Capaian Polda Riau Berantas Narkoba Disorot, 1.026 Kasus Diungkap Selama Empat Bulan Hukrim
Hukrim
Jumat, 24 April 2026 | 13:16 WIB

Capaian Polda Riau Berantas Narkoba Disorot, 1.026 Kasus Diungkap Selama Empat Bulan

Pekanbaru, katakabar.com - Langkah tegas Kepolisian Daerah (Polda) Riau perangi peredaran narkoba sepanjang Januari hingga April 2026 menuai sorotan positif. Total 1.026 kasus narkotika berhasil diungkap dengan total 742 tersangka diamankan. Capaian ini menjadi catatan signifikan di bawah kepemimpinan Kapolda Riau, Herry Heryawan. Pengungkapan tersebut dinilai sebagai keberhasilan besar sebagai upaya pemberantasan narkoba di wilayah Bumi Lancang Kuning. Upaya Polda Riau disebut sejalan dengan arahan Presiden RI, H Prabowo Subianto, pada Oktober 2025 lalu menegaskan kebijakan zero tolerance terhadap pelaku kejahatan narkotika. Kebijakan itu diterjemahkan secara konkret melalui operasi yang intensif dan terukur. Selain kedepankan pendekatan represif, Polda Riau juga menjalankan strategi komprehensif. Mulai dari penguatan intelijen, kerja sama lintas sektor, hingga penindakan terhadap jaringan besar yang selama ini menjadi pemasok utama narkotika di wilayah tersebut. Peneliti dari Maarif Institute, Endang Tirtana, menilai capaian itu menunjukkan keseriusan aparat menjawab tantangan peredaran narkotika yang semakin kompleks. “Pendekatan yang menggabungkan penindakan tegas dan strategi jangka panjang menjadi kunci dalam menciptakan efek jera sekaligus mempersempit ruang gerak jaringan narkoba,” ujarnya. Apresiasi juga datang dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo. Ia menilai langkah Polda Riau mencerminkan profesionalitas dan komitmen kuat institusi Polri dalam menjaga keamanan serta melindungi masyarakat dari ancaman narkotika. Capaian ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat upaya pemberantasan narkoba secara berkelanjutan, sekaligus meningkatkan sinergi antara aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkotika di Indonesia.

Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba 2026 Artis Hingga Anak Muda Terlibat Hukrim
Hukrim
Kamis, 16 April 2026 | 19:08 WIB

Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba 2026 Artis Hingga Anak Muda Terlibat

Pekanbaru, katakabar.com - Kepolisian Daerah (Polda) Riau resmi kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba Tahun 2026 di acara seremoni di Aula Lantai 5 Mapolda Riau, Kamis (16/4). Pengukuhan ini menjadi langkah strategis untuk perkuat gerakan bersama dalam memerangi penyalahgunaan narkotika dengan melibatkan berbagai kalangan. Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, mengatakan para duta yang dikukuhkan terdiri dari lima perwakilan tingkat nasional dan 18 dari tingkat lokal. “Ada 5 orang duta nasional dan 18 duta lokal. Saya memberikan kepercayaan penuh kepada para duta untuk mensosialisasikan bahaya narkoba dan menggaungkan say no to drugs,” ujar Herry. Ia menegaskan, seluruh duta telah melalui proses seleksi ketat, termasuk pemeriksaan urine dengan hasil negatif sebagai bentuk komitmen terhadap gerakan anti narkoba. Prosesi pengukuhan ditandai dengan penyematan selempang, serta penyerahan surat penunjukan kepada para duta yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, pelajar, finalis Bujang Dara, mitra ojek online, hingga artis nasional. Untuk kategori duta nasional, nama-nama yang dikukuhkan di antaranya Peppy, Sandy Pas Band, Intan RJ, Chika Jessika, dan Okan Kornelius. Sementara, duta lokal diisi oleh figur-figur muda inspiratif seperti Deri Wanhar Saputra dan Muthia Laila Ramadhani, bersama perwakilan pelajar, mahasiswa, hingga mitra ojek online yang aktif di tengah masyarakat. Irjen Pol Herry menekankan, pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Peran masyarakat, khususnya generasi muda, dinilai krusial dalam upaya pencegahan. “Marilah kita bersama-sama menjaga Riau agar tetap bersih dan bebas dari narkoba. Para duta ini diharapkan menjadi motor penggerak edukasi dan kampanye bahaya narkotika di tengah masyarakat,” serunya. Selain pengukuhan duta, dalam rangkaian kegiatan tersebut juga ditetapkan lima desa dan kampung tangguh anti narkoba sebagai upaya memperkuat gerakan berbasis komunitas.

