Pariwisata
Sorotan terbaru dari Tag # Pariwisata
Best Indonesian Gift Dorong Pariwisata Indonesia Dikenal Dunia lewat Souvenir Wisata
Badung, katakabar.com - Souvenir menjadi salah satu cara bagi wisatawan untuk membawa pulang kenangan dari sebuah perjalanan. Selain sebagai buah tangan, souvenir juga bisa memperkenalkan budaya, karakter, dan identitas suatu destinasi kepada orang lain, termasuk wisatawan dari luar negeri.
Samosir Masuk Tiga Lokasi Verifikasi Nasional, Pengelolaan Infrastruktur Waterfront dan Tele Dievaluasi
Kementerian PU memverifikasi pengelolaan infrastruktur di Waterfront City Pangururan dan kawasan Tele untuk penyusunan praktik baik nasional.
Marpangir: Upaya Pemkab Toba Lestarikan Tradisi dan Tarik Wisatawan
Pemkab Toba menggelar Marpangir di Pantai Pakkodian untuk menghidupkan tradisi Batak Toba dan mendorong pengembangan wisata budaya.
Ngopi Bareng AKBP Gede, Pengemudi Becak dan Ojek Bahas Penataan Becak hingga Pariwisata Pelabuhan
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Penataan transportasi lokal, pengembangan pariwisata, hingga kesejahteraan masyarakat menjadi pembahasan dalam kegiatan Ngopi Bareng Kapolres Kepulauan Meranti dengan pengemudi becak dan ojek di kawasan Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang, Rabu (21/10).
Investasi Samosir Tembus Rp1,77 Triliun, Wabup: Tingkatkan Kesejahteraan Warga
Investasi Samosir mencapai Rp1,771 triliun hingga 2025. Pemkab mendorong kolaborasi investor, CSR, dan UMKM untuk pariwisata berkelanjutan.
Bermitra, Vritimes dan Paspas Guimaras Perluas Jangkauan SP dan Tampilkan Pariwisata Guimaras
Jakarta, katakabar.com - Vritimes, platform teknologi media terkemuka fokus pembuatan, distribusi, dan analitik siaran pers, umumkan kemitraan media strategisnya dengan Paspas Guimaras, sebuah platform digital yang didedikasikan untuk promosikan keindahan, budaya, dan pariwisata Pulau Guimaras. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperluas jangkauan siaran pers sekaligus menyoroti peluang, cerita, dan perkembangan dari salah satu destinasi pulau paling dikagumi di Filipina. Tentang Paspas Guimaras Paspas Guimaras berkomitmen untuk menampilkan yang terbaik dari Guimaras melalui konten yang menarik dan informatif. Platform ini berfungsi sebagai panduan bagi wisatawan dan pembaca yang ingin menjelajahi pantai-pantai indah, perairan jernih, atraksi lokal, tradisi yang kaya, serta kuliner lezat di pulau tersebut. Dengan membagikan pesona unik pulau ini, Paspas Guimaras membantu memposisikan Guimaras sebagai destinasi wajib dikunjungi di Filipina. Gambaran Kemitraan Melalui kemitraan ini, Vritimes akan membantu mendistribusikan siaran pers melalui platform online Paspas Guimaras, sehingga memungkinkan brand, organisasi, dan bisnis untuk memperkuat visibilitas mereka serta terhubung dengan audiens yang lebih luas yang tertarik pada pariwisata, gaya hidup, budaya, dan perkembangan lokal. Kolaborasi ini juga membuka lebih banyak peluang untuk menampilkan cerita tentang Guimaras, mendukung bisnis lokal, serta meningkatkan kesadaran terhadap potensi pariwisata dan inisiatif komunitas di pulau tersebut. Ferry Bayu, CEO Vritimes, mengatakan kami sangat antusias dapat bermitra dengan Paspas Guimaras, sebuah platform yang dengan penuh semangat menampilkan salah satu destinasi paling luar biasa di Filipina. "Dengan menggabungkan teknologi distribusi Vritimes, dan kehadiran lokal kuat dari Paspas Guimaras, kami dapat membantu bisnis dan komunitas membagikan cerita mereka dengan lebih efektif dan menjangkau audiens yang tepat," terang Ferry.
