Yogyakarta, katakabar.com - Biomaterial salah satu dari sekian banyak produk turunan kelapa sawit pemanfaatan di hilir di masa depan.
Itu diketahui saat kampanye penggunaan produk berbahan material kelapa sawit telah di scale-up dan komersialisasi dalam skala UKMK di gebyar UKMK berbasi sawit yang digelar BPDPKS tiga hari lamanya di pekan keempat Juli 2023 lalu.
Harapannya dengan kampanye penggunaan produk tersebut dapat meningkatkan serapan berbagai produk yang berasal dari sawit. Itu membuka mata publik, sesungguhnya produk yang dihasilkan kelapa sawit tidak hanya bertumpu pada Crude Palm Oil (CPO).
Diversifikasi produk sawit salah satu kunci keberlanjutan dalam pemanfaatan sawit dan menjaganya terus berkembang meluas menebar manfaat.
'Gebyar Just Sawit UKMK' digelar BPDPKS, di salah satu Plaza Yogyakarta, menghadirkan booth UKMK seluruh Indonesia terpilih yang menampilkan produk-produk hilir berbahan kelapa sawit.
Serangkaian acara talk show, pameran produk sawit, lomba, pembagian voucher belanja hingga panggung musik yang dihadiri seluruh lapisan masyarakat Yogyakarta.
Booth UKM salah satu Material Data Space (MDS) dengan produk biomaterial maju berbahan serat Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS), yakni helm sawit dan produk green fashion sawit, seperti tas, sepatu, dan kain tenun sawit cukup menarik.
Beberapa public figure tanah air turut mendukung Promosi Kebaikan Sawit dalam Gebyar UKMK Berbasis Sawit, The Lucky Laki, Hivi dan Bulan Sutena. Mereka mendapat penjelasan berbagai produk yang dapat dihasilkan dari turunan sawit salah satunya, yakni pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit bisa menghasilkan produk helm sepeda.
Dengan menggunakan produk helm sepeda berbahan sawit secara langsung para public figure diharapkan dapat mendapatkan experience dan sarana mengkampanyekan aspek positif sawit di kalangan milenieal.
Produk helm green composite (GC) merupakan salah satu komersialisasi hasil dari riset yang didukung oleh BPDPKS.
Pemilihan limbah TKKS sebagai material penguat helm lantaran melimpahnya TKKS yang linier dengan produksi minyak kelapa sawit di Indonesia.
TKKS punya kandungan selulosa tinggi yang dapat diproduksi dalam ukuran serat mikro, sehingga dapat digunakan untuk menguatkan polimer pada aplikasi helm.
Produksi helm green composite, telah dimulai pada tahun 2017 lalu telah memiliki sertifikat SNI. Pembuatan helm melalui metodologi pengolahan TKKS dengan teknik retting, milling, shaker, dan pembuatan biokomposit dengan teknik compounding, serta injeksi moilding.
Berbagai desain, warna dan asesoris disesuaikan dengan kebutuhan market yang fasionable pada helm sepeda motor, sepeda, dan industri. Kelebihan helm sawit, yakni;
- Berbahan serat TKKS + polimer sehingga dapat menyerap energi tumbukan,
- Ketika terjadi benturan tidak terjadi resonansi sehingga meminimalisir cidera otak
- Proses pengolahan TKKS tidak menggunakan bahan kimia sehingga ramah lingkungan
- Memiliki head injury criterion (HIC) 753 (150C), 562 (500C), 498 (500C) yang sesuai dengan SNI (max 3000)
- Ringan karena densitas serat TKKS < polimer dan tidak panas jika digunakan
Kegiatan BPDPKS ini mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat Yogyakarta yang berkunjung dan memenuhi booth sawit mendapatkan pengetahuan baru tentang berbagai manfaat dan produk turunan dari sawit yang belum diketahui sebelumnya.
Sawit umumnya dipahami sebagai minyak goreng ternyata dapat diolah menjadi berbagai produk, seperti kosmetik, sabun dan hand sanitizer, makanan dodol, teh, dan keripik, serta industri kreatif kerajinan. Semua produk bisa dilihat dan dibeli di pameran.
Biomaterial Satu Dari Sekian Turunan Sawit Produk Hilir di Masa Depan
Diskusi pembaca untuk berita ini