Siak, katakabar.com - Warga Kampung Suak Lanjut, Kabupaten Siak, Riau, Bistari Zainudin Harahap (49) melaporkan seorang yang mengaku timses salah satu paslon Pilkada Siak.

Pria yang akrab disapa Ucok ini  membuat laporan ke Polres Siak pada Selasa (15/4 karena diancam orang tersebut dengan senjata tajam.

"Peristiwa pengancaman terjadi pada Selasa (15/4) sore kemarin. Di sore itu juga saya membuat laporan ke Polres Siak," kata Ucok kepada katakabar.com, Rabu (16/4).

Mirisnya, ternyata yang mengancam Ucok merupakan tetangganya di Suak Lanjut berinisial WF. Ucok mengaku lelaki itu sempat mengancamnya pakai senjata tajam.

"Dia tetangga saya. Penyebabnya mungkin karena dia tidak senang dengan gugatan kami terkait periodesasi Bupati Siak Alfedri ke Mahkamah Konstitusi (MK)," jelasnya. 

Ucok bercerita, kejadian berawal saat dirinya melintas di depan rumah pelaku. Saat itu Ucok sempat bertanya kepada pelaku terkait pernyataan pelaku mengenai dirinya dan dua temannya di media sosial. 

"Saya tanya baik-baik soal status dia di Facebook tentang kami (Juana, Iqbal dan Ucok). Sebab soal status di Medsos itu, sebelumnya pada 10 April lalu kami juga sudah membuat laporan ke Polisi atas pencemaran nama baik," kata Ucok. 

Merasa tidak terima, kata Ucok, pelaku langsung marah-marah sambil mengambil senjata tajam ke dalam rumahnya. 

"Pelaku langsung marah. Dia bilang yang salah itu saya karena ikut melaporkan Pilkada Siak ke MK. Gara-gara laporan itu kata dia calon yang didukungnya belum dilantik. Dia pun lari ke dalam rumah mengambil senjata tajam. Warga sekitar yang mendengar keributan itu langsung datang melerai. Apalagi saat itu pelaku sudah memegang senjata tajam," jelasnya. 

Padahal Ucok mengaku hanya sebatas menanyakan status di media sosial itu seja kepada pelaku. Itu pun dia jumpa dengan pelaku secara tidak sengaja. 

"Saya tak sengaja lewat di depan rumahnya. Kebetulan dia ada di depan rumah jadi saya tanya soal itu. Niat awal saya ingin bicara baik-baik dengannya. Dan mencabut laporan dugaan pencemaran nama baik itu. Tapi dia seperti tidak terima dan menyalahkan saya," jelasnya. 

Setelah kejadian itu, Ucok juga masih beritikad baik kepada pelaku agar tidak langsung membuat laporan ke Polres Siak. Ucok saat itu meminta agar Bhabinkamtibmas mendamaikan mereka. 

"Tapi saat dihubungi, nomor handphone-nya tidak aktif. Kami juga sempat ke rumahnya, tapi dia tidak ada di rumah. Hingga saat ini juga tidak ada itikad baiknya," jelasnya.

Ucok mengaku atas kejadian itu sangat khawatir dengan keselamatan keluarganya. Apalagi anak-istrinya melihat langsung kejadian pelaku membawa senjata tajam saat cekcok mulut. 

"Akibat kejadian itu anak-istri saya saat ini masih trauma. Saya harap aparat kepolisian secepatnya bertindak. Sebab ini sudah mengancam keselamatan saya dan anak-istri," pungkasnya.