Pembatasan Ruang Udara China 2026 Berimbas ke Sektor Pariwisata Indonesia
China, katakabar.com - Kabar mengenai pembatasan ruang udara China telah memicu kekhawatiran di kalangan pelaku industri pariwisata dan wisatawan internasional, khususnya mereka yang merencanakan perjalanan ke Asia Timur dalam waktu dekat. Laporan awal yang menyebutkan bahwa otoritas China melarang penerbangan sipil dan menutup wilayah udaranya selama 40 hari menimbulkan keresahan luas, dengan kekhawatiran akan gangguan besar terhadap rute penerbangan, rencana liburan, dan arus perjalanan regional. Kekhawatiran ini dapat dipahami mengingat peran China sebagai salah satu pusat penerbangan tersibuk di dunia. Setiap indikasi gangguan pada ruang udara China berpotensi memengaruhi tidak hanya wisatawan yang bepergian ke China, tetapi penumpang transit maupun wisatawan yang menuju destinasi lain di kawasan. Maskapai, agen perjalanan, serta pelaku industri perhotelan di berbagai negara pun memantau situasi ini dengan cermat, karena pembatasan sementara dapat memengaruhi perilaku pemesanan dan perencanaan perjalanan. Kementerian Perhubungan Indonesia menegaskan informasi mengenai penutupan total ruang udara China tidaklah benar. Faktanya, China tidak menutup seluruh wilayah udaranya maupun menghentikan seluruh penerbangan sipil. Yang terjadi adalah penetapan beberapa Temporary Danger Area (TDA) di dalam sejumlah Flight Information Region (FIR) untuk kepentingan latihan militer terjadwal. Periode pembatasan terpanjang terjadi di wilayah Shanghai FIR, di mana lima zona perairan lepas pantai di Laut China Timur dengan luas sekitar 73.000 kilometer persegi dibatasi sementara mulai 27 Maret hingga 6 Mei 2026. Penting untuk dicatat bahwa zona ini berada di wilayah perairan lepas pantai dan tidak mencakup wilayah daratan utama China secara keseluruhan. Penerbangan komersial tetap beroperasi, meskipun beberapa rute mungkin mengalami penyesuaian atau pengalihan. Meskipun klarifikasi ini meredakan kekhawatiran akan penutupan total, kondisi ini tetap menimbulkan tantangan bagi wisatawan internasional. Penyesuaian jalur penerbangan dapat menyebabkan waktu tempuh yang lebih panjang, perubahan jadwal, serta kompleksitas operasional bagi maskapai yang melayani rute di kawasan Asia Timur. Wisatawan yang bepergian ke berbagai destinasi di kawasan ini berpotensi menghadapi ketidakpastian, terutama jika maskapai melakukan perubahan rute atau penjadwalan ulang. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh China. Negara-negara yang sangat bergantung pada wisatawan asal China, seperti Thailand, Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Indonesia, berpotensi mengalami dampak tidak langsung apabila wisatawan menunda atau membatalkan rencana perjalanan akibat ketidakjelasan kondisi penerbangan regional. Bahkan ketidakpastian jangka pendek pun dapat memengaruhi keputusan pemesanan, terutama untuk perjalanan grup dan paket wisata multi-destinasi. Implikasi Bagi Sektor Pariwisata Indonesia Bagi Indonesia, implikasi yang ditimbulkan cukup signifikan. China merupakan salah satu pasar wisatawan internasional utama bagi Indonesia, dengan kontribusi besar terhadap jumlah kunjungan ke destinasi seperti Bali, Jakarta, dan Batam. Wisatawan asal China memberikan kontribusi ekonomi yang tinggi melalui sektor