Bahkan, dalam pesan suara Whtsapp itu Maharani memerintahkan Gilang agar pihak klinik menghubunginya untuk klarifikasi mengenai kebenaran sakit yang dideritanya.
"Kau suruh apotek tempat kau berobat tu, klinik tu, kau suruh nelepon aku bahwa sanya, kau berobat karena demam. Jadi jangan kau kira aku bodoh ya," ucapnya.
Tidak sampai disitu saja, dalam grup
Whtsapp SPX Express Koto Gasib Hub 2, Maharani juga sempat mengirimkan Voicemail peringatan kepada semua kurir agar tidak semena-mena.
"Kalian ya, aku enggak larang kalian sakit. Kalau kalian sakit, kalian istirahat. Cuma, jangan kalian injak-injak kepala ku. Kalian kira aku ini bodoh. Kepala rumah sakit, itu pernah ku datangi waktu aku di Medan. Gara-gara aku ditipu dengan surat sakit. Dan sekarang kalian nipu aku, sakit gigi kalian bilang demam," ujar Maharani.
Dalam Voicemail, Maharani juga kembali mengingatkan Gilang bahwa dia tidak percaya terhadap sakit yang dideritanya.
"Kalau orang itu (medis) yang bilang kau sakit demam, baru aku percaya. Kalau omongan kau atau kurir-kurir lain, aku tidak percaya. Suruh klinik itu, yang klarifikasi langsung ke aku. Kalau enggak ada klarifikasi, kau enggak masuk, enggak usa kau kerja lagi seterusnya. Dah ya, ku blokir dulu kau, aku punya kehidupan sendiri. Libur ini," ujarnya ke Gilang.
"Kalau kalian malas kerja, enggak usah kerja, aku gampang cari kurir, resign. Tak pernah aku tahan-tahan kalian untuk kerja di SPX ini. Enggak sanggup kerja, silahkan keluar. Jangan kalian nipu aku. Kalian injak kepala ku, ku injak balik kepala kelian. Itu kuncinya," kata Maharani dalam Voicemail yang dikirim dalam group Whatsapp.
Gilang mengaku pimpinannya sangat arogan terhadap semua kurir. Bahkan tidak sedikit kurir yang mundur tanpa ada kejelasan apa pun.
"Rata-rata kurir SPX Express Koto Gasib karyawan kontrak. Gajinya bulanan. Tapi juga punya sistem target. Jika tembus 5.000 paket, ada insentif tambahan dari perusahaan. Tapi arogansi pimpinan ini luar biasa. UU perlindungan tenaga kerja kan juga ada. Perusahaan tidak semena-mena," kata Gilang sambil meneteskan air matanya.
Terpisah, Kepala Gudang SPX Express Koto Gasib, Maharani Manurung membantah bahwa telah memecat Gilang.
"Saya tidak pecat. Lampirkan mana bukti surat pemecatannya. Dia beralasan sakit gigi. Saya juga sudah tanya pihak tempat dia berobat (klinik). Itu tidak benar kata pihak klinik," ujar Maharani saat dikonfirmasi langsung Warta Ekonomi via Whatsapp.
Kisah Kurir SPX Express di Koto Gasib Siak, Harus Resign karena Merasa Dizolimi
Diskusi pembaca untuk berita ini