Petaka Senapan Rakitan di Ujian Praktik Sains, Polda Riau: Tunggu Uji Labfor Penyebab Siswa SMP Tewas di Siak Hukrim
Hukrim
Jumat, 10 April 2026 | 13:40 WIB

Petaka Senapan Rakitan di Ujian Praktik Sains, Polda Riau: Tunggu Uji Labfor Penyebab Siswa SMP Tewas di Siak

Siak, katakabar.com - Insiden tragis terjadi saat ujian praktik sains di sebuah SMP Islamic Center di Kabupaten Siak, Riau. Seorang siswa, Muhammad Aqil 15 Tahun, meninggal dunia usai terjadi ledakan saat memperagakan senapan rakitan berbasis 3D yang dibuatnya, Kamis (9/4) lalu. Korban diketahui pelajar berprestasi di bidang sains dan teknologi. Ia kerap mengikuti berbagai kompetisi robotik, termasuk ajang yang digelar oleh Universitas Riau. Kabid Humas Polda Riau, Zahwani Pandra Arsyad, menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut. Ia menyebut korban dikenal sebagai siswa cerdas yang aktif melakukan eksperimen ilmiah. “Korban cukup dikenal dalam bidang science dan teknologi. Ini bukan kali pertama yang bersangkutan melakukan uji coba terhadap temuannya,” ujar Pandra. Kasatreskrim Polres Siak, Raja Kosmos Parmulais, menjelaskan peristiwa terjadi saat kegiatan ujian praktik mata pelajaran IPA. Saat itu, korban bersama kelompoknya memperagakan hasil karya berupa senapan rakitan 3D. Sebelum demonstrasi, korban sempat meminta teman-temannya menjauh dari lokasi. Ia kemudian mengambil posisi untuk memperagakan alat tersebut. Tetapi, saat senapan ditembakkan, terjadi ledakan hebat yang memicu kepulan asap serta serpihan material yang berhamburan ke berbagai arah. “Pecahan senapan mengenai aula sekolah, dinding kelas, dan kepala korban. Korban mengalami luka serius di bagian wajah akibat terkena serpihan,” jelas Raja. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Sayang, nyawanya tidak tertolong. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti dari proyek sains tersebut. Seluruh barang bukti akan diperiksa di laboratorium forensik untuk mengetahui penyebab pasti ledakan. “Kami belum bisa pastikan bahan atau pemicu ledakan sebelum hasil pemeriksaan dari Labfor keluar,” tambah Raja. Polda Riau memastikan penyelidikan masih berlangsung. Aparat berupaya mengungkap secara menyeluruh penyebab insiden tersebut.

Kolaborasi Polda Riau Sukseskan Jinakkan Karhutla di Lahan Gambut Pelalawan Hukrim
Hukrim
Sabtu, 04 April 2026 | 18:40 WIB

