Berkelanjutan
Sorotan terbaru dari Tag # Berkelanjutan
ENSIA 2026: Saat Inovasi Jadi Kunci Bisnis Berkelanjutan dan Ketangguhan Masyarakat
Denpasar, katakabar.com - PT Sucofindo (Persero) kembali gelar Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 sebagai ajang apresiasi bagi dunia usaha dan masyarakat yang menghadirkan inovasi lingkungan dan sosial berdampak nyata. Usung tema “Innovation for Sustainable Business and Resilient Community”, ENSIA 2026 hadir untuk mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya memperkuat daya saing bisnis, tetapi juga meningkatkan ketangguhan sosial dan lingkungan di tengah berbagai tantangan global. ENSIA 2026 diselenggarakan di Bali dan dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Moh Jumhur Hidayat. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Hanif Faisol, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia, Rahmat Pambudi, dan Gubernur Provinsi Bali, Wayan Koster. Pada kegiatan tersebut, Moh Jumhur Hidayat mengapresiasi PT Sucofindo (Persero) yang secara konsisten menghadirkan ENSIA sebagai wadah yang mendorong lahirnya inovasi lingkungan dan sosial dari dunia usaha maupun masyarakat. Menurutnya, penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga bagian dari upaya membangun budaya inovasi dalam pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Selanjutnya, Moh Jumhur Hidayat juga menegaskan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi triple planetary crisis, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, serta pencemaran dan kerusakan lingkungan. Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan inovasi yang berlandaskan empat prinsip utama, yaitu Green Jobs, Social Preparation and Social Integration, Penerapan Budaya Zero Accident, dan Tobat Ekologis. “ENSIA sangat relevan dengan kebutuhan saat ini dan sejalan dengan PROPER dan Gerakan Tobat Ekologis yang diusung Kementerian Lingkungan Hidup. Melalui berbagai inovasi yang dihadirkan dunia usaha, ENSIA dapat mendorong kontribusi nyata terhadap pemulihan lingkungan, pengelolaan sampah, rehabilitasi daerah aliran sungai, penanaman pohon, transisi energi bersih, serta pengembangan ekonomi hijau yang menjadi bagian penting dari agenda pembangunan berkelanjutan nasional,” ujarnya. Gerakan Tobat Ekologis merupakan gerakan yang diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup untuk mendorong perubahan cara pandang dan perilaku seluruh pemangku kepentingan terhadap lingkungan melalui kolaborasi dan aksi nyata yang berkelanjutan. Moh. Jumhur Hidayat menegaskan inovasi lingkungan dan sosial yang dikembangkan dunia usaha memiliki peran penting dalam mendukung percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) di Indonesia. ENSIA menjadi salah satu bukti bahwa komitmen keberlanjutan dapat diwujudkan melalui kolaborasi dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Sucofindo (Persero) Sandry Pasambuna, menegaskan ajang ini bukan sekedar seremoni penghargaan, tetapi juga ruang kolaborasi dan wadah berbagi praktik terbaik (best practice) bagi pelaku usaha dalam mengembangkan inovasi keberlanjutan. “ENSIA memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk menunjukkan komitmen dan capaian inovasinya kepada para pemangku kepentingan. Selain memperoleh pengakuan atas inovasi yang dijalankan, peserta juga mendapatkan ruang untuk berbagi praktik terbaik dan memperluas jejaring serta memperkuat reputasi perusahaan dalam aspek keberlanjutan. Bagi perusahaan yang mengikuti PROPER, apresiasi ENSIA dapat menjadi salah satu nilai tambah dalam mendukung aspek penghargaan nasional pada penilaian PROPER Hijau dan Emas,” tuturnya. Sandry Pasambuna menambahkan, tema “Innovation for Sustainable Business and Resilient Community” dipilih sebagai respons terhadap berbagai dinamika global, mulai dari ketidakpastian geopolitik yang berpotensi mengganggu rantai pasok hingga ancaman bencana ekologis akibat perubahan iklim. Melalui tema tersebut, PT Sucofindo (Persero) mendorong pelaku usaha dapat terus mengembangkan inovasi yang mampu mengoptimalkan efisiensi sumber daya, mengurangi dampak lingkungan, sekaligus memperkuat ketahanan sosial-ekonomi masyarakat di sekitarnya. “Ke depan, kami berharap ENSIA terus berkembang sebagai platform inovasi keberlanjutan yang inklusif dan berdampak. Kami ingin merangkul lebih banyak perusahaan, komunitas, dan local hero yang terlibat serta menghadirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan lingkungan dan sosial secara nyata. Yang terpenting, inovasi yang dihadirkan pada ENSIA tidak berhenti pada penghargaan, melainkan dapat direplikasi dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan Indonesia,” tambahnya. Sementara itu, Direktur Komersial PT Sucofindo (Persero), Agus Permadi mengungkapkan antusiasme peserta dari dunia usaha terhadap ENSIA terus meningkat setiap tahunnya. “ENSIA 2026 mencatat partisipasi 253 perusahaan dengan 954 paper dan 48 local hero, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang diikuti 178 perusahaan dengan 690 paper. Capaian ini menunjukkan semakin tingginya komitmen dunia usaha dalam menghadirkan inovasi yang mendukung keberlanjutan lingkungan, sosial, dan bisnis,” jelasnya. Pada penyelenggaraan tahun ini, ENSIA memperbaharui topik inovasi khusus, yang semula berfokus pada konservasi daerah aliran sungai menjadi transisi energi bersih. Perubahan ini mencerminkan urgensi ketahanan energi, efisiensi sumber daya, dan pengurangan emisi sebagai bagian dari upaya menghadapi perubahan iklim serta dinamika global yang terus berkembang. Melalui fokus tersebut, ENSIA mendorong dunia usaha untuk menghadirkan inovasi yang mampu menciptakan nilai ekonomi sekaligus mendukung agenda pembangunan rendah karbon dan keberlanjutan nasional.