perhotelan, kuliner, belanja, transportasi, hingga berbagai atraksi wisata. “Sejumlah tamu mancanegara, termasuk dari China, telah melakukan penjadwalan ulang kunjungan di salah satu properti kami akibat ketidakpastian penerbangan dan situasi yang berkembang,” ujar Chandra Himawan, Head of Marketing & Communication, Marclan International. Setiap penurunan minat atau gangguan konektivitas dari pasar China berpotensi berdampak langsung terhadap kinerja pariwisata Indonesia. Hotel dan pelaku usaha pariwisata dapat mengalami perlambatan pemesanan, penurunan tingkat hunian, serta berkurangnya pengeluaran wisatawan, terutama di destinasi yang sangat bergantung pada pasar Asia Timur. Demikian pula agen perjalanan yang menangani grup wisata dari China juga berpotensi menghadapi penundaan atau peningkatan pembatalan perjalanan. Efek Berantai pada Ekonomi Dampak tersebut tidak berhenti pada sektor pariwisata saja. Efek berantai juga dapat dirasakan oleh sektor lain yang berkaitan dengan aktivitas wisatawan, seperti ritel, makanan dan minuman, serta transportasi lokal. Meskipun pembatasan ini bersifat sementara dan terbatas, ketidakpastian dalam perjalanan udara sering kali memberikan dampak psikologis yang cepat terhadap kepercayaan konsumen, yang pada akhirnya memengaruhi keputusan perjalanan bahkan sebelum gangguan nyata terjadi. Untuk meminimalkan dampak tersebut, pelaku industri pariwisata di Indonesia dan negara lainnya perlu memperkuat komunikasi, memberikan kepastian informasi kepada wisatawan, serta bekerja sama dengan maskapai untuk menjaga kepercayaan terhadap aksesibilitas kawasan. Pembaruan informasi yang jelas dan akurat dari otoritas penerbangan menjadi kunci untuk mencegah misinformasi berkembang menjadi penurunan minat perjalanan yang lebih luas. Meskipun situasi ini bukan merupakan penutupan total ruang udara China, kondisi ini menjadi pengingat akan betapa cepatnya perkembangan di sektor penerbangan dapat memengaruhi sentimen pariwisata global. Pada ekosistem perjalanan yang saling terhubung, pembatasan terbatas di satu negara pun dapat menciptakan dampak luas di berbagai destinasi. Bagi negara yang bergantung pada pariwisata seperti Indonesia, menjaga kepercayaan wisatawan dan memastikan komunikasi yang akurat menjadi faktor krusial dalam meminimalkan dampak serta menjaga momentum pemulihan pariwisata internasional.
Tren Pariwisata Seririt Bali: Destinasi Tenang di Bali Utara Mulai Menarik Perhatian Wisatawan
Bali, katakabar.com - Di tengah tingginya aktivitas pariwisata di kawasan Bali Selatan, sejumlah wilayah di Bali Utara mulai menunjukkan perkembangan yang semakin terlihat. Salah satu kawasan yang mulai menarik perhatian wisatawan adalah Seririt, sebuah kecamatan pesisir di Kabupaten Buleleng yang dikenal dengan suasana lebih tenang serta akses menuju berbagai destinasi alam di wilayah utara Pulau Bali. Perkembangan ini sejalan dengan tren peningkatan kunjungan wisatawan di Kabupaten Buleleng. Berdasarkan laporan analisis pasar pariwisata daerah, jumlah kunjungan wisatawan ke Buleleng pada 2023 mencapai sekitar 800.949 kunjungan, meningkat sekitar 12,15 persen dibandingkan dengan 2022 yang tercatat 703.642 kunjungan. Sementara, data kunjungan destinasi wisata yang dirilis pemerintah daerah menunjukkan bahwa pada Januari 2025 jumlah kunjungan wisatawan mencapai 99.966 orang, meningkat sekitar 35 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatat 73.699 kunjungan. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buleleng juga mencatat bahwa sektor pariwisata di wilayah ini terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas ekonomi terkait akomodasi, transportasi, dan jasa pariwisata. Pergeseran Minat Wisatawan ke Bali Utara Sejumlah pelaku industri pariwisata menilai bahwa peningkatan minat terhadap Bali Utara dipengaruhi oleh perubahan preferensi wisatawan yang kini mencari destinasi dengan suasana lebih santai dan autentik. “Wisatawan sekarang banyak yang mencari pengalaman yang lebih tenang dan tidak terlalu padat. Bali Utara menawarkan karakter tersebut,” ujar Ketut selaku Hotel Manager Liberta Home Seririt di kawasan Buleleng. Jika kawasan selatan Bali dikenal dengan kehidupan wisata yang lebih ramai, Bali Utara menawarkan lanskap berbeda berupa pantai yang relatif lebih sepi, desa tradisional, serta lingkungan alam yang masih cukup terjaga. Seririt Bagian dari Jalur Wisata Bali Utara Secara geografis, Seririt berada di jalur pesisir barat Kabupaten Buleleng dan menjadi salah satu titik penghubung menuju sejumlah destinasi wisata di Bali Utara, termasuk kawasan Lovina yang dikenal sebagai wisata lumba-lumba. Wilayah ini juga memiliki karakter desa pesisir yang masih mempertahankan kehidupan lokal masyarakat, mulai dari aktivitas nelayan hingga pertanian di wilayah perbukitan di sekitarnya. Kabupaten Buleleng sendiri merupakan wilayah terluas di Bali dengan luas sekitar 1.322 kilometer persegi, yang menjadikan kawasan ini memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata berbasis alam dan budaya. Perkembangan Akomodasi di Kawasan Seririt Seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke Bali Utara, perkembangan akomodasi di sekitar Seririt juga mulai terlihat, meskipun sebagian besar masih berskala kecil. Berbeda dengan kawasan wisata utama di Bali Selatan yang didominasi oleh hotel besar dan resor, akomodasi di wilayah ini umumnya berupa homestay, vila kecil, maupun penginapan skala menengah yang menyesuaikan dengan karakter lingkungan setempat. Salah satu contoh akomodasi yang hadir di kawasan ini adalah Liberta Home Seririt, yang menawarkan konsep penginapan sederhana dengan jumlah kamar terbatas. Kehadiran penginapan seperti ini menjadi bagian dari perkembangan pariwisata lokal yang cenderung tumbuh secara bertahap dan mengikuti kebutuhan wisatawan yang mencari suasana lebih tenang. Potensi dan Tantangan Pengembangan Meski menunjukkan tren pertumbuhan, pengembangan pariwisata Bali Utara masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait aksesibilitas dan jarak tempuh dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Denpasar. Namun, bagi sebagian wisatawan, jarak tersebut justru memberikan pengalaman berbeda dari Bali yang lebih dikenal secara global. Kawasan seperti Seririt menawarkan perjalanan dengan ritme yang lebih santai, dengan lanskap pesisir dan desa yang masih relatif alami. Dengan tren kunjungan wisatawan yang terus meningkat serta potensi alam yang dimiliki wilayah Buleleng, Seririt diperkirakan akan semakin dikenal sebagai salah satu bagian dari perkembangan destinasi wisata Bali Utara dalam beberapa tahun mendatang.
