Pada 19 Mei 2026 kami akhirnya bertemu di Kedai Kopi Luak Agam, Jalan Raja Kecik, Kecamatan Siak. Pertemuan berlangsung santai sambil menikmati teh telur. Suasana penuh keakraban dan beberapa kali diselingi canda.
Sekitar pukul 23.00 WIB, M. Nasir mulai menjelaskan proses pengangkatan Robi Cahyadi sebagai Kepala Divisi PT Persi.
Saya mempertanyakan sejumlah hal, di antaranya status Robi yang sebelumnya dikenal sebagai Sekretaris DPD II Golkar Siak, kesesuaiannya dengan Permendagri Nomor 37 Tahun 2018, waktu pengunduran dirinya dari partai, proses seleksi jabatan, keterbukaan rekrutmen, hingga peluang bagi kandidat lain maupun jenjang karier pegawai internal perusahaan.
M. Nasir menjelaskan bahwa Robi telah mengundurkan diri dari partai dan proses rekrutmen telah melalui tahapan administrasi, termasuk pelamaran dan wawancara. Namun ia mengakui tidak ada pengumuman terbuka mengenai proses tersebut.
Percakapan berlangsung hingga sekitar pukul 23.30 WIB.
Di tengah pembicaraan, dua orang pria yang tidak saya kenal datang dan duduk di meja belakang saya. Sebelum duduk, keduanya sempat bertegur sapa dengan M. Nasir. Saya juga mendengar M. Nasir menanyakan, “Di mana Robi?”
Tidak lama kemudian, salah seorang dari dua pria tersebut menendang kursi dengan keras. Saya mulai merasa tidak nyaman, namun percakapan dengan M. Nasir tetap berlanjut.
Sekitar lima menit kemudian, datang beberapa orang lainnya sehingga jumlah mereka menjadi sekitar sembilan orang.
Salah seorang langsung menghampiri saya sambil berkata dengan nada tinggi, “Aku ingin berkenalan dengan anjing ini.”
Menunggu Keadilan Bagi Jurnalis Tribun Pekanbaru di Siak, Mayonal Putra
Diskusi pembaca untuk berita ini