Kadis PUTR Pemkab Toba melalui Kepala Bidang Peralatan dan Pengujian, Maju Simangunsong, mengatakan alat berat milik pemerintah daerah tidak selalu dioperasikan untuk kegiatan penyewaan yang menghasilkan PAD.
“Fokus utama kita adalah untuk bantuan kepada masyarakat, bukan untuk komersial. Tidak setiap kali alat bekerja langsung otomatis menghasilkan PAD. Alat kita lebih banyak bekerja untuk bantuan kepada masyarakat, termasuk penanganan bencana,” kata Maju.
Menurut dia, penggunaan alat berat harus mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan kepentingan pelayanan publik.
Karena itu, aktivitas operasional tidak seluruhnya dapat dihitung sebagai kegiatan penyewaan yang menghasilkan pendapatan daerah.
“Target PAD kita sekitar Rp.220 juta. PAD yang terkumpul saat ini, kurang lebih Rp.150 juta,” ujar Maju Simangunsong, saat dikonfirmasi katakabar.com via seluler, Kamis (5/11/2026) sore.
Saat ini, Dinas PUTR Toba mengoperasikan sejumlah jenis alat berat untuk mendukung pekerjaan infrastruktur dan pelayanan masyarakat. Armada tersebut terdiri atas delapan unit ekskavator, dua unit motor grader, satu unit buldoser, serta tiga unit backhoe loader. Untuk mendukung mobilisasi peralatan, tersedia pula dua unit trado.
PAD Sewa Alat Berat PUTR Toba Capai 70 Persen, Bantuan Kepada Warga Tetap Jadi Prioritas
Diskusi pembaca untuk berita ini