Sanggabiz Berpartisipasi di CFBS, Dwi Andi Rohmatika Soroti Strategi Bangun Bisnis Berkelanjutan
Yogyakarta, katakabar.com - Sanggabiz kembali mengambil peran strategis dalam mendorong ekosistem inovasi nasional dengan berpartisipasi aktif di ajang ConnectX Founder & Builder Summit. Usung semangat "OneXperience - A year of Founders & Builders: Meet. Pitch. Connect. Grow", acara bergengsi yang mempertemukan ratusan inovator digital, investor, dan pelaku industri ini diselenggarakan pada Jumat, 31 Juli 2026, berlokasi di Garuda Spark Innovation Hub (Ganara Art), fX Sudirman Lt. 8, Jakarta. Sebagai salah satu Community Partner resmi, Sanggabiz tidak hanya hadir sekadar memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya acara, tetapi juga menghadirkan ruang pameran interaktif. Ruang ini dimanfaatkan sebagai pusat informasi dan diskusi bagi para pengunjung, founder, dan builder yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai solusi operasional bisnis yang modern. Sanggabiz mendemonstrasikan bagaimana mereka mengimplementasikan workflow operasional yang telah di-infused dengan kapabilitas AI-powered system serta penerapan RAPI Method, sebuah pendekatan yang memastikan setiap proses kerja berjalan efektif dan efisien. Sorotan utama sekaligus puncak dari partisipasi Sanggabiz dalam ajang ConnectX ini adalah sesi edukasi dan pitching eksekutif yang dibawakan secara langsung oleh DA, selaku Founder Sanggabiz. Angkat tema krusial di dunia bisnis, yakni "Building a Business That Clients Never Leave: Scaling Through Strategy, Relationships, and Execution", DA secara komprehensif membedah strategi esensial untuk membangun fondasi bisnis yang mampu menciptakan loyalitas klien dalam jangka panjang. Di hadapan para audiens yang didominasi oleh para pendiri bisnis rintisan dan profesional, DA membagikan pemahaman taktis dan praktis mengenai empat pilar utama dalam pertumbuhan bisnis: 1. Cara Memenangkan Klien Pertama (How to win your first client) DA menekankan memenangkan klien pertama bukanlah sekadar keberuntungan, melainkan hasil dari artikulasi nilai (value proposition) yang jelas. Para founder harus mampu menunjukkan empati terhadap masalah klien dan menawarkan solusi yang konkret pada pertemuan pertama. 2. Strategi Mempertahankan Klien Bertahun-tahun (How to retain clients for years) Mendapatkan klien baru memang penting, tetapi mempertahankan klien lama jauh lebih krusial untuk stabilitas bisnis. "Klien tidak akan pergi jika mereka terus melihat pertumbuhan (growth) bersama kita. Retensi lahir dari komunikasi yang transparan, konsistensi dalam eksekusi, dan kemampuan untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan mereka yang terus berubah," jelas DA 3. Dampak AI pada Industri Konsultasi (AI's impact on consulting) Sebagai pemimpin perusahaan yang mengedepankan integrasi teknologi, DA menyoroti bagaimana kecerdasan buatan (AI) mendisrupsi dunia konsultasi. Ia memaparkan bahwa AI tidak menggantikan peran konsultan, melainkan memperkuat analisis data, mempercepat workflow, dan membebaskan para founder untuk fokus pada hal yang paling penting: membangun hubungan dan merumuskan strategi makro. 4. Kesalahan Terbesar Founder Setelah Mendapatkan Klien Pertama (The biggest mistakes founders make after landing their first customer) Banyak pendiri bisnis yang merasa cepat puas (complacent) setelah berhasil mendapatkan klien pertama. DA memperingatkan bahwa kesalahan terbesar adalah gagal menjaga standar kualitas (quality control) saat mencoba melakukan eskalasi (scaling up), serta melupakan pentingnya membangun SOP (Standar Operasional Prosedur) sejak dini. "Dunia bisnis dan industri layanan menuntut adaptasi yang sangat cepat. Teknologi seperti AI memberikan dampak yang masif pada cara kita beroperasi dan mengelola waktu. Namun, keberhasilan jangka panjang pada akhirnya tetap bergantung pada kombinasi eksekusi yang tepat, strategi yang matang, dan dedikasi kita dalam menjaga relasi personal yang kuat dengan klien," papar DA, saat menutup sesinya. Melalui kehadirannya di ConnectX Founder dan Builder Summit, Sanggabiz berharap dapat menjalin kolaborasi baru yang berkelanjutan. Perusahaan terus berkomitmen untuk memperluas jejaring strategis dan menginspirasi lebih banyak organisasi di Indonesia agar bertumbuh dengan fondasi bisnis yang inklusif, terstruktur, dan adaptif terhadap kemajuan teknologi di era digital.
