Sementara itu, akun Van Day menyebut kendaraan besar yang masuk ke Dumai tidak melintas secara gratis dan meminta perhatian lebih diarahkan pada persoalan korupsi.

Menanggapi hal tersebut, Ketua HMI Cabang Dumai, Shaula Arizalnaldya, mengatakan persoalan truk tangki dan dugaan pungutan terhadap sopir sudah berlangsung cukup lama.

Menurutnya, pihaknya pernah menerima laporan adanya dugaan pungutan liar terhadap sopir truk tangki. Bahkan, terdapat informasi bahwa kendaraan yang tidak memberikan uang diduga mengalami intimidasi berupa pelemparan batu.

"Persoalan ini sudah lama terjadi. Kami juga pernah menerima laporan adanya dugaan pungli terhadap sopir truk tangki. Bahkan ada informasi, jika tidak memberikan uang, kendaraan mereka dilempari batu," ujarnya.

Meski telah lama dikeluhkan, dugaan pungutan liar yang meresahkan para sopir truk tangki tersebut hingga kini disebut belum mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum maupun instansi terkait.***