Suwardi menjelaskan, produksi podcast dilakukan secara rutin setiap pekan dengan melibatkan OPD sebagai narasumber.
Sebelum siaran diproduksi, pihaknya mengundang OPD untuk merumuskan informasi yang perlu disampaikan kepada publik, kemudian mengemasnya dalam format podcast.
“Kita lakukan sekali seminggu. Jadi OPD kita surati, kita undang dan kita rumuskan informasi yang ingin mereka sampaikan. Selanjutnya kita kemas dalam podcast,” kata Suwardi sembari menunjukkan ruang studio podcast.
Pola tersebut memberi gambaran bahwa komunikasi publik membutuhkan perencanaan, koordinasi lintas perangkat daerah, serta pemilihan format yang sesuai dengan kebutuhan audiens.
Namun, keberhasilan publikasi tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya konten atau platform yang digunakan. Ketepatan informasi, kemudahan akses, dan sejauh mana pesan dipahami masyarakat juga menjadi ukuran penting.
Bagi Kominfo Toba, pengalaman tersebut menjadi bahan untuk mengevaluasi dan mengembangkan pendekatan komunikasi yang sesuai dengan kondisi daerah.
Tingkatkan Komunikasi Publik, Kominfo Toba Lakukan Studi Tiru ke Deli Serdang
Diskusi pembaca untuk berita ini