Baturaja, katakabar.com - Para petani atau pekebun optimis harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit takkan hancur di Kabupaten OKU. Optimisme para petani atau pekebun tersebut seiring harga TBS kelapa sawit naik di tingkat pabrik dan indikasi harga minyak goreng kelapa sawit stabil serta cendrung naik.

Saat ini, harga TBS kelapa sawit di Kabupaten OKU, Provinsi  Sumatera Selatan naik dibandrol Rp2.300 per kilogram di tingkat pabrik. Harga ini mengalami perubahan dari empat hari lalu.

Dilansir dari laman sripoku.com, pada Rabu (17/1) siang, harga TBS kelap sawit di awal tahun 2024 masih sebesar Rp2.145 per kilogram.

Tapi, sepekan kemudian, di paruh dua Januari 2024 terjadi kenaikan sebesar Rp25 per kilogram jadi dibeli Rp2.170 per kilogram di tingkat pabrik.

Memasuki pekan ketiga Januari 2024, harga TBS kelapa sawit ini naik lagi sebesar Rp80 per kilogram jadi dibandrol sebesar Rp2.300 per kilogram di tingkat pabrik.

Jika dibandingkan dengan harga TBS kelapa sawit si awal tahun 2023 lalu di angka Rp2.345 per kilogram, tapi memasuki pertengahan tahun 2023 harga TBS kelapa sawit turun sekitar Rp400 per kilogram jadi dibeli Rp1.950 per kilogram di tingkat pabrik, dan harga ini terus turun hingga menjadi sebesar Rp1.835 per kilogram.

Tapi, di akhir tahun 2023 lalu, harga TBS kelapa sawit di Kabupaten OKU ditutup dengan harga Rp2.145 per kilogram. Di mana harga ini bertahan hingga pekan pertama Januari 2024.

Meski naik tipis, kondisi ini membuat para petani sawit tidak khawatir masih tetap optimis.

Harga TBS kelapas Rp2.300 per kilogram ini di tingkat pabrik. Sedang, untuk harga di tingkat petani ikut naik walau tipis.

Setakat ini di tingkat petani, harga TBS kelapa sawit dipastikan ikut naik kisaran Rp1.850 per kilogram hingga Rp1.900 per kilogram.