Sinergi Sucofindo-Sukawa Edupark: Wujudkan Pusat Peternakan Berkelanjutan Hulu hingga Hilir
Magelang, katakabar.com - PT Sucofindo (Persero) terus perkuat komitmen dorong pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Salah satunya diwujudkan melalui kolaborasi strategis bersama Sukawa Edupark dalam membangun pusat pelatihan dan edukasi peternakan kambing perah terintegrasi yang mengedepankan standar pengelolaan peternakan dari hulu hingga hilir di Sukawa Edupark, Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, di pekan kedua Agustus 2026 lalu. Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana dan prasarana, tetapi juga pada peningkatan kapasitas masyarakat, kualitas pengelolaan peternakan, serta menciptakan ekosistem usaha yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian lokal. Direktur Sumber Daya Manusia PT Sucofindo (Persero), Budi Utomo, Sucofindo sebagai perusahaan BUMN yang bergerak di bidang Testing, Inspection, Certification (TIC), turut berperan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kontribusi yang selaras dengan kompetensi dan core business perusahaan. “Sucofindo memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Melalui program TJSL, kami berupaya menghadirkan pemberdayaan yang tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga membangun kapasitas dan kemandirian masyarakat secara berkelanjutan. Pengembangan pusat pelatihan dan edukasi peternakan kambing perah ini menjadi salah satu langkah strategis untuk mewujudkan hal tersebut,” ujar Budi Utomo. Budi Utomo melanjutkan dalam kolaborasi tersebut, PT Sucofindo (Persero) turut berkontribusi dalam penyempurnaan Standar Operasional Prosedur (SOP) pemeliharaan ternak dengan mengedepankan prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare). Langkah ini menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola peternakan yang lebih etis, higienis, terstandar sekaligus mendukung produktivitas peternakan. “Prinsip animal welfare menjadi bagian penting karena kondisi ternak yang sehat dan terpelihara dengan baik turut mendukung kualitas hasil produksi, termasuk susu kambing yang dihasilkan,” jelas Budi Utomo. PT Sucofindo (Persero) juga mendukung penyediaan fasilitas pengolahan susu kambing etawa sebagai bagian dari penguatan rantai nilai di tingkat hilir. “Dukungan fasilitas pengolahan ini memastikan seluruh proses, mulai dari pemerahan hingga pengolahan produk, berjalan secara sistematis dan higienis sehingga mampu meningkatkan nilai tambah serta daya saing produk olahan susu etawa lokal,” tutur Budi Utomo. Pada kegiatan sama Kepala Unit TJSL PT Sucofindo (Persero), Nuri Hidayat, menyampaikan pengembangan pusat pelatihan dan edukasi tersebut dirancang tidak hanya untuk menyediakan sarana fisik, tetapi juga sebagai wadah peningkatan pengetahuan, keterampilan dan kemandirian masyarakat. “Melalui edukasi peternakan yang beretika, para peternak dan pengelola lokal dibekali pemahaman bahwa kesejahteraan hewan merupakan pilar utama dalam menjaga produktivitas usaha dan keberlanjutan ekosistem eduwisata. Kami ingin memastikan bahwa fasilitas yang dibangun dapat menjadi ruang belajar dan praktik yang memberikan manfaat secara berkelanjutan,” kata Nuri Hidayat. Menurut Nuri Hidayat, program ini juga selaras dengan kontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan kehidupan sehat dan sejahtera, tanpa kelaparan, pendidikan berkualitas, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. “Secara komprehensif, kolaborasi strategis ini diharapkan mampu memberikan dampak yang luas dan berkelanjutan, antara lain melalui penerapan standar pengelolaan peternakan yang baik, dan peningkatan kesadaran animal welfare, serta tersedianya fasilitas praktik berkualitas bagi berbagai elemen Masyarakat, termasuk peternak. Seluruh Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya pusat pelatihan nasional bagi peternakan berkelanjutan,” beber Nuri Hidayat. Selaras dengan pernyataan tersebut, Kepala PT Sucofindo (Persero) Cabang Semarang, Habib Krisna Wijaya, mengatakan bahwa melalui kolaborasi ini, Sukawa Edupark berpotensi menjadi kawasan eduwisata percontohan di wilayah Jawa Tengah yang memadukan etika pemeliharaan hewan, edukasi masyarakat dan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal. “Sinergi berkelanjutan melalui program TJSL Sucofindo ini diharapkan menciptakan dampak berganda (multiplier effect), mulai dari peningkatan standar pengelolaan kawasan dan mutu produk olahan hingga terwujudnya kemandirian ekonomi masyarakat sekitar,” sebut Habib Krisna Wijaya.
