Bengkulu, katakabar.com - Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Bengkulu, Arnop Wardin menuturkan, kesejahteraan petani dipengaruhi penjualan hasil panen kebun kelapa sawit.
Lantaran itu, pabrik produksi Crude Palm Oil (CPO) mesti lebih maksimal untuk mendukung kesejahteraan para petani kelapa sawi.
"Jika pabrik produksi CPO maksimal otomatis para petani kelapa sawit dapat untung dari hasil panen kebun kelapa sawit lebih besar, dan secara langsung bakal mendukung kesejahteraan mereka," kata Arnop dilansir dari laman elaeis.co, pada Senin (21/8).
Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) di Provinsi Bengkulu ujar Arnop, diminta meningkatkan produksi Crude Palm Oil (CPO) agar hasil produksi Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dari para petani sekitar operasional pabri terserap maksimal.
"Mari semua pihak, khusus PMKS tingkatkan produksi CPO untuk mendukung petani kelapa sawit kita," serunya.
Sesungguhnya sebut Arnop, PMKS tidak ada alasan untuk mengurangi atau membatasi pembelian TBS kelapa sawit dari petani.
"Kita tahu, pabrik terkadang tidak maksimal produksi berdalih permintaan sedikit. Padahal permintaan CPO dari industri minyak goreng dan lainnya cukup banyak," ulasnya.
Bila pabrik produksi CPO maksimal sambungnya, tidak hanya petani diuntungkan tapi sangat positif kepada perekonomian daerah. Bahkan bakal tercipta lebih banyak lapangan kerja.
"Sebaliknya, jika pabrik produksi CPO minim sedang permintaan banyak pasti berimbas kepada harga komoditas di pasar khususnya minyak goreng," jelasnya.
Diketahui, harga minyak goreng di pasar tradisional sudah mencapai Rp15 ribu per liter atau di atas HET saat ini di Provinsi Bengkulu.
"Kita jadi bingung ada yang bilang permintaan CPO sedikit kontras dengan harga minyak goreng di atas HET," ucapnya.
Kalau permintaan CPO sedikit artinya pasokan minyak goreng banyak. Tapi, sekarang ini harga minyak goreng naik artinya bahan baku CPO kurang. Jadi, tidak logis disebut permintaan kurang, tambahnya.
Pabrik Produksi CPO Maksimal Dukung Kesejahteraan Petani Kelapa Sawit
Diskusi pembaca untuk berita ini