Pariwisata Malioboro Saat Ramadhan dan Lebaran: Tren Wisata Kota dan Alternatif Berbasis Komunitas
Yogyakarta, katakabar.com - Kawasan Malioboro kembali menjadi salah satu pusat aktivitas wisata di Yogyakarta selama periode Ramadhan 1447 Hijriah Tahun 2025 Masehi hingga libur Lebaran. Selain dikenal sebagai ikon wisata kota, kawasan ini juga menjadi titik pertemuan berbagai aktivitas budaya, kuliner, dan ekonomi kreatif yang meningkat signifikan menjelang hari raya. Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat periode libur Lebaran secara konsisten menjadi salah satu puncak kunjungan wisatawan ke wilayah ini. Data dari Dinas Pariwisata DIY menunjukkan bahwa pada masa libur Lebaran beberapa tahun terakhir, jumlah wisatawan yang datang ke Yogyakarta dapat mencapai ratusan ribu hingga lebih dari satu juta orang dalam satu periode liburan, dengan Malioboro menjadi salah satu destinasi yang paling ramai dikunjungi. Menurut Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo, kawasan Malioboro memiliki daya tarik yang relatif stabil bagi wisatawan domestik sebab lokasinya yang strategis? serta keberadaan berbagai fasilitas wisata di sekitarnya. “Malioboro tetap menjadi magnet wisatawan ketika datang ke Yogyakarta, terutama saat musim libur panjang seperti Lebaran, karena kawasan ini mudah diakses dan memiliki banyak aktivitas wisata dalam satu area,” ujarnya lewat keterangan kepada media. Kurun beberapa tahun terakhir, kawasan Malioboro mengalami penataan yang cukup signifikan. Relokasi pedagang kaki lima ke Teras Malioboro serta pengaturan jalur pedestrian membuat kawasan ini lebih ramah bagi pejalan kaki. Wisatawan yang datang ke Malioboro umumnya melakukan aktivitas sederhana seperti berjalan kaki di sepanjang Jalan Malioboro, mengunjungi pasar tradisional seperti Pasar Beringharjo, menikmati kuliner malam, hingga berfoto di titik-titik ikonik seperti Titik Nol Kilometer dan Tugu Yogyakarta. Selama bulan Ramadhan, kawasan ini juga memiliki suasana yang berbeda. Menjelang waktu berbuka puasa, sejumlah pedagang kuliner musiman muncul di sekitar Malioboro dan kawasan sekitarnya, menawarkan berbagai makanan tradisional yang menjadi bagian dari tradisi berbuka puasa masyarakat Yogyakarta. Di malam hari, aktivitas wisata biasanya berlanjut dengan wisata kuliner dan pertunjukan seni jalanan yang kerap muncul di sekitar kawasan tersebut. Tren Wisata Lebaran di Yogyakarta Selain Malioboro, wisatawan yang datang ke Yogyakarta pada periode Lebaran biasanya juga mengunjungi berbagai destinasi populer seperti kawasan Keraton Yogyakarta, Taman Sari, hingga desa wisata di wilayah Sleman dan Bantul. Terapi beberapa tahun terakhir, tren wisata di Yogyakarta juga mulai bergerak ke arah pengalaman yang lebih personal dan berbasis komunitas. Wisatawan tidak hanya mencari tempat wisata populer, tetapi juga kegiatan yang memberi pengalaman langsung dengan kehidupan masyarakat setempat. Salah satu bentuk wisata alternatif yang berkembang di Yogyakarta adalah wisata susur gang, yang memperkenalkan sisi kota melalui lorong-lorong kecil, kampung tua, dan cerita sejarah lokal. Beberapa komunitas yang aktif mengembangkan kegiatan ini antara lain: Gang-Gangan, yang mengajak peserta menjelajahi gang-gang kecil di pusat kota sambil mendengar cerita sejarah kawasan kampung. Mlampah Ziarah, yang memadukan perjalanan kaki dengan narasi sejarah tokoh dan situs budaya di Yogyakarta. Walk The Past, komunitas tur sejarah yang fokus pada kisah masa lalu kota melalui rute-rute bersejarah. Alon Mlampah, yang menawarkan tur jalan kaki santai untuk mengenal kehidupan masyarakat dan dinamika ruang kota. Kegiatan ini biasanya dilakukan dalam kelompok kecil sehingga peserta dapat lebih memahami cerita lokal yang jarang ditemukan dalam tur wisata konvensional. Selain tur sejarah, wisata berbasis komunitas juga berkembang melalui kegiatan eksplorasi kuliner lokal. Salah satu komunitas yang cukup aktif adalah Krida Kuliner, yang kerap mengadakan tur kuliner tradisional di berbagai sudut kota Yogyakarta. Kegiatan ini biasanya mengajak peserta mencicipi makanan khas lokal sekaligus mengenal cerita di balik warung atau pedagang legendaris. Bagi wisatawan yang datang saat libur Lebaran, kegiatan semacam ini dapat menjadi alternatif untuk menikmati kuliner Yogyakarta dengan pendekatan yang lebih kontekstual, sekaligus mendukung pelaku usaha kecil di tingkat lokal. Sebagai pusat wisata kota, kawasan Malioboro memiliki berbagai pilihan akomodasi, mulai dari hotel skala besar hingga penginapan kecil yang berada di sekitar pusat kota. Kedekatan kawasan ini dengan berbagai objek wisata utama membuat banyak wisatawan memilih menginap di area sekitar Malioboro agar lebih mudah menjangkau berbagai destinasi. Salah satu hotel yang berada di kawasan tersebut adalah Liberta Malioboro, yang menjadi salah satu opsi akomodasi di sekitar pusat wisata kota dengan akses yang relatif dekat ke Malioboro, Stasiun Tugu, serta sejumlah destinasi budaya di Yogyakarta. Meski kunjungan wisatawan meningkat setiap tahun, sejumlah pihak menilai pentingnya pengelolaan pariwisata kota yang tetap memperhatikan kenyamanan ruang publik dan keberlanjutan budaya lokal. Pengembangan wisata berbasis komunitas, seperti tur susur gang dan eksplorasi kuliner tradisional, dinilai dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas pengalaman wisata sekaligus menyebarkan manfaat ekonomi ke berbagai kampung di Yogyakarta.
