Pasir Pengaraian, katakabar.com - Institusi Polri, khususnya Polres Rokan Hulu tercoreng dengan dua insiden yang melibatkan anggotanya dan tahanan melarikan diri di Rokan Hulu, Riau sepekan terakhir.
Kejadian tersebut memunculkan keprihatinan masyarakat atas keamanan dan integritas aparat penegak hukum.
Insiden pertama terjadi pada Sabtu (28/9) malam, di Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu. Di mana seorang oknum polisi berinisial ED 39 tahun nyaris menjadi korban amukan massa setelah diduga mencuri buah sawit milik warga.
Peristiwa tersebut terjadi di RT 04 RW 02, Dusun Simpang D warga yang geram dengan tindakan ED hampir melakukan tindakan main hakim sendiri sebelum akhirnya situasi berhasil dikendalikan pihak berwenang.
Masyarakat merasa kecewa lantaran kasus ini melibatkan seorang aparat seharusnya menjaga keamanan, tapi justru terlibat dalam tindakan kriminal.
Kejadian ini tidak hanya mencoreng nama baik Polri, tapi menambah daftar panjang kasus-kasus yang mencemarkan nama institusi tersebut.
Belum kelar kasus tersebut, masyarakat dikejutkan peristiwa lagi, pada Rabu (3/10) sore, warga Pasir Pengaraian kembali dikejutkan dengan kaburnya seorang tahanan narkoba.
Tahanan tersebut berhasil melarikan diri dengan cara melompat dari kendaraan yang membawanya di Jembatan Batang Lubuh, Pasir Pengaraian, sekitar pukul 17.00 WIB.
Seorang saksi mata, Ucok 45 tahun warga Tanjung Belanti, Pasir Pengaraian saat berada di lokasi kejadian menjelaskan, saat itu terdengar suara tembakan peringatan dari aparat yang mencoba menghentikan pelarian tahanan.

Tapi, kata Ucok, tahanan tersebut tidak diborgol dengan cepat melompat dari jembatan dan terjun ke aliran sungai Batang Lubuh, mencoba meloloskan diri dari kejaran aparat.
Upaya pencarian segera dilakukan pihak berwenang, tapi hingga saat ini belum ada kabar, apakah tahanan tersebut sudah ditemukan atau masih dalam pelarian!
Kasus ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai prosedur pengamanan terhadap tahanan yang dilakukan oleh pihak kepolisian.
Dari informasi yang dirangkum katakabar.com, mobil tahanan tersebut menuju arah ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasir Pengaraian. Di tengah jalan tepatnya di jembatan batang Lubuh, tahanan kabur dengan cara melompat dari kendaraan ke jembatan aliran sungai Batang lubuh.
Dua insiden ini menjadi sorotan tajam publik terhadap kinerja aparat kepolisian di Rokan Hulu. Masyarakat berharap adanya tindakan tegas dari institusi Polri untuk menangani kasus-kasus yang mencoreng nama baiknya, serta memperbaiki sistem pengamanan, terutama terhadap para tahanan yang berpotensi melarikan diri.
Statement warga seperti Ucok dan sumber informasi lainnya di lokasi kejadian membenarkan peristiwa ini, menambah tekanan terhadap institusi kepolisian untuk segera mengambil langkah-langkah konkrit guna memulihkan citra yang semakin buruk di mata publik.
Paur Humas Polres Rokan Hulu, Ipda Jhon Refly membenarkan tahanan kabur tersebut saat sedang melintas di jembatan sungai Batang Lubuh Pasir Pengaraian.
Ia tidak menjelaskan kejadian tersebut secara rinci, tapi mengakui tahanan tersebut terjun ke aliran sungai Batang Lubuh.
"Ia benar, tapi belum bisa kita menyampaikan keterangan lebih detail. Tunggu dulu," jelas Refly menjawab katakabar.com singkat, Kamis (3/10).
Gawat Polres Rohul Tercoreng Oknum Polisi Maling Sawit dan Tahanan Kabur
Diskusi pembaca untuk berita ini