Kolaborasi Polda Riau Sukseskan Jinakkan Karhutla di Lahan Gambut Pelalawan

Pelalawan, katakabar.com - Tim gabungan dari Polda Riau bersama unsur Kodam Tuanku Tambusai, pemerintah daerah, dan perusahaan kembali berjibaku tangani kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Sabtu (4/4). Upaya pendinginan dan mitigasi dilakukan secara intensif di Desa Gambut Mutiara, menyusul ditemukannya titik api yang tidak terpantau dalam aplikasi Dashboard Lancang Kuning (DLK). Kepala Biro Operasi (Karoops) Polda Riau, Kombes Ino Harianto yang turun langsung ke lokasi, menegaskan penanganan Karhutla harus dilakukan secara cepat, terpadu, dan berbasis kolaborasi lintas sektor. Ia menyebut, meski titik api tidak terdeteksi dalam sistem DLK, tim di lapangan tetap responsif melakukan pengecekan dan penanganan. “Kami tidak hanya bergantung pada sistem monitoring, tetapi juga mengedepankan patroli darat dan koordinasi dengan seluruh stakeholder. Begitu ditemukan titik api di Desa Gambut Mutiara, tim langsung bergerak melakukan pemadaman dan pendinginan,” ujar Ino di lokasi. Ia menjelaskan, kebakaran terjadi di lahan gambut seluas sekitar 10 hektare dengan kondisi semak belukar yang kering dan mudah terbakar. Faktor cuaca panas, angin kencang, serta keterbatasan sumber air menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman di lapangan. “Medan yang jauh dan sulit dijangkau, ditambah kontur gambut yang kering, membuat penanganan harus dilakukan dengan strategi khusus. Namun berkat kerja sama semua pihak, api berhasil dipadamkan dan saat ini hanya tersisa titik-titik asap,” jelasnya. Kombes Ino menambahkan, upaya ini menjadi bagian dari komitmen Polda Riau dalam menjaga stabilitas lingkungan dan mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah rawan gambut. Hal itu sejalan dengan semangat melindungi tuah dan menjaga marwah bumi Lancang Kuning. "Kegiatan hari ini juga dihadiri Dansat Brimob Polda Riau Kombes I Ketut Gede Adi Wibawa dan Asops Kodam XIX/Tuanku Tambusai Kolonel Inf Rendra Dwi Ardhani. Ini menunjukan bahwasanya penanganan karhutla harus dilakukan secara kolaboratif, lintas satker dan lintas sektor," ungkapnya. Bupati Pelalawan, H. Zukri turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi terhadap langkah cepat dan sinergi yang dilakukan seluruh unsur di lapangan. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, perusahaan, dan masyarakat dalam menghadapi ancaman karhutla. “Kami sangat mengapresiasi respons cepat dari Polda Riau dan seluruh tim gabungan. Ini menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus bersama-sama, termasuk melibatkan masyarakat di sekitar lokasi,” ucap Zukri. Menurutnya, upaya pencegahan harus terus diperkuat, terutama di wilayah rawan seperti Teluk Meranti yang memiliki karakteristik lahan gambut yang rentan terbakar. Sementara, Kapolres Pelalawan, AKBP John Louis Letedara menyampaikan bahwa proses pendinginan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada potensi api kembali menyala. “Kondisi saat ini api sudah padam, namun masih terdapat asap di beberapa titik, sehingga pendinginan terus kami lakukan. Untuk pelaku masih dalam proses penyelidikan,” tutur John. Ia menambahkan, pihaknya telah mengerahkan sebanyak 160 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, BPBD, Manggala Agni, perusahaan, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) dalam penanganan karhutla tersebut. “Koordinasi lintas sektor terus kami perkuat, termasuk dengan perusahaan dan masyarakat, agar setiap potensi kebakaran dapat segera ditangani sejak dini,” sebutnya.

Polda Riau Supervisi Ops Ketupat 2026 di Kepuluan Meranti Pengamanan Berjalan Optimal Hukrim
Hukrim
Kamis, 19 Maret 2026 | 21:50 WIB

Polda Riau Supervisi Ops Ketupat 2026 di Kepuluan Meranti Pengamanan Berjalan Optimal

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Guna pastikan kesiapan pengamanan arus mudik Lebaran, Tim Asistensi dan Supervisi Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026 dari Polda Riau kunjungan kerja ke wilayah hukum Polres Kepulauan Meranti, Rabu (18/3) kemarin. Kegiatan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut dipusatkan di dua titik strategis, yakni Pos Pelayanan Pelabuhan Tanjung Harapan dan Pos Pengamanan Taman Cik Puan, Jalan Merdeka, Kecamatan Tebing Tinggi. Tim asistensi yang dipimpin Kabag Kerma Roops Polda Riau, AKBP Yudhi Palmi D.J., S.I.K., M.Si, didampingi personel dari Propam dan Roops Polda Riau, langsung melakukan pemeriksaan terhadap kesiapan personel, sarana prasarana, serta sistem pelayanan kepada masyarakat. Di lokasi, rombongan disambut langsung oleh Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, bersama jajaran pejabat utama Polres serta unsur terkait lainnya. Fokus Pemeriksaan Pos Pelayanan dan Pengamanan Kegiatan diawali dengan peninjauan Pos Pelayanan di Pelabuhan Tanjung Harapan yang menjadi pintu masuk utama arus mudik di Kepulauan Meranti. Selanjutnya, tim melanjutkan pemeriksaan ke Pos Pengamanan di Taman Cik Puan. Di kegiatan tersebut, tim memastikan bahwa seluruh pos telah berfungsi secara optimal, baik dalam pelayanan kepada masyarakat maupun dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026. Sinergi Antar Instansi Terlihat Solid Selain personel Polri, kegiatan pengamanan juga melibatkan unsur Dinas Perhubungan dan tenaga medis. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai berjalan dengan baik dan efektif dalam mendukung kelancaran operasi. “Sinergitas antar instansi terlihat solid, baik dalam pengamanan maupun pelayanan kepada masyarakat,” ujar AKBP Yudhi Palmi di sela kegiatan. Situasi Aman dan Kondusif Dari hasil evaluasi, tidak ditemukan kendala yang menonjol selama pelaksanaan kegiatan. Kehadiran personel di lapangan juga dinilai cukup memadai dalam mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas. Sekitar pukul 13.00 WIB, tim asistensi kembali menuju Pelabuhan Tanjung Harapan untuk melanjutkan perjalanan ke wilayah berikutnya.

Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026, Polda Riau Kerahkan 3.815 Personel Hukrim
Hukrim
Kamis, 12 Maret 2026 | 23:24 WIB

Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026, Polda Riau Kerahkan 3.815 Personel

Pekanbaru, katakabar.com - Kepolisian Daerah (Polda) Riau bersiap gelar Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026 guna mengamankan arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Operasi ini didukung pengamanan yang melibatkan ribuan personel gabungan Polri dan TNI serta stakeholders lainnya. "Untuk pengamanan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026 ini, tergelar pasukan sejumlah 3.815 personel gabungan," ujar Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, Kamis (12/3). Kapolda Riau menegaskan fokus utama operasi ini adalah memberikan pelayanan terbaik agar masyarakat dapat merayakan lebaran dengan aman, nyaman, dan lancar. "Operasi ini dilaksanakan dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat agar bisa mudik dan melaksanakan Idulfitri dengan baik, aman, serta lancar," imbuhnya. Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026 dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, terhitung mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Dalam periode tersebut, kepolisian akan mengedepankan strategi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas). Kapolda Riau menjelaskan pola pengamanan akan menitikberatkan pada tindakan pencegahan atau preventif, yang didukung oleh langkah-langkah preemtif serta pendekatan yang humanis. Meski demikian, penegakan hukum tetap akan disiapkan sebagai upaya terakhir jika diperlukan. Keberhasilan operasi ini didukung oleh kekuatan personel yang masif. Sebanyak 3.815 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, serta berbagai instansi terkait telah disiagakan di seluruh titik strategis di wilayah hukum Polda Riau. "Operasi ini juga dikuatkan melalui kerja sama erat antara Polri, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) terkait," terangnya. Untuk mempermudah koordinasi dan pelayanan kepada pemudik, Polda Riau telah mendirikan total 60 titik posko, yang terdiri dari34 Pos Pengamanan (Pos Pam), 21 Pos Pelayanan (Pos Yan), dan 5 Pos Terpadu: Sebagai pusat kendali dan koordinasi lintas instansi. Irjen Pol Herry Heryawan berharap seluruh rangkaian kegiatan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri dapat berjalan tanpa kendala berarti. Kehadiran ribuan personel di lapangan diharapkan mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas serta mencegah potensi gangguan keamanan. "Mudah-mudahan kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat dapat kita amankan. Harapan kita situasi keamanan dan kelancaran dalam mudik dapat benar-benar terlaksana dengan baik," sebutnya.

Tangkapan Kakap di Bengkalis, Polda Riau Sita 22,7 Kg Heroin Senilai Rp68 Miliar Hukrim
Hukrim
Kamis, 05 Maret 2026 | 12:24 WIB

