Momentum tersebut tidak hanya menjadi pengingat atas ikrar persatuan pemuda pada 1928, tetapi juga menegaskan pentingnya pengabdian melalui pekerjaan dan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam amanatnya, Ariston meminta para PPPK Paruh Waktu menjadikan kepercayaan yang diberikan sebagai tanggung jawab untuk bekerja secara profesional, disiplin, dan berintegritas.
Ia menekankan bahwa setiap pegawai harus memberikan pelayanan terbaik sesuai tugas dan bidang kerjanya.
“Bekerjalah dengan baik, bersemangat dan bertanggung jawab sesuai bidang kerja masing-masing. Berikan pelayanan prima bagi masyarakat serta tunjukkan loyalitas dalam bekerja,” ujar Ariston.
Ia mengingatkan, status sebagai bagian dari aparatur pemerintah menuntut para PPPK mengutamakan kepentingan umum, bangsa, dan negara di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Karena itu, para penerima SK diminta memahami tugas pokok dan fungsi, meningkatkan etos kerja, serta menjaga kedisiplinan.
SK PPPK Paruh Waktu Samosir Wabup Serahkan 781 SK di Hari Sumpah Pemuda
Diskusi pembaca untuk berita ini