Nusakambangan, katakabar.com - Jelang perayaam kemerdekaan Republik Indonesia ke 76, jatua pada 17 Agustus 2021, dua orang terpidana kasus Terorisme telah ucapkan Ikrar Setia Kepada NKRI dan mengakui Pancasila sebagai falsafah dan ideologi Negara di Lapas Pasir Putih Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, pada Kamis (12/8) lalu.
Sangat membanggakan sekaligus mengharukan, sebab proses sumpah ikrar setia kedua napi teroris tersebut dihadiri dan disaksikan Kapolres Cilacap, Leganek Mawardi, Kepala Lapas Pasir Putih, Fajar Nurcahyono, perwakilan PK Bapas Nusakambangan, Densus 88, Rohaniawan dari Kementerian Agama dan jajaran Lapas Pasir Putih.
Selain itu kedua Napi teroris tersebut membuat pernyataan untuk meninggalkan pemahaman dari kelompok Radikal dan segala bentuk perlawanan terhadap NKRI
Kedua Napi Teroris tersebut, masing-masing bernama IM dan MF. IM sendiri divonis 10 tahun penjara dan MF divonis 4 tahun penjara. Kedua Narapidana (Napi) Teroris tersebut ditempatkan di Lapas Nusakambangan dengan kategori Super Maksimum Security (SMS).
Keberhasilan ini bukan kali pertama berhasil dilakukan pihak Lapas SMS, tapi telah beberapa kali "menaklukkan" kerasnya pemikiran dan pemahaman yang salah dari para pelaku tindak pidana terorisme yang dibina di sana.
Capaian keberhasilan tersebut menunjukan proses pembinaan di Lapas SMS Pasir Putih Nusakambangan berhasil dan menunjukan kerja sama Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Tengah khususnya lapas SMS Nusakambangan dengan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) dan pihak terkait lainnya termasuk tokoh agama.
Ini menunjukan tercapainya tujuan Pemasyarakatan untuk membentuk Warga Binaan Pemasyarakatan agar menjadi manusia seutuhnya, menyadari kesalahan, memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindak pidana. sehingga dapat diterima kembali di lingkungan masyarakat, dapat aktif berperan dalam pembangunan dan dapat hidup secara wajar sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah, A Yuspahruddin, memberikan apresiasi atas kinerja yang dilakukan Lapas Pasir Putih.
"Ini sebuah keberhasilan yang luar biasa, tidak mudah membuat seorang terpidana terorisme untuk kembali mencintai NKRI. Bisa dikatakan pembinaan kesadaran berbangsa dan bernegara di Lapas Pasir Putih telah berhasil, begitupun pembinaan kesadaran beragamannya," ujarnya.
Kata Yuspahrudin, kami di kantor Wilayah memberikan apresiasi atas kinerja rekan-rekan di Lapas Pasir Putih. Kepala Lapas, Pejabat dan seluruh petugas pantas untuk mendapatkan apresiasi lantaran keberhasilan pembinaan ini, imbuhnya.
Kalapas SMS Pasir Putih, Fajar Nurcahyono berharap dengan adanya program IKRAR NKRI ini dapat membawa dan mengembalikan Narapidana Teroris yang awalnya menganggap NKRI itu salah, menjadikan mereka sadar dalam hati statetment atau keyakinan yang mereka pahami selama ini salah dan kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.
Selanjutnya, kedua narapidana tersebut bakal menjalani proses Pemasyarakatan sebagaimana telah diatur dalam Undang-undang Pemasyarakatan dan ketentuan lainnya, sebutnya.
Saat Napi Teroris Berikrar Setia Kepada NKRI dan Pancasila
Diskusi pembaca untuk berita ini