Kunjungan Kapal Pesiar Meningkat, Pelindo Multi Terminal Dorong Pariwisata dan Ekonomi Daerah
Medan, katakabar.com - PT Pelindo Multi Terminal (SMPT), Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, mencatat tren pertumbuhan positif kunjungan kapal pesiar di tiga branch/cabang pelabuhan yang dikelolanya sepanjang tahun 2025. Sepanjang 2025, Pelindo Multi Terminal melayani 49 kunjungan kapal pesiar di Pelabuhan Tanjung Emas (Semarang), Lembar (Lombok Barat), dan Parepare (Sulawesi Selatan). Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 47 kunjungan kapal pesiar. Dari total kunjungan tersebut, Branch Tanjung Emas mencatat 24 kapal pesiar, Branch Lembar sebanyak 24 kapal pesiar, dan Branch Parepare melayani 1 kapal pesiar selama tahun 2025. Kapal-kapal pesiar tersebut membawa total 119.377 wisatawan mancanagera, meningkat dari 114.304 wisawatan pada 2024, atau tumbuh sekitar 4,4 persen (yoy). “Pelindo Multi Terminal memastikan kesiapan fasilitas pelabuhan dalam melayani kapal pesiar, mulai dari dermaga dan terminal penumpang, pengaturan arus wisatawan, hingga aspek keselamatan dan kemanan. Peningkatan kunjungan kapal pesiar sepanjang tahun 2025 menunjukkan bahwa pelabuhan-pelabuhan yang dikelola Pelindo Multi Terminal semakin diminati sebagai destinasi singgah,” ujar VP Komunikasi Korporasi Pelindo Multi Terminal, Farid Chairmawan. Menurutnya, perusahaan juga terus bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah, dinas pariwisata setempat, pelaku industri perjalanan wisata, serta UMKM lokal dalam penyambutan wisatawan mancanegara melalui atraksi budaya, promosi destinasi wisata, dan penyediaan ruang bagi produk-produk lokal sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat. "Dari Pelabuhan Tanjung Emas, wisatawan kapal pesiar kerap mengunjungi berbagai destinasi wisata antara lain Candi Borobudur, Candi Gedong Songo, wisata sejarah di Ambarawa, serta city tour mengelilingi Kota Semarang," jelasnya. Sedang, dari Pelabuhan Lembar, wisatawan umumnya mengunjungi berbagai destinasi unggulan di Lombok seperti Senggigi, Tiga Gili, Museum di Kota Mataram, Sekotong, hingga Mandalika. Dari Pelabuhan Parepare, wisatawan kapal pesiar menikmati wisata kota dan budaya Sulawesi Selatan. “Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas layanan sehingga harapannya tren kunjungan kapal pesiar tahun 2026 bisa terus bertumbuh positif. Kami juga terus bersinergi dan berkolaborasi dengan sejumlah stakeholders sehingga kunjungan kapal pesiar ini dapat mendorong pertumbuhan pariwisata dan pergerakan roda ekonomi daerah,” tambah Farid.