Lewat Sirkular Ekonomi Sucofindo Perkuat Ekosistem Sawit Berkelanjutan
Jakarta, katakabar.com - PT Sucofindo terus memperkuat komitmen dorong pembangunan berkelanjutan menuju Visi Indonesia Emas 2045. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap implementasi circular economy di sektor kelapa sawit. Hal itu yang disampaikan saat ajang Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2026 lalu. Hal ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, peneliti, dan pelaku industri dalam membangun ekosistem sawit yang berkelanjutan dan berdaya saing. Head of Climate Solution & Sustainable Energy Project Management Unit PT Sucofindo (Persero), Dikman Purnama, menjelaskan penerapan cicular economy merupakan strategi untuk menjembatani antara keberlanjutan industri dengan ketahanan bisnis di tengah berbagai tantangan khususnya pada sektor industri sawit. Tantangan tersebut meliputi tingginya kontribusi emisi, timbulan limbah, tingginya penggunaan air, energi dan lahan serta tekanan terhadap hutan dan keanekaragaman hayati hingga meningkatnya tuntutan standar keberlanjutan dan traceability dari pasar global. “Kelapa Sawit memiliki peran penting bagi ekspor, ketahanan energi, ketahanan pangan serta perekonomian daerah. Namun, di tengah berbagai tekanan yang dihadapi industri, circular economy dapat menjadi solusi untuk meningkatkan daya saing, mempertahankan nilai, memulihkan sumber daya sekaligus meregenerasi sistem produksi agar lebih berkelanjutan,” ucap Dikman Purnama. Menurut Dikman Purnama, implementasi circular economy sawit sejalan dengan arah kebijakan pemerintah, khususnya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 yang menempatkan sawit sebagai komoditas strategis nasional dan bagian dari hilirasasi berbasis sumber daya alam. “Melalui pendekatan ini, industri sawit didorong tidak hanya memenuhi kepatuhan regulasi, tetapi juga mampu menunjukkan tanggung jawab terhadap lingkungan, kinerja keberlanjutan yang terukur, terverifikasi, dan semakin kompetitif di pasar global,” jelasnya. Selain mendukung agenda pembangunan nasional, circular economy pada sawit turut menjadi berkontribusi terhadap target penurunan emisi Gas Rumah Kaca Indonesia pada tahun 2030. Dalam model linear, residu sawit berakhir sebagai limbah yang menimbulkan biaya dan emisi. “Sehingga melalui circular economy, residu sawit tidak lagi dipandang sebagai limbah, melainkan sumber daya yang dapat menghasilkan energi, reduksi emisi karbon, pupuk, dan nilai pasar yang terukur,” jelas Dikman Purnama. Usung tema “Shaping the Palm Oil Industry Ecosystems for a Sustainable Future” PERISAI 2026 diharapkan menghasilkan berbagai inovasi dan rekomendasi riset untuk membentuk ekosistem industri sawit yang berkelanjutan. Selaras dengan hal tersebut, PT Sucofindo (Persero) sebagai perusahaan BUMN yang bergerak di bidang jasa Testing, Inspection, Certification (TIC) menyambut baik terhadap sinergi lintas sektor dalam membangun industri sawit yang tangguh terhadap perubahan iklim sekaligus memiliki daya saing menuju akses pasar global. “Ekonomi sirkular tidak hanya menjadi inisiatif Corporate Social Responsibility, tetapi telah menjadi strategi bisnis untuk menjaga ketahanan industri, memperluas akses pasar global sekaligus mendukung swasembada energi nasional. Sehingga dalam mewujudkannya perlu adanya kolaborasi lintas sektor, inovasi berkelanjutan dan komitmen bersama untuk generasi mendatang,” tegas Dikman Purnama. Sebagai bentuk dukungan terhadap transisi strategis tersebut, PT Sucofindo (Persero) memiliki layanan yang membantu pelaku industri memenuhi regulasi sekaligus meningkatkan daya saing. Salah satunya melalui layanan Sertifikasi Indonesian Sustanaible Palm Oil (ISPO) yang menjadi instrumen wajib untuk seluruh pelaku usaha sawit sesuai Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2025 dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 33 Tahun 2025. Dikman Purnama melanjutkan, dalam mendukung kepatuhan, akses pasar global dan aksi dekarbonisasi, Indonesia memiliki sertifikasi ISPO guna memastikan pengelolaan usaha kelapa sawit di Indonesia dilakukan secara berkelanjutan, taat regulasi dan berwawasan lingkungan. Dalam mendukung hal tersebut, PT Sucofindo (Persero) menyediakan layanan Audit energi untuk efisiensi energi, konsultansi lingkungan, perijinan lingkungan, monitoring lingkungan hingga melayani inventarisasi emisi untuk transparansi pelaporan emisi sebagai bagian upaya perusahaan dalam dekarbonisasi sebagai bagian usaha menuju ekonomi rendah karbon,” terang Dikman Purnama. PT Sucofindk (Persero) juga turut menjalankan peran strategis sebagai Lembaga Validasi dan Verifikasi (LVV) yang telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) pada skema Gas Rumah Kaca (GRK) dan Nilai Ekonomi Karbon (NEK). Peran ini memastikan setiap klaim penurunan emisi dilakukan secara terukur, transparan, dan sesuai standar. “Sucofindo siap mendukung sinergi strategis dalam mewujudkan upaya berkelanjutan melalui circular economy sawit, mulai dari proses fase hulu, proses produksi hingga hilir, sehingga tercipta industri yang tangguh, berkelanjutan dan mampu menjawab tantangan pasar global,” tandasnya.
