Jakarta, katakabar.com - Pasar aset kripto global masuki minggu ketiga Mei 2026 dengan sentimen semakin dipengaruhiperkembangan regulasi Amerika Serikat, penguatan narasi institusional Bitcoin, serta dinamika geopolitik global yang mempengaruhi energi dan pergerakan dolar AS.
Data pasar pada 17 Mei 2026 pukul 17.00 WIB, harga Bitcoin (BTC) diperdagangkan di kisaran US$78,235, di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap perkembangan Clarity Act di Amerika Serikat dan potensi perubahan struktur pasar aset digital global.
Tim trading desk di FLOQ menyoroti pasar saat ini mulai bergerak bukan hanya berdasarkan volatilitas jangka pendek, tetapi berdasarkan perubahan persepsi terhadap legitimasi aset digital secara global.
Salah satu perkembangan terbesar minggu ini datang dari Amerika Serikat setelah Senate Banking Committee mendorong Clarity Act maju pada 14 Mei 2026. Bagi pasar, perkembangan ini dipandang sebagai langkah penting menuju kerangka regulasi aset digital yang lebih jelas, khususnya terkait pengawasan token, struktur pasar, dan batas otoritas regulator.
Menurut FLOQ, arah regulasi yang semakin jelas berpotensi meningkatkan kepercayaan investor institusional terhadap industri aset digital.
“Pasar mulai melihat Bitcoin bukan hanya sebagai aset spekulatif, tetapi sebagai aset yang semakin mendekati legitimasi finansial arus utama. Ketika regulasi mulai lebih jelas, investor institusional cenderung lebih percaya diri untuk membangun eksposur jangka panjang terhadap aset digital,” ujar Yudhono Rawis, CEO dan founder FLOQ.
Sentimen tersebut turut mendorong kembali narasi Bitcoin menuju level psikologis US$100.000. FLOQ melihat penguatan narasi ini tidak berdiri sendiri, tetapi datang bersamaan dengan meningkatnya pembahasan mengenai adopsi institusional, aliran modal ke ETF Bitcoin, dan perubahan cara pasar melakukan valuasi terhadap aset digital.
Di sisi lain, pasar global juga memperhatikan perkembangan geopolitik setelah Amerika Serikat dan China menunjukkan keselarasan posisi terkait pentingnya pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa pembatasan. Jalur tersebut merupakan salah satu chokepoint energi paling strategis di dunia, dan memiliki pengaruh langsung terhadap harga minyak, inflasi global, dan sentimen pasar keuangan.
FLOQ menilai stabilisasi jalur energi global dapat membantu mengurangi tekanan terhadap pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Tetapi, risiko volatilitas tetap tinggi selama pemulihan distribusi energi global belum sepenuhnya stabil.
Apakah Bitcoin Tembus US100.000 Clarity Act dan Sentimen Makro Jadi Sorotan Pasar Kripto
Diskusi pembaca untuk berita ini