Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Muhammad Taufiq Ratule, mengapresiasi kesiapan Samosir. Ia meminta pemerintah kabupaten segera mengusulkan kebutuhan alsintan dan irigasi kepada Direktorat terkait, yakni Direktorat Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP).
Taufiq menjelaskan, program nasional tidak hanya diarahkan untuk memperluas lahan tanam, tetapi juga meningkatkan produksi benih bawang putih. Pemerintah menargetkan pengembangan secara bertahap hingga sekitar 120.000 hektare sebagai bagian dari upaya mencapai swasembada benih.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan skema penyerapan benih melalui pembeli atau offtaker yang mendapat jaminan pemerintah. Skema ini diharapkan memberikan kepastian pasar bagi petani dan mendorong keberlanjutan usaha budidaya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya menekankan perlunya koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, petani, penangkar benih, dan dunia usaha. Menurutnya, kerja sama tersebut dibutuhkan untuk membangun ekosistem bawang putih dari hulu hingga hilir, termasuk memperkuat ketersediaan benih bermutu.
Peluang memperluas lahan hingga 2.000 hektare kini bergantung pada tindak lanjut program dan kesiapan dukungan teknis. Alokasi 1.180 hektare untuk 2027 menjadi pijakan awal, sementara perluasan lebih jauh masih memerlukan dukungan sarana produksi dan pengairan.*
Samosir Targetkan 2.000 Hektare Lahan Bawang Putih dengan Dukungan Alsintan Modern
Diskusi pembaca untuk berita ini