Karang Baru, katakabar.com - Kondisi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) bernama 8 Kejuruan Muda di Desa Alur Mentawak Kecamatan Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang cukup memperhatikan dan butuh perhatian.

Secara kasat mata, keadaan bangku siswa, atap dan dinding bangunan sekolah masih terbuat dari kayi sudah tak layak masih digunakan untuk mencerdaskan kehidupan anak-anak sebagai calon generasi penerus bangsa.

Padahal, lokasi berdiri sekolah itu dekat dengan dua perusahaan kelapa sawit, yakni Sisirau dan Bahruni.

Tapi, mengapa Corporate Social Responsibility (CSR) yang berarti tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat tidak terlihat untuk sekolah itu.

Ketua Gerakan Aksi Rakyat Aceh Tamiang (Garang), Chaidir disapa akrab Ai mengatakan, sederhananya, CSR adalah kegiatan sosial perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat dan lingkungan sekitar.

"CSR perusahaan dapat berbentuk sumbangan untuk membangun desa atau fasilitas masyarakat yang bersifat sosial dan berguna untuk masyarakat banyak, khususnya masyarakat yang berada di sekitar perusahaan berada," kata Ai pada Minggu (24/9) dilansir dari laman beritamerdeka.net.

Menurutnya, sifat dari CSR adalah wajib. Jika tidak dilaksanakan, bisnis tersebut  terancam mendapatkan sanksi," tegasnya.

Ini aneh, ada sekolah yang sangat butuh perhatian lokasi nya juga dekat dengan perusahaan kelapa sawit. Apakah CSR perusahaan itu enggak mengalir ke sekolah? Terus kemana mengalirnya? tanyanya.

Ai menambahkan, sebagai putra daerah, merasa prihatin melihat sekolah yang sangat tidak layak bagi dunia pendidikan.

Untuk itu, kepada pemerintah Aceh Tamiang segera mengambil langkah strategis menangani pembangunan sekolah.

"Sudah semestinya pemerintah daerah memprioritaskan pembangunan sekolah," harapnya.

"Bagaimana kita bisa menang bersaing dengan tenaga kerja dari luar kalau Sumber Daya Manusia (SDM) tidak diperhatikan,” tandasnya.