PERISAI 2026, BPDP: Wadah Percepat Hilirisasi Hasil Riset dan Perkuat Daya Saing Industri Sawit Berkelanjutan
Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) kembali menyelenggarakan Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2026 sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah, akademisi, peneliti, industri, asosiasi, investor, pekebun, mahasiswa, dan masyarakat guna mempercepat hilirisasi hasil riset serta memperkuat daya saing industri sawit Indonesia berkelanjutan. Angkat tema "Shaping the Palm Oil Industry Ecosystems for a Sustainable Future", PERISAI 2026 menegaskan pentingnya transformasi industri sawit melalui inovasi, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrachman, menegaskan riset harus mampu menjawab kebutuhan industri sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Arah BPDP ke depan adalah mempertemukan kebutuhan industri (market pull), inovasi (technology push), dan kebutuhan masyarakat. Melalui PERISAI, kami ingin mempercepat hilirisasi hasil penelitian agar inovasi tidak berhenti di laboratorium, tetapi memberikan dampak nyata bagi kemajuan industri dan kesejahteraan masyarakat," jelasnya. Kata Eddy, Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia harus mampu menjadi pemimpin dalam inovasi dan teknologi. Di tengah tantangan perubahan iklim, digitalisasi, bioekonomi, serta tuntutan keberlanjutan, riset merupakan investasi strategis bangsa yang akan menentukan produktivitas dan daya saing industri sawit di masa depan. PERISAI 2026 diikuti sekitar 1.300 peserta yang berasal dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, pelaku industri, asosiasi, investor, pekebun, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Selama dua hari penyelenggaraan, kegiatan ini menghadirkan seminar nasional, talkshow, business matching, Grant Riset Showcase, Kompetisi Inovasi Riset Mahasiswa, pameran hasil riset dan teknologi, demonstrasi teknologi, serta exhibition yang diikuti berbagai perusahaan, perguruan tinggi, lembaga penelitian, startup, dan mitra industri. Total 24 hasil Grant Riset Sawit BPDP dan 10 inovasi riset mahasiswa dipamerkan kepada publik. Selain itu, pengunjung juga dapat menyaksikan demonstrasi berbagai teknologi unggulan, seperti Beton Precast Foam Concrete berbasis Biomassa Sawit, Drone Penyerbuk Sawit, serta Astaxanthin dari Palm Oil Mill Effluent (POME) sebagai contoh inovasi yang siap dihilirisasikan. Sejak Program Grant Riset Sawit dimulai pada 2015 lalu, BPDP telah mendukung 466 kontrak penelitian yang melibatkan 109 lembaga litbang, 1.873 peneliti, dan 383 mahasiswa. Program tersebut telah menghasilkan 395 publikasi ilmiah dan 84 paten. Pada 2026, BPDP juga menandatangani 56 kontrak riset baru, termasuk kajian pengembangan kelapa nasional dan kesiapan implementasi B50, dengan ruang lingkup penelitian yang mencakup budidaya, bioenergi, oleokimia, biomaterial, lingkungan, sosial ekonomi, hingga teknologi informasi. Di bidang pengembangan sumber daya manusia, BPDP telah bekerja sama dengan 44 perguruan tinggi, memberikan beasiswa kepada 13.265 mahasiswa, serta melatih lebih dari 30 ribu petani dan pekebun guna mempercepat adopsi inovasi di lapangan. Hingga saat ini, lebih dari 100 hasil riset BPDP telah memasuki tahap komersialisasi, mulai dari penandatanganan Letter of Intent (LoI) dengan industri hingga melahirkan startup berbasis hasil riset. Ke depan, BPDP akan terus berperan sebagai katalis kolaborasi untuk mewujudkan Indonesia sebagai Global Hub for Sustainable Palm Oil Research and Innovation. Melalui PERISAI 2026, BPDP berharap semakin banyak inovasi yang dapat diterapkan di lapangan, memperkuat daya saing industri sawit nasional, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi pekebun, industri, dan masyarakat.
PUG Diluncurkan, Perkuat Tata Kelola Sawit Lebih Inklusif dan Berkelanjutan
Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dukung peluncuran Pedoman Pengarusutamaan Gender (PUG) di Sektor Kelapa Sawit sebagai wujud komitmen mendorong pembangunan industri sawit tidak hanya berkelanjutan, tetapi lebih inklusif, berkeadilan, dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. Peluncuran pedoman tersebut ditandai dengan penyerahan Buku Pedoman Pengarusutamaan Gender di Sektor Kelapa Sawit secara simbolis oleh Deputi Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Amurwani Dwi Lestariningsih didampingi Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dida Gardera, kepada perwakilan instansi pemerintah dan asosiasi yang terlibat dalam industri kelapa sawit. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2026 di Jakarta. Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrachman, menjelaskan keberlanjutan industri sawit tidak hanya ditentukan oleh inovasi teknologi dan praktik pengelolaan lingkungan yang baik, tetapi juga terciptanya kesempatan yang setara bagi perempuan dan laki-laki untuk berpartisipasi, berkontribusi, serta memperoleh manfaat dari pembangunan sektor tersebut. ”Peluncuran pedoman ini merupakan bentuk dukungan BPDP terhadap upaya pemerintah dalam mengarusutamakan gender di sektor kelapa sawit. Kami berharap pedoman ini dapat menjadi referensi bagi para pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan dan program yang lebih inklusif, sehingga pembangunan industri kelapa sawit dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ucap Eddy Pedoman Pengarusutamaan Gender di Sektor Kelapa Sawit disusun sebagai panduan praktis bagi pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan untuk mengintegrasikan perspektif gender ke dalam seluruh rantai nilai industri kelapa sawit. Mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, hingga evaluasi program, pedoman ini diharapkan mampu memastikan perempuan dan laki-laki memiliki akses, kesempatan, partisipasi, serta manfaat yang setara. Selain mendorong terciptanya kesempatan kerja yang lebih inklusif, pedoman ini juga diharapkan dapat memperkuat kapasitas kelembagaan, meningkatkan partisipasi perempuan dalam sektor kelapa sawit, serta mendukung penerapan tata kelola industri yang semakin baik dan berkelanjutan. Melalui peluncuran pedoman ini, BPDP bersama pemerintah berharap pengarusutamaan gender dapat menjadi bagian integral dalam pembangunan sektor kelapa sawit nasional. Jadi, industri sawit Indonesia tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing, tetapi juga menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.
