Pekanbaru, katakabar.com - Dukungan terhadap inovasi budaya yang dilakukan Polda Riau terus mengalir. Lembaga Adat Melayu Riau (LAM Riau) menyampaikan apresiasi atas kebijakan penggunaan tanjak dan selempang sebagai bagian dari simbol kehormatan dalam lingkungan kepolisian.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian LAM Riau, Taufik Ikram Jamil, saat menghadiri peluncuran program yang digelar di Markas Polda Riau di Pekanbaru, Jumat (20/2).
Menurutnya, pemilihan tanjak dan selempang bukan sekadar pelengkap estetika seragam, tetapi memiliki makna simbolis yang mendalam terkait kehormatan dan jati diri Melayu.
“Kami sangat berbesar hati dengan apa yang dilakukan oleh Polda Riau. Pertama karena Polda Riau memilih satu simbol yang luar biasa dan itu satu marwah yang harus dijaga bersama-sama, yaitu tanjak dan selempang,” ujar Taufik.
Ia menjelaskan, tanjak merupakan penutup kepala tradisional khas Melayu yang terbuat dari kain songket atau tenun dan dibentuk melalui lipatan tertentu yang disebut solek. Secara filosofi, tanjak melambangkan marwah, kewibawaan, serta identitas budaya. Dahulu digunakan kalangan bangsawan dan pendekar, kini tanjak lazim dikenakan dalam acara adat, pernikahan, hingga kegiatan resmi.
Di tengah arus modernisasi yang kerap menggerus nilai-nilai lokal, langkah Polda Riau dinilai sebagai terobosan penting. LAM Riau bahkan mencatat institusi tersebut sebagai lembaga vertikal pertama yang secara resmi menggali dan mengimplementasikan simbol kebanggaan budaya Melayu dalam lingkungan kerja.
“Kami sebagai lembaga yang ditugaskan melestarikan kebudayaan mencatat, ini adalah institusi vertikal pertama yang mencoba menggali, menerapkan, dan mengimplementasikan apa yang menjadi kebanggaan Melayu Riau lewat tanjak,” tegasnya.
Inovasi budaya ini juga dinilai selaras dengan program Green Policing yang diinisiasi Kapolda Riau, Herry Heryawan. Perpaduan antara kebijakan pelestarian lingkungan dan penguatan nilai budaya lokal dianggap sebagai pendekatan strategis dalam membangun institusi yang berakar pada kearifan daerah.
LAM Riau berharap langkah tersebut dapat menjadi contoh bagi instansi lain untuk lebih menghargai identitas lokal sebagai bagian dari kekuatan nasional. Selain memperkuat karakter kelembagaan, kebijakan ini juga diyakini mampu mempererat hubungan antara aparat penegak hukum dengan masyarakat adat di Provinsi Riau.
LAM Riau Puji Langkah Polda Riau Angkat Marwah Tanjak Dinilai Perkuat Identitas Budaya
Diskusi pembaca untuk berita ini