Dalam pertemuan tersebut, Effendi meminta perhatian pemerintah pusat terhadap kebutuhan pupuk petani, terutama untuk mendukung musim tanam yang mencakup lahan seluas 17.219,58 hektare.

Menurut Effendi, pengurangan alokasi NPK berdampak pada ketersediaan pupuk di lima kecamatan. Karena itu, pemerintah daerah meminta agar kekurangan kuota tersebut dapat ditangani oleh pemerintah pusat. 

“Kami menyampaikan langsung kondisi darurat di lapangan, di mana lima kecamatan kita sudah mengalami minus kuota akibat pengurangan 1.500 ton alokasi pupuk NPK,” ujar Effendi. 

Pihak Kementerian Pertanian, kata Effendi, menyambut baik penyampaian kondisi tersebut dan akan melakukan evaluasi serta mengupayakan realokasi kuota NPK untuk menutupi kekurangan di Kabupaten Toba.

Meski demikian, realokasi tersebut masih dalam tahap evaluasi dan upaya kementerian. Belum ada kepastian mengenai besaran tambahan kuota maupun waktu penyalurannya.

Selain kebutuhan pupuk NPK, Pemkab Toba juga mengajukan permohonan bantuan 7.500 ton kapur dolomit.