Perkuat Ekosistem Transportasi Berkelanjutan, JS Dukung Penerapan B50 di Rest Area Km 57A
Jakarta, katakabar.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat perannya dalam mendukung ekosistem transportasi berkelanjutan melalui kesiapan jaringan rest area sebagai titik layanan strategis bagi implementasi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Biosolar B50. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan fasilitas dan koordinasi layanan pada agenda Peresmian Implementasi Biosolar B50 oleh Presiden Republik Indonesia dengan tema “Langkah Nyata untuk Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional” yang berlangsung di Rest Area KM 57A Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Kamis (9/7). Rest Area Kilometer 57A Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang dikelola oleh Mitra merupakan salah satu titik layanan strategis di jaringan jalan tol Jasa Marga Group. Berada pada koridor utama mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional, serta terhubung dengan akses menuju Jalan Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ), rest area ini memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran perjalanan sekaligus penyediaan layanan energi bagi pengguna jalan tol. Dalam mendukung implementasi Biosolar B50 yang menjadi kelanjutan dari pengembangan program biodiesel sebelumnya yaitu B35 dan B40, Jasa Marga terus memperkuat koordinasi dengan PT Pertamina (Persero) serta mitra pengelola SPBU di lingkungan rest area Jasa Marga Group. Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas layanan, kelancaran operasional, serta dukungan terhadap penyaluran Biosolar B50 sesuai tahapan dan ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa kehadiran Biosolar B50 di rest area jalan tol menjadi bagian dari upaya Jasa Marga dalam menghadirkan layanan jalan tol yang adaptif terhadap kebutuhan transportasi masa depan. “Sebagai operator jalan tol terbesar di Indonesia, Jasa Marga memastikan ekosistem infrastruktur pendukung jalan tol mampu beradaptasi dengan kebutuhan transportasi masa depan. Melalui kesiapan rest area dan sinergi bersama Pertamina, kami mendukung implementasi Biosolar B50 agar pengguna jalan, termasuk kendaraan logistik, dapat mengakses layanan energi yang sejalan dengan agenda transisi energi nasional,” ujar Rivan. Rivan menambahkan, Jasa Marga terus mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam pengelolaan bisnis perusahaan, termasuk melalui pengembangan layanan jalan tol dan rest area yang semakin responsif terhadap isu keberlanjutan. “Dukungan terhadap implementasi Biosolar B50 merupakan bagian dari komitmen Jasa Marga untuk berkontribusi dalam agenda pembangunan nasional, khususnya dalam mendorong transportasi yang lebih berkelanjutan. Kami percaya rest area memiliki peran yang semakin strategis, bukan hanya sebagai tempat singgah, tetapi juga sebagai simpul layanan yang mendukung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, dan transisi energi,” ucapnya. Ke depan, penyediaan layanan Biosolar B50 akan dilakukan secara bertahap pada titik SPBU di koridor rest area yang berada di ruas Jasa Marga Group lainnya, dengan menyesuaikan kesiapan sarana, keandalan pasokan, serta regulasi teknis yang berlaku. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi rest area Jasa Marga Group sebagai ruang pelayanan publik yang semakin adaptif, andal, dan selaras dengan arah pengembangan transportasi berkelanjutan. Melalui dukungan terhadap implementasi Biosolar B50 di Rest Area KM 57A Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jasa Marga memperkuat peran rest area sebagai bagian penting dari ekosistem layanan jalan tol. Jasa Marga akan terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah, Mitra, dan pemangku kepentingan terkait dalam menghadirkan layanan jalan tol yang tidak hanya mendukung kelancaran mobilitas, tetapi juga berkontribusi pada agenda ketahanan energi dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
PTPN Group Catatkan Laba Rp6,39 Triliun, Perkuat Kinerja Berkelanjutan dan Damsos
Jakarta, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara III (Persero) gelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) Tahun Buku 2025 di Gedung BP BUMN, Jakarta, di penghujung Juni 2026 lalu. RUPS dihadiri dan disaksikan para pemegang saham yang diwakili PT Danantara Asset Management dan Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN). Pada RUPS tersebut, Perseroan menyampaikan pertanggungjawaban kinerja Tahun Buku 2025 yang menunjukkan hasil transformasi perusahaan melalui peningkatan profitabilitas, penguatan fundamental bisnis, serta penerapan tata kelola perusahaan yang semakin baik. PTPN Group membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp6,39 triliun pada tahun 2025, meningkat sekitar 81 perseb dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, perusahaan juga mencatat pertumbuhan EBITDA operasional, penjualan, arus kas operasional, serta penguatan struktur permodalan sebagai fondasi bagi pertumbuhan yang berkelanjutan. Perbaikan kinerja tersebut turut tercermin dari meningkatnya tingkat kesehatan