Selain mengejar perluasan sambungan, Pemkab Samosir juga meminta aspek penataan jaringan menjadi perhatian. Ariston menilai pemasangan kabel dan infrastruktur kelistrikan perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan, terlebih Samosir merupakan salah satu kawasan yang mengandalkan sektor pariwisata.

“Kami juga berharap penataan kabel dapat menjadi perhatian, sehingga selain memberikan kenyamanan dan kemudahan kepada masyarakat, jaringan listrik juga tetap tertata, memperhatikan keindahan dan keasrian lingkungan,” katanya.

Di tingkat Sumatera Utara, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Timur Tumanggor menyebut terdapat 117 usulan lokasi Lisdes yang masuk ke Dinas ESDM Sumut. Ia meminta persoalan perizinan maupun hambatan teknis lainnya diselesaikan melalui koordinasi lintas instansi agar pembangunan dapat berjalan sesuai target.

Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andriah Feby Misna menyebut Rasio Elektrifikasi Sumatera Utara telah mencapai 99,86 persen. Meski demikian, pemerintah masih menargetkan seluruh masyarakat memperoleh akses listrik pada 2029, termasuk warga yang berada di wilayah pelosok.

Khusus 2026, terdapat 106 lokasi jaringan Lisdes di 23 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Pembangunannya direncanakan melalui beberapa pendekatan, yakni perluasan jaringan distribusi, PLTS Komunal, dan PLTS Individual.

Feby juga meminta pemerintah daerah membantu memastikan akses jalan, data koordinat lokasi, perizinan pemanfaatan kawasan hutan, serta sosialisasi Right of Way (ROW) kepada masyarakat. Persoalan tersebut menjadi bagian penting agar pembangunan jaringan tidak tersendat karena kendala lahan maupun sosial.