Tangkapan Kakap di Bengkalis, Polda Riau Sita 22,7 Kg Heroin Senilai Rp68 Miliar

Pekanbaru, katakabar.com - Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah (Polda) Riau ungkap peredaran narkotika jenis heroin dalam jumlah besar di Kabupaten Bengkalis. Di operasi yang dilakukan Subdit III, polisi menangkap dua tersangka dan menyita puluhan bungkus heroin dengan nilai mencapai Rp68 miliar. Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Putu Yudha Prawira, mengatakan pengungkapan tersebut berawal dari informasi adanya peredaran heroin di wilayah Bengkalis. Tim kemudian melakukan penyelidikan hingga menjalankan teknik undercover buy atau penyamaran sebagai pembeli. “Teknik undercover buy ini sangat berbahaya bagi personel karena harus berinteraksi langsung dengan pelaku tanpa didampingi personel lain,” ujar Putu Yudha. Operasi tersebut dilakukan pada Selasa (25/2) lalu, dengan tiga lokasi tempat kejadian perkara (TKP), yakni di Kecamatan Bukit Batu dan dua lokasi di Kecamatan Bandar Laksamana. Ketika operasi awal di Kecamatan Bukit Batu, tim berhasil tangkap tersangka pertama berinisial K. Dari tangan pelaku, polisi menemukan lima bungkus heroin yang sebelumnya disepakati akan dijual kepada petugas yang menyamar. Menurut Putu Yudha, harga heroin tersebut mencapai Rp147 juta per bungkus berdasarkan kesepakatan transaksi yang dilakukan dalam operasi penyamaran tersebut. “Berkat kesigapan tim di lapangan, tersangka K berhasil diamankan bersama lima bungkus heroin,” jelasnya. Dari hasil pemeriksaan terhadap K, polisi kemudian melakukan pengembangan dan mendapatkan informasi bahwa heroin tersebut berasal dari tersangka lain berinisial SK. Tim Subdit III lalu bergerak menuju rumah SK di Kecamatan Bandar Laksamana dan berhasil menangkapnya. Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan satu bungkus heroin yang ditanam di kebun cabai sekitar 300 meter dari rumah tersangka. Tidak berhenti di situ, dari pengakuan SK, ia masih menyimpan puluhan bungkus heroin lainnya di kawasan perkebunan sawit sekitar 800 meter dari rumahnya. Petugas kemudian menuju lokasi tersebut dan menemukan sebuah drum berwarna biru yang ditanam di dalam kebun sawit. Di dalam drum itu, polisi menemukan 36 bungkus heroin. “Total heroin yang diamankan dari tersangka SK sebanyak 37 bungkus,” ucap Putu Yudha. Jika digabung dengan barang bukti dari tersangka K, maka total heroin yang berhasil disita dalam kasus ini mencapai 42 bungkus dengan berat sekitar 22,7 kilogram. Dari hasil pengembangan lebih lanjut, polisi juga mengidentifikasi dua orang lain yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut. Keduanya berinisial A dan HF yang saat ini berada di luar negeri. “Dari keterangan tersangka SK diketahui bahwa A bertugas menjemput heroin dari negeri seberang, sedangkan HF berperan sebagai koordinator jaringan mereka,” bebernya. Polda Riau saat ini masih melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku tersebut. Putu Yudha menegaskan, para tersangka dijerat dengan pasal dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati, penjara seumur hidup, atau minimal 20 tahun penjara. “Nilai barang bukti heroin yang kita amankan diperkirakan mencapai Rp68 miliar,” tegasnya.

Ditlantas Polda Riau Gelar Lomba Lari 100 Meter Malam Minggu, Gratis dan Berhadiah Jutaan Rupiah Hukrim
Hukrim
Sabtu, 21 Februari 2026 | 19:06 WIB

Ditlantas Polda Riau Gelar Lomba Lari 100 Meter Malam Minggu, Gratis dan Berhadiah Jutaan Rupiah

Pekanbaru, katakabar.com – Sebagai upaya memperkuat situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), sekaligus mendekatkan diri secara humanis dengan masyarakat, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau gelar kegiatan Adu Cepat Lomba Lari 100 Meter di Kota Pekanbaru. Kegiatan olahraga tersebut akan dilaksanakan Sabtu, 21 Februari 2026, mulai pukul 21.00 WIB hingga selesai. Lomba ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya pendaftaran, sehingga diharapkan dapat menjangkau lebih banyak peserta, khususnya dari kalangan generasi muda dan komunitas lari di Pekanbaru. Adu cepat lari 100 meter ini menjadi salah satu bentuk komitmen Ditlantas Polda Riau dalam menyediakan ruang kreatif dan positif bagi masyarakat. Selain menghadirkan kompetisi yang sehat dan sportif, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keselamatan dan ketertiban, sekaligus mempererat hubungan serta sinergi antara kepolisian dan masyarakat. Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi pendekatan preventif dan humanis Polri kepada masyarakat. Menurutnya, lomba ini diharapkan menjadi wadah bagi anak muda untuk menyalurkan energi dan minat mereka melalui aktivitas yang sehat dan bermanfaat. Selain berkompetisi, kata Kombes Pol Jeki, para peserta juga didorong untuk menjunjung tinggi sportivitas serta bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan tertib. Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyiapkan hadiah menarik serta uang pembinaan bagi para pemenang. Ditlantas Polda Riau juga mengajak seluruh komunitas lari dan masyarakat Kota Pekanbaru untuk ikut berpartisipasi serta memeriahkan kegiatan tersebut. “Badan sehat, jiwa kuat. Mari kita jadikan momentum ini untuk mempererat kebersamaan sekaligus membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat,” seru Jeki. Melalui kegiatan ini, Ditlantas Polda Riau berharap kehadiran Polri tidak hanya dirasakan dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan harmonis.