perusahaan. Sejak tahun 2021, PTPN Group terus menunjukkan penguatan fundamental melalui perbaikan tata kelola, restrukturisasi keuangan, serta peningkatan kualitas operasional hingga mencapai peringkat A (Stable) pada tahun 2025–2026. Sejalan dengan peningkatan kinerja, PTPN Group juga terus memperkuat kontribusi sosial melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Sepanjang tahun 2025, Perseroan merealisasikan Program TJSL sebesar Rp103,15 miliar, yang terdiri atas Program Community Involvement and Development (CID) sebesar Rp84,20 miliar serta Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) sebesar Rp18,95 miliar. Program-program tersebut difokuskan pada pemberdayaan masyarakat melalui pilar sosial, ekonomi, lingkungan, dan tata kelola, serta penguatan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro dan kecil. Pelaksanaan TJSL PTPN Group terus diarahkan pada pendekatan impact-driven, sehingga mampu menciptakan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan. Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, menyampaikan capaian tersebut merupakan hasil dari transformasi yang dijalankan secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir. "Transformasi yang kami jalankan tidak hanya memperkuat kinerja dan kesehatan perusahaan, tetapi juga memastikan setiap pertumbuhan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Ke depan, PTPN Group akan terus memperkuat daya saing, tata kelola, serta menciptakan nilai berkelanjutan bagi bangsa dan negara," ujarnya. Melalui transformasi yang berkelanjutan, PTPN Group berkomitmen untuk terus menciptakan nilai tambah bagi negara, memperkuat ketahanan pangan dan energi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memberikan dampak terhadap pembangunan Nasional.
BLU Kemenkeu Perkuat Kolaborasi Pembangunan Berkelanjutan dan Penciptaan Nilai Tambah Ekonomi
Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) berpartisipasi dalam pergelaran Jakarta Fiscal Forum (JFF) 2026 yang dihelat Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi DKI Jakarta. Forum ini menjadi ruang dialog dan kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam memperkuat peran kebijakan fiskal guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan. Angkat tema “Fiskal Dukung Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Berkelanjutan Jakarta sebagai Kota Global”, JFF 2026 pertemukan berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, akademisi, praktisi, dunia usaha, serta lembaga terkait untuk mendiskusikan berbagai isu strategis pembangunan, termasuk pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan dan penciptaan nilai tambah ekonomi. Kegiatan di Gedung Jusuf Anwar, Komplek Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, tersebut dibuka Direktur Jenderal Perbendaharaan, Astera Primanto Bhakti, dan menghadirkan Prof. Firdaus Ali, Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, sebagai pembicara kunci. Forum ini juga dihadiri Kepala Kantor Wilayah DJPb Provinsi DKI Jakarta, M. Syaibani, serta perwakilan kementerian/lembaga, akademisi, dan pelaku usaha. Partisipasi BPDP dalam forum ini bagian dari komitmen lembaga untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung agenda pembangunan nasional yang berkelanjutan. Sebagai Badan Layanan Umum di bawah Kementerian Keuangan, BPDP memiliki peran strategis dalam mendorong pengembangan sektor perkebunan melalui berbagai program, antara lain pengembangan biodiesel, peremajaan sawit rakyat, pengembangan sumber daya manusia, penelitian, promosi, serta penyediaan sarana dan prasarana perkebunan. Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP menyampaikan bahwa JFF 2026 menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring kerja sama sekaligus memperkenalkan kontribusi sektor perkebunan kepada berbagai pemangku kepentingan. "JFF 2026 menjadi ruang yang strategis bagi BPDP untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor sekaligus memperkenalkan berbagai program pengembangan perkebunan kepada khalayak yang lebih luas. Melalui partisipasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa sektor perkebunan memiliki kontribusi yang besar terhadap perekonomian nasional, mulai dari penciptaan nilai tambah, pengembangan SDM, hingga dukungan terhadap ketahanan energi dan pembangunan berkelanjutan. Kami berharap forum ini dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong manfaat yang semakin besar bagi masyarakat," bebernya. Melalui partisipasi dalam JFF 2026, BPDP perkenalkan berbagai program strategis yang telah dijalankan dalam mendukung peningkatan nilai tambah komoditas perkebunan, penguatan ekonomi kerakyatan, pengembangan energi terbarukan, serta pembangunan sektor perkebunan yang berkelanjutan. Ke depan, BPDP akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak guna memastikan program-program yang dijalankan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Dari Limbah Jadi Nilai: Binus @Malang Transformasikan Plastik Jadi Peluang Ekonomi Berkelanjutan
