Jakarta, katakabar.com - Kunjungan Perdana Menteri India, Narendra Modi ke Indonesia menjadi kesempatan penting untuk mengangkat salah satu kemitraan strategis yang paling besar potensinya di Asia, tetapi hingga kini masih belum dimanfaatkan secara optimal.

Sebagai dua negara demokrasi besar, kekuatan maritim, anggota G20, serta suara penting bagi negara-negara Global South, Indonesia dan India sesungguhnya memiliki modal yang sangat kuat untuk membangun hubungan yang jauh lebih erat. Tetapi, berbagai capaian kerja sama selama ini masih belum sepenuhnya mencerminkan potensi yang dimiliki kedua negara. Karena itu, kunjungan ini dapat menjadi titik balik yang penting—apabila Indonesia dan India mampu melampaui simbolisme diplomatik dan mulai melembagakan kerja sama di bidang perdagangan, teknologi, konektivitas, keamanan maritim, serta hubungan antarmasyarakat secara lebih konkret dan berkelanjutan.

Dari Kemitraan Strategis Menuju Konvergensi Strategis

Hubungan kedua negara memperoleh momentum yang sangat kuat ketika Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kenegaraan ke India pada Januari 2025, bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–India. Dalam kunjungan tersebut, kedua negara menandatangani lima kesepakatan yang mencakup kerja sama di bidang kesehatan, pengobatan tradisional, transformasi digital, keamanan maritim, serta pertukaran budaya. Kehadiran Presiden Prabowo sebagai Tamu Kehormatan pada peringatan Hari Republik India semakin menegaskan pentingnya posisi Indonesia dalam strategi Indo-Pasifik India.

Namun demikian, pertanyaan yang lebih besar adalah apakah berbagai capaian tersebut mampu menghasilkan lompatan besar (quantum leap) dalam hubungan bilateral. Jawabannya bergantung pada kemampuan kedua negara mengubah hubungan yang selama ini banyak ditopang oleh kedekatan diplomatik menjadi kemitraan yang berakar pada saling ketergantungan ekonomi, teknologi, dan inovasi.

Secara historis, Indonesia dan India memiliki hubungan peradaban yang sangat kuat serta saling memahami dalam berbagai isu politik internasional. Kerja sama selama masa perjuangan antikolonial, keterlibatan dalam semangat Konferensi Asia-Afrika Bandung, serta dukungan terhadap terciptanya tatanan dunia yang lebih multipolar telah membangun fondasi yang kokoh bagi hubungan kedua negara.

Kurun beberapa tahun terakhir, hubungan tersebut terus berkembang melalui peningkatan kerja sama maritim dan pertahanan, bertambahnya minat terhadap produk pertahanan India, perluasan pertukaran budaya dan pendidikan, dukungan India terhadap konservasi Candi Prambanan, meningkatnya investasi India di Indonesia, penjajakan mekanisme perdagangan menggunakan mata uang lokal, hingga kerja sama antara Indian Coast Guard dan Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (BAKAMLA).

Meski demikian, berbagai tantangan masih membatasi perkembangan hubungan bilateral. Nilai perdagangan kedua negara masih jauh di bawah potensi yang sebenarnya, sementara investasi India di Indonesia masih tertinggal dibandingkan investasi dari Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, maupun Singapura. Karena itu, hubungan Indonesia–India selama ini sering dipandang memiliki arti strategis yang besar, tetapi belum berkembang secara optimal dari sisi ekonomi.

Mengapa Momentum Saat Ini Berbeda?

Terdapat sejumlah perkembangan global yang membuat situasi saat ini jauh lebih menguntungkan dibandingkan sebelumnya.

Salah satunya adalah semakin kuatnya peran Indonesia dan India sebagai pemimpin negara-negara Global South. Sebagai dua negara berkembang dengan perekonomian besar, keduanya memiliki kepentingan yang sama dalam mendorong reformasi tata kelola global, memperjuangkan pembiayaan iklim yang lebih adil, meningkatkan akses terhadap pendanaan pembangunan, memperkuat ketahanan pangan, serta memperluas akses terhadap teknologi. Ketika globalisasi menghadapi tekanan akibat rivalitas geopolitik, fragmentasi rantai pasok, dan meningkatnya proteksionisme, Indonesia dan India memiliki peluang untuk bersama-sama memperjuangkan tatanan ekonomi global yang lebih inklusif.

Berbeda dengan banyak kemitraan Global South lainnya yang sering berhenti pada tataran retorika, Indonesia dan India memiliki skala ekonomi serta pengaruh diplomatik yang cukup besar untuk benar-benar memengaruhi arah berbagai forum internasional seperti G20BRICS, maupun ASEAN.

Bidang lain yang memiliki prospek besar adalah ketahanan pangan dan energi. Kedua negara sama-sama menghadapi tantangan berupa inflasi pangan, fluktuasi harga energi, serta dampak perubahan iklim. Indonesia merupakan produsen utama minyak sawit, nikel, batu bara, dan berbagai komoditas strategis lainnya, sementara India merupakan salah satu pasar konsumen terbesar di dunia.