Data yang dirujuk dari Farside Investors menunjukkan ETF Solana di Amerika Serikat hanya mencatat sekitar US$800.000 arus masuk bersih sepanjang periode 28 September hingga 2 Oktober. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan sekitar US$188,1 juta arus masuk pada periode 21–25 September.

Perlambatan arus dana ETF menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena dapat menunjukkan bahwa permintaan institusional jangka pendek belum sekuat periode sebelumnya.

Namun secara kumulatif, arus dana ETF Solana tetap berada pada level yang signifikan. Data Farside menunjukkan total arus masuk ETF Solana telah mencapai sekitar US$1,6 miliar.

Menurut Yudhono, pergerakan arus dana tersebut perlu dilihat bersama dengan indikator pasar lainnya, bukan sebagai satu-satunya penentu arah harga.

“Arus ETF memang menjadi indikator penting untuk melihat permintaan institusional, tetapi sebaiknya tidak dibaca secara terpisah. Jika arus masuk kembali konsisten dan pada saat yang sama SOL mampu menembus resistance US$124–125, kombinasi keduanya dapat menjadi sinyal yang lebih kuat terhadap keberlanjutan pemulihan,” ujar Yudhono.

Tiga Skenario Harga SOL pada Oktober

Dengan kondisi saat ini, pergerakan SOL pada Oktober setidaknya dapat dilihat melalui tiga skenario.

Pertama, skenario bullish. SOL mampu mempertahankan support US$117 dan menembus US$124–125. Jika breakout tersebut terkonfirmasi dan area US$125 berubah menjadi support, SOL berpotensi melanjutkan kenaikan menuju US$130, kemudian US$140 hingga area US$148.

Kedua, skenario sideways. SOL gagal menembus US$124–125, tetapi masih mampu mempertahankan area support US$109–117. Dalam kondisi ini, SOL berpotensi bergerak dalam rentang US$109–125 sambil menunggu katalis baru.

Ketiga, skenario bearish. SOL kehilangan support US$109 dan tidak mampu segera merebut kembali level tersebut. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko koreksi menuju area US$95–109, dengan US$95 menjadi salah satu level support berikutnya yang perlu diperhatikan.

Yudhono menambahkan volatilitas tetap menjadi bagian penting dari pasar aset kripto sehingga level teknikal sebaiknya digunakan sebagai acuan untuk membaca skenario, bukan sebagai kepastian arah harga.

“Oktober masih memiliki sejumlah katalis untuk Solana, mulai dari perkembangan Alpenglow hingga aktivitas ekosistem dan arus dana institusional. Namun, investor tetap perlu memperhatikan risiko volatilitas. Breakout di atas US$125 akan menjadi konfirmasi yang lebih menarik dibandingkan sekadar pergerakan intraday, sementara kehilangan support utama dapat mengubah struktur pasar dalam waktu cepat,” ucap Yudho.

Dengan demikian, area US$124–125 menjadi salah satu level yang paling menentukan bagi pergerakan SOL pada Oktober. Di atas level tersebut, peluang menuju US$130 hingga US$148 semakin terbuka secara teknikal. Sementara itu, bertahannya SOL di atas US$117 akan menjadi indikator penting untuk menjaga struktur pemulihan yang terbentuk sejak Agustus.

Di tengah perkembangan Alpenglow dan ekspansi ekosistem Solana, pasar masih akan mencermati apakah katalis fundamental tersebut mampu diterjemahkan menjadi peningkatan aktivitas dan permintaan yang berkelanjutan terhadap SOL.