Siak, katakabar.com - Muhammad Gilang Prasetia (18) memilih mundur dari pekerjaannya sebagai kurir SPX Express di Koto Gasib, Kabupaten Siak, Riau, karena merasa dizalimi oleh pimpinannya. 

Pemuda asal Kecamatan Lubuk Dalam itu menceritakan, dugaan penzaliman itu bermula saat dia minta izin libur kerja kepada Kepala Gudang SPX Express Koto Gasib Hub 2, atas nama Maharani Manurung karena sakit pada 26 September 2026 lalu.

Gilang pun mengirimkan surat keterangan sakit beserta fotonya yang tengah diperiksa oleh perawat Klinik Pratama Nidar Lubuk Dalam ke Maharani. 

"Tanggal 26 September 2026 malam saya berobat. Setelah berobat, saya langsung kirimkan surat keterangan dan foto kepada kepala gudang. Besok (27 September), saya minta izin tak masuk kerja," cerita Gilang kepada Warta Ekonomi, Rabu (21/10). 

Dalam surat keterangan sakit dengan nomor 448/KPN-LD/2026 itu juga tertera bahwa Gilang disarankan pihak medis untuk beristirahat satu hari. 

Namun selang beberapa lama, muncul Voicemail (pesan suara) di aplikasi Whatsapp Gilang dan group SPX Express Koto Gasib Hub 2. Pesan suara itu diduga dari kepala gudang Maharani. 

Dari pesan suara Whtsapp yang didengar Warta Ekonomi, Maharani menilai Gilang membohonginya. 

"Kau kira aku bodoh ya. Kau bilang sama aku demam. Kau berobat kau sakit gigi. Kau kira aku bodoh. Kau kira aku anak SD. Kau kira aku enggak sekolah. Udah banyak yang ku hadapi kayak kau. Lebih parah dari kau udah banyak. Jadi jangan kau bodoh-bodohi aku ya," ujar Maharani dalam pesan pesan suara Whtsapp itu.