Malang, katakabar.com - Perjalanan 45 tahun Binus University dan satu dekade Binus @Malang jadi momentum penting untuk mempertegas komitmen dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Melalui program Binus Untuk Negeri (BUN), Binus @Malang menghadirkan inisiatif kolaboratif yang berfokus pada pemberdayaan komunitas serta penciptaan dampak sosial yang berkelanjutan. Salah satu implementasi dari program ini diwujudkan melalui pengembangan Edu Eco-Furniture Village bersama masyarakat Klampokasri. Inisiatif ini mengintegrasikan edukasi, kreativitas, serta kepedulian terhadap lingkungan dalam satu ekosistem pemberdayaan. Dalam pelaksanaannya, Binus @Malang juga berkolaborasi dengan Program Studi Design Interior, yang berperan dalam proses perancangan dan pengembangan produk berbasis desain. Melalui program ini, masyarakat didorong untuk mentransformasi limbah plastik menjadi produk bernilai seperti eco-cycle products dan eco-furniture. Hasil dari proses ini diwujudkan dalam karya bertajuk KARUPA (Karya Aksi Rupa Ulang Plastik) sebagai simbol kreativitas dan inovasi berbasis keberlanjutan. Upaya ini tidak hanya berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan, tetapi juga membuka potensi ekonomi baru yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat. Pendekatan kolaboratif ini juga menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan program, di mana berbagai pihak dilibatkan untuk menciptakan solusi yang relevan dan berkelanjutan. Binus @Malang tidak berjalan sendiri, melainkan membangun sinergi antara akademisi, mahasiswa, komunitas, hingga mitra strategis. Hal ini turut ditegaskan oleh Deputy Campus Director Binus @Malang, Alvin Chandra, S.Kom., M.M.: “Melalui Binus Untuk Negeri, kami ingin memastikan bahwa kehadiran Binus @Malang tidak hanya memberikan pendidikan berkualitas, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Kolaborasi menjadi kunci dalam menciptakan solusi yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.” Keterlibatan mahasiswa dalam program ini juga menjadi bagian penting dari proses pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pengalaman nyata di lapangan. Interaksi langsung dengan masyarakat memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami permasalahan sosial secara lebih mendalam sekaligus mengembangkan karakter. Hal ini dijelaskan oleh Dr. Yoseph Benny Kusuma, S.M., M.SM, selaku Student Development Associate Manager BINUS @Malang “ Di Binus, mahasiswa tidak hanya pintar untuk dirinya sendiri namun ikut meneruskan apa yang dipelajari di ruang-ruang perkuliahan untuk memberikan dampak nyata ke masyarakat” Kolaborasi dengan Program Studi Design Interior juga memberikan kontribusi penting dalam memastikan bahwa produk yang dihasilkan tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai desain dan daya saing. Pendekatan ini memungkinkan limbah plastik diolah menjadi produk yang lebih bernilai dan menarik secara estetika. Sebagaimana disampaikan oleh Ira Audia Agustina, S.T., M.Ds., selaku Kepala Prodi Design Interior BINUS @Malang: “Melalui kolaborasi ini, kami mendorong mahasiswa dan masyarakat untuk melihat limbah plastik sebagai material yang memiliki potensi desain. KARUPA menjadi representasi bagaimana proses kreatif dapat mengubah limbah menjadi karya yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki nilai estetika dan ekonomi.” Dampak dari program ini juga dirasakan langsung oleh masyarakat Klampokasri, khususnya dalam peningkatan keterampilan dan terbukanya peluang ekonomi baru. Kehadiran Binus Untuk Negeri memberikan nilai tambah yang nyata bagi lingkungan sekitar. Sebagaimana disampaikan oleh perwakilan warga Klampok Kasri Tri Priyo Wahyudi: “Program ini memberikan kami pengetahuan dan keterampilan baru dalam mengolah limbah plastik. Selain membantu menjaga lingkungan, kami juga melihat adanya peluang untuk meningkatkan pendapatan melalui produk yang dihasilkan.” Lebih dari sekadar kegiatan, program ini juga diperkuat melalui kolaborasi dengan Koffie Heritage Malang (Kopi Tot Tot) sebagai partner strategis. Berlokasi di kawasan Kayutangan Heritage yang dikenal sebagai salah satu ikon Kota Malang, kolaborasi ini menghadirkan ruang yang tidak hanya strategis tetapi juga relevan dengan karakter generasi muda dan komunitas kreatif. Dengan posisi yang strategis dan dukungan komunitas yang kuat, kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang berkumpul, tetapi juga menghadirkan sebuah experience yang mampu membangun awareness sekaligus mendorong aksi nyata. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari ruang yang tepat dan sinergi yang kuat antar berbagai pihak. Melalui Binus Untuk Negeri, Binus @Malang menghadirkan ruang interaksi yang melibatkan mahasiswa, komunitas lokal, pelaku UMKM, hingga generasi muda kreatif di Malang. Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperluas perspektif, membangun jejaring, serta mendorong partisipasi aktif dalam menjawab berbagai isu sosial dan lingkungan secara bersama-sama. Dengan semangat kolaborasi dan keberlanjutan, Binus @Malang berharap program ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas, sejalan dengan visi untuk membangun generasi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.