat kelurahan sekitar Teluk Lamong, Gresik, yaitu Kel. Romokalisari, Kelompok Tambak Osowilangun, Kelompok Tambak Sarioso, dan Kelompok Karangkiring. Selama program berlangsung, sebanyak 60 ibu rumah tangga mendapatkan pendampingan selama satu tahun. Dari program tersebut, total pendapatan kelompok tercatat mencapai lebih dari Rp100 juta. Beragam produk inovatif juga berhasil dikembangkan, mulai dari tempe fresh, keripik tempe sagu, susu kacang kedelai, brownies tempe, hingga berbagai produk turunan kedelai lainnya. Selain mendorong peningkatan pendapatan, program ini juga diarahkan untuk membangun ekonomi berbasis komunitas melalui pemanfaatan bahan pangan yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan tren pertumbuhan UMKM di Surabaya yang semakin terdorong oleh inovasi produk dan penguatan kapasitas pelaku usaha lokal. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyambut baik kehadiran program yang sejalan dengan semangat Pemerintah Kota Surabaya dalam memperkuat kapasitas UMKM agar semakin naik kelas dan berdaya saing. “Kolaborasi antara pemerintah dengan BUMN dan sektor swasta seperti ini menjadi sangat penting untuk mendorong pelaku usaha lokal tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang melalui inovasi, peningkatan kualitas produk, serta pemanfaatan teknologi dan jejaring pasar yang lebih luas. Kami berharap program ini dapat memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Surabaya dan membuka lebih banyak peluang usaha yang berkelanjutan,” timpal Eri Cahyadi. Salah satu peserta UMKM, Dessy Intan Normalasari, mengaku program ini memberikan banyak manfaat dalam pengembangan usahanya. “Dari program ini saya jadi belajar banyak hal yang sebelumnya belum pernah saya pahami, mulai dari cara mengelola usaha, membuat kemasan produk yang lebih menarik, sampai pentingnya legalitas usaha. Pendampingannya juga terasa dekat dan mudah dipahami, jadi kami lebih percaya diri untuk mengembangkan usaha ke depannya,” tutur Dessy. Selain memperluas jangkauan penerima manfaat, pada tahap kedua ini FKS Group bersama Pelindo Multi Terminal juga memperkuat pendampingan bagi peserta tahap pertama agar produk UMKM binaan memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke pasar modern lokal di Surabaya. Hal ini diharapkan dapat terus mendorong tumbuhnya UMKM lokal yang lebih mandiri, inovatif, dan mampu memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar.

OneCore CRM Bantu Perusahaan Kelola Leads dan Optimalkan Konversi Dorong Bisnis Berkelanjutan Ekonomi
Ekonomi
Senin, 27 April 2026 | 10:43 WIB

OneCore CRM Bantu Perusahaan Kelola Leads dan Optimalkan Konversi Dorong Bisnis Berkelanjutan

Jakarta, katakabar.com - OneCore CRM hadir platform Customer Relationship Management (CRM dirancang untuk bantu perusahaan tidak hanya kelola leads, tetapi mengoptimalkan konversi, dan dorong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. Palagi di tengah transformasi digital fungsi penjualan (sales) di Indonesia terus mengalami percepatan, seiring meningkatnya penggunaan kanal digital dalam akuisisi pelanggan. Masalahnya, dibalik tingginya jumlah leads yang dihasilkan, banyak perusahaan masih menghadapi tantangan mendasar: rendahnya tingkat konversi menjadi transaksi. Fenomena yang umum terjadi saat ini meningkatnya biaya akuisisi pelanggan (customer acquisition cost), tanpa diiringi sistem pengelolaan leads yang terstruktur. Dampaknya, banyak potensi penjualan yang tidak termaksimalkan bahkan tanpa disadari perusahaan terus mengalami “kebocoran” biaya pemasaran atau yang sering disebut sebagai “stop bleeding money” moment dalam proses sales mereka. “Banyak perusahaan terlalu fokus pada bagaimana mendapatkan leads jumlah besar, tetapi belum memiliki sistem yang memastikan setiap leads dikelola dengan baik hingga closing. Di sinilah peran CRM menjadi sangat krusial sebagai penggerak pertumbuhan,” ujar Mochtar Auning, Executive Director OneCore CRM. Masalah Klasik: Leads Banyak dan Closing Rendah Di lapangan, sejumlah tantangan yang sering dihadapi perusahaan antara lain: - Distribusi leads yang tidak merata, manual dan lambat ke tim sales - Aktivitas follow-up yang tidak tercatat atau terstruktur - Minimnya visibilitas terhadap performa individu maupun tim - Kesulitan manajemen dalam mengidentifikasi bottleneck di pipeline Tidak cuma itu, banyak perusahaan yang sebenarnya sudah menggunakan CRM, tetapi masih mengandalkan berbagai tools yang terpisah-pisah untuk menjalankan proses penjualan. Kondisi ini membuat alur kerja menjadi tidak efisien, data tersebar di berbagai sistem, serta menghambat koordinasi antar tim seperti digital marketing, telemarketing, hingga customer retention. Di mana imbasnya, bukan hanya konversi yang rendah, tetapi juga biaya yang terus terbuang tanpa kontrol yang jelas membuat perusahaan sulit benar-benar menghentikan kebocoran biaya (stop bleeding money) dalam proses akuisisi dan penjualan mereka. CRM sebagai Enabler Pertumbuhan Bisnis Sebagai solusi, OneCore CRM tawarkan pendekatan end-to-end dalam pengelolaan proses penjualan, mulai dari akuisisi hingga closing dengan sistem yang terintegrasi dan terukur. Berbeda dengan CRM konvensional, OneCore CRM telah mengintegrasikan berbagai fungsi penting dalam satu platform, mulai dari divisi digital marketing, VoIP, telemarketing, hingga retensi pelanggan. Sistem ini juga dilengkapi dengan fitur call analytics serta kemampuan monitoring interaksi secara langsung, seperti mendengar percakapan, whisper (memberikan arahan tanpa terdengar oleh nasabah), hingga join call antara supervisor, agent, dan nasabah. Dengan pendekatan ini, perusahaan tidak hanya meningkatkan performa sales, tetapi juga mampu secara sistematis menghentikan kebocoran biaya (stop bleeding money) dan mengubah setiap leads menjadi peluang yang terukur. Fitur utama yang ditawarkan meliputi: - Dashboard real-time untuk monitoring performa sales - Sistem manajemen leads yang smart dan terstruktur - Tracking aktivitas follow-up secara otomatis - Pipeline analytics untuk mengidentifikasi hambatan penjualan Dengan sistem yang terpusat dan terintegrasi, perusahaan dapat meningkatkan akuntabilitas tim, mempercepat siklus penjualan, serta mengoptimalkan setiap peluang yang masuk. “Kami memposisikan OneCore CRM bukan sekadar tools, tetapi sebagai enabler pertumbuhan bisnis. Dengan sistem yang tepat, perusahaan bisa mengubah proses sales yang sebelumnya manual dan tidak terukur menjadi mesin pertumbuhan yang scalable dan berbasis data,” jelas Mochtar. Relevan untuk Berbagai Industri Seiring meningkatnya kompetisi di berbagai sektor mulai dari keuangan, properti, retail, hingga startup digital kebutuhan akan sistem CRM yang adaptif menjadi semakin penting. OneCore CRM dirancang fleksibel sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik tiap industri, sekaligus membantu perusahaan beralih ke pendekatan data-driven decision making dalam strategi penjualan. Kehadiran OneCore CRM menjadi bagian dari gelombang transformasi digital yang lebih luas di Indonesia, khususnya dalam fungsi sales dan marketing yang selama ini masih banyak bergantung pada proses manual. Dengan ekspektasi pelanggan yang semakin tinggi terhadap kecepatan dan kualitas layanan, perusahaan dituntut untuk memiliki sistem yang mampu merespons kebutuhan pasar secara lebih agile, terukur, dan terintegrasi.

STT 2026: Konferensi Inovasi Global Terbesar di Asia Dorong Kota Berkelanjutan Lewat Teknologi Tinggi Internasional
Internasional
Minggu, 26 April 2026 | 18:14 WIB

STT 2026: Konferensi Inovasi Global Terbesar di Asia Dorong Kota Berkelanjutan Lewat Teknologi Tinggi

Tokyo, katakabar.com - Pemerintah Metropolitan Tokyo bakal gelar “SusHi Tech Tokyo 2026,” salah satu konferensi inovasi global terbesar di Asia. Usung konsep “Sustainable Cities through High Technology,” acara ini akan mempertemukan berbagai pelaku inovasi termasuk startup, investor, perusahaan, universitas, dan pemerintah dari seluruh dunia untuk menciptakan aksi dan solusi baru terhadap tantangan global. ■ Detail Acara - Hari Bisnis: 27–28 April 2026 - Hari Publik: 29 April 2026 - Tempat: Tokyo Big Sight (Hall Barat 1–4), Tokyo, Jepang ■ Gambaran Tempat dan Pameran Tempat acara ini akan menampilkan zona pameran yang dinamis, ruang networking, dan area pertemuan bisnis yang dirancang untuk mendorong interaksi dan kolaborasi antar peserta. ■ Skala Terbesar Sepanjang Sejarah SusHi Tech Tokyo 2026 akan diselenggarakan dalam skala terbesar hingga saat ini: - Sekitar 770 startup berpartisipasi dalam pameran - Sekitar 10.000 pertemuan bisnis - Sekitar 60.000 peserta - 158 sesi ■ Sorotan Utama 1. Partisipasi Startup Global Startup dari lebih dari 60 negara dan wilayah akan menampilkan teknologi mutakhir dan ide bisnis melalui pameran serta kompetisi pitch. 2. Platform Open Innovation Area khusus akan menghubungkan perusahaan dan startup, mempercepat kolaborasi dan pengembangan bisnis baru. 3. Pencocokan Bisnis Canggih Sistem berbasis AI dan aplikasi resmi akan memungkinkan pencocokan, penjadwalan pertemuan, serta peluang networking secara efisien. ■ Area Fokus Acara ini akan berfokus pada empat domain utama yang membentuk masa depan kota: - AI – Transisi menuju implementasi di dunia nyata - Robotika – Meningkatkan kolaborasi dan produktivitas manusia - Ketahanan – Mengatasi tantangan iklim dan bencana - Hiburan – Menciptakan pengalaman budaya dan digital baru ■ Konten Pengalaman Masa Depan Pengunjung akan merasakan teknologi mutakhir seperti robotika, VR/XR, drone, dan pencetakan 3D, yang memberikan gambaran imersif tentang kehidupan perkotaan di masa depan. ■ Tujuan “SusHi Tech Tokyo” lebih dari sekadar pameran ini adalah platform inovasi global yang dirancang untuk: - Menciptakan peluang bisnis internasional - Mengatasi tantangan perkotaan dan sosial - Memperkuat ekosistem startup global ■ Visi Masa Depan Melihat ke depan hingga tahun 2032, acara ini bertujuan untuk berkembang menjadi platform inovasi skala kota, menjadikan Tokyo sebagai pusat global di mana inovasi meluas tidak hanya di dalam venue tetapi ke seluruh kota. ■ Ringkasan SusHi Tech Tokyo 2026 menjadi platform unik di mana teknologi, bisnis, dan masyarakat bertemu menghadirkan para pemimpin global untuk bersama-sama menciptakan masa depan kota berkelanjutan.

Right System, Right Expert: Peran Strategis Sistem Informasi Bangun Proses Bisnis Berkelanjutan Pendidikan
Pendidikan
Sabtu, 18 April 2026 | 20:10 WIB

Right System, Right Expert: Peran Strategis Sistem Informasi Bangun Proses Bisnis Berkelanjutan

Jakarta, katakabar.com - Di tengah percepatan transformasi digital, kebutuhan akan sistem yang terintegrasi dan talenta yang kompeten semakin menjadi prioritas bagi organisasi. Proses bisnis modern kini tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kehadiran ahli Sistem Informasi yang mampu mengelola dan mengoptimalkan teknologi tersebut secara strategis. Sistem informasi memainkan peran penting memastikan proses bisnis berjalan secara efisien, akurat, dan adaptif. Dengan sistem yang tepat, organisasi dapat mengelola data secara real-time, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, serta mengintegrasikan berbagai fungsi bisnis dalam satu ekosistem yang terhubung. Tetapi, implementasi teknologi yang optimal membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi yang relevan. Ahli Sistem Informasi hadir sebagai penghubung antara kebutuhan bisnis dan solusi teknologi, mulai dari analisis proses bisnis hingga perancangan sistem yang sesuai dengan kebutuhan industri. Seiring dengan meningkatnya kompleksitas kebutuhan bisnis, sertifikasi profesional menjadi salah satu indikator penting dalam menjamin kualitas kompetensi. Sertifikasi seperti Business Analysis, IT Service Management, IT Governance, Enterprise Resource Planning (ERP), hingga Project Management menjadi nilai tambah yang menunjukkan kesiapan profesional dalam menghadapi tantangan dunia kerja. Menjawab kebutuhan tersebut, Binu University melalui School of Information Systems menghadirkan program pendidikan yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kombinasi pengetahuan bisnis dan teknologi. Sebagai bagian dari School of Information Systems Binus University, mahasiswa mendapatkan pembelajaran yang berfokus pada pengembangan kompetensi digital yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Kurikulum yang diterapkan mengintegrasikan berbagai bidang strategis, seperti: Business Intelligence Enterprise Resource Planning (ERP) Digital Automation Technology User Experience (UX) Cloud Computing IT Governance Selain itu, School of Information Systems juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman nyata melalui Enrichment Program, yang mencakup magang, proyek industri, serta pembelajaran berbasis praktik. Pendekatan ini memastikan lulusan dari School of Information Systems BINUS University tidak hanya memiliki pemahaman teoritis, tetapi juga kesiapan praktis yang dibutuhkan di dunia kerja. “Dalam era digital, keberhasilan bisnis ditentukan oleh kemampuan dalam mengintegrasikan sistem yang tepat dengan talenta yang kompeten. Oleh karena itu, peran institusi pendidikan seperti School of Information Systems menjadi sangat penting dalam mencetak profesional yang siap menghadapi tantangan industri,” ujar perwakilan Binus University. Dengan komitmen untuk terus menghadirkan pendidikan yang inovatif dan adaptif, Binus University melalui School of Information Systems berperan dalam mempersiapkan generasi profesional yang mampu mendukung transformasi